<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248</id><updated>2011-11-27T15:20:38.651-08:00</updated><category term='Islam'/><title type='text'>Blognya Si Entong</title><subtitle type='html'>Blog ini di dedikasikan untuk membantu memberikan informasi dunia islam, aqidah, hukum syar'i, manhaz, dunia harokah, dan pergerakan jihad islam, semua ini hanya bertumpu pada satu tujuan tegaknya Izzah Islam dan tegaknya dien Allah SWT di muka bumi dan indonesia khususnya,</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-8515119939309260045</id><published>2010-07-08T01:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-08T01:04:16.510-07:00</updated><title type='text'>27 Penyimpangan ESQ Ary Ginanjar Versi nahimunkar.com</title><content type='html'>KRISIS multi dimensi yang menimpa bangsa tercinta, bangsa Indonesia yang belum kunjung reda, dan bahkan makin melilit kuat menjerat rakyat kecil tanpa ada rasa belas kasih, serta membuat angka kemiskinan anak bangsa makin membesar, adalah akibat ulah tangan para pengelola yang tidak bertanggung-jawab. Keseimbangan yang merupakan ciri khas hukum penciptaan Allah diobrak-abrik oleh para pengelola bangsa yang buta mata hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya dilakukan oleh berbagai komponen bangsa, baik secara kolektif, krusial dan rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sekian upaya yang dilakukan itu adalah apa yang dilakukan oleh Ary Ginanjar Agustian dengan ESQ Model-nya yang fenomenal. ESQ Model ini sudah tidak asing bagi masyarakat kita, bahkan buku monumental Ary yang berjudul “Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual” sudah terjual lebih dari 150.000 eksemplar dan sudah dicetak lebih dari 20 kali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Di balik berbagai kebaikan yang terdapat pada ESQ Model, terdapat pula sisi negatifnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sisi kebaikan yang terdapat di dalam ESQ Model ini, di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menumbuhkan kesadaran akan eksistensi para peserta di muka bumi ini sebagai Khalifah (wakil Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ESQ mampu menggugah nurani para peserta training dan mengenalkan wujud Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada mereka, kebesaran, keagungan, keperkasaan dan kemahapemurahan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ESQ mampu menghidupkan kembali cahaya nurani para peserta training yang selama ini padam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ESQ mampu mengasah spiritualitas para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tampak jelas dari pengakuan banyak mantan peserta training yang selama ini merasa hati (spiritualitas)nya kering kerontang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di balik berbagai kebaikan yang terdapat pada ESQ Model, terdapat pula sisi negatifnya, bahkan boleh dikata sudah menyangkut permasalahan yang sangat prinsip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara sisi negatif yang harus segera dihindari itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ary Ginanjar yang mencetuskan model ESQ Training ini tidak mau mengatakan kalau ESQ Model yang diasuhnya sebagai lembaga dakwah atau sebagai kegiatan dakwah, padahal training yang diselenggarakan tidak lepas dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam, bahkan ada kutipan-kutipan perkataan shahabat nabi Shallallahu alaihi wasallam. Kenyataan ini ternyata berlawanan dengan yang tertera di dalam buku saku ESQ Model yang dibagikan kepada peserta secara gratis, sebagai berikut “Tiada hari tanpa dakwah” yang kemudian dikutip pula ayat al-Qur’an 125 dari Surat al-Nahl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Ary Ginanjar tidak mau menyebut ESQ yang diasuhnya sebagai kegiatan dakwah, padahal trainingnya tidak lepas dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi. Dan buku saku ESQ Model yang dibagikan kepada peserta tertera label “Tiada hari tanpa dakwah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela trainingnya di hadapan para peserta dan pada saat emosi dan spiritual para peserta tersentuh Ary mengatakan ‘ini bukan sekedar training!’. Ia ucapkan lebih dari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal ini tidak masalah, apakah ESQ Model itu disebut lembaga dakwah atau bukan, akan tetapi jujur itu lebih baik ! Atau memang ada sesuatu hal yang terselubung di balik ESQ Model ini. Wallahu a‘lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Setiap suasana emosi dan ektasi, dzikir dan doa selalu diiringi dengan lantunan musik lembut, dengan maksud agar bisa mencapai pada titik alpha, tutur Ary. Bahkan dentuman suara musik yang selalu mengawali acara training pun sampai membuat jantung terasa sakit, sehingga tidak mungkin acara-acara seperti ini diselenggarakan di masjid-masjid. Ia memang pantas kalau diselenggarakan di hotel-hotel? Cara-cara seperti ini merupakan kebiasaan dan sunnah kaum Nasrani yang kita dilarang oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaidah ushul disebutkan: “tujuan  tidak boleh menghalalkan segala cara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Cara-cara seperti ini merupakan kebiasaan kaum Nasrani yang kita dilarang oleh Rasulullah untuk mengikutinya. Kaidah ushul disebutkan, tujuan  tidak boleh menghalalkan segala cara…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Bershalawat sambil nyanyi pun dilakukan, bahkan Haddad Alawi yang berfaham Syi’ah yang sangat anti bershalawat kepada para shahabat Nabi menjadi bintang tamu. Dalam shalawatnya Alwi tidak pernah menyebut para shahabat Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Shalawat sambil menyanyi pun dianggap sebagai pengamalan terhadap perintah bershalawat kepada nabi yang tertera di dalam surah Al-Ahzab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Shalawat kepada nabi Shallallahu alaihi wasallam itu artinya memohon kepada Allah, berdoa kepada- Nya agar rahmat, kedudukan yang mulia di sisi- Nya dianugerahkan kepada Nabi Muhammad, Shallallahu alaihi wasallam. Oleh karena shalawat adalah doa, maka doa harus dilakukan sebagai mana doa lainnya, bukan dengan bernyanyi…..! Para sahabat Nabi Shallallahu alaihi wasallam, para tabi‘in dan para pemuka imam Mazhab yang empat yang sudah tidak diragukan kecintaan mereka kepada nabi Shallallahu alaihi wasallam tidak pernah bershalawat dengan cara bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Dalam training ESQ ini, zikir Lâ ilâha illalloh bersama sambil geleng-geleng kepala dengan suara nyaring pun dilakukan dan dipimpin oleh Ary sendiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Nuansa sufistik pun sangat kental dalam training ESQ ini, zikir Lâ ilâha illalloh bersama sambil geleng-geleng kepala dengan suara nyaring pun dilakukan dan dipimpin oleh Ary sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Tafsir batiniy terhadap rukun iman dan rukun Islam pun sangat kental, terutama dalam menafsirkan surat al-Fatihah dan ritual haji, sebagaimana akan disebutkan di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Ketika peserta sudah berada dalam kondisi tersentuh spiritualitasnya mereka disuruh sujud dan minta ampun dan ada juga yang bertakbir histeris. Sujud apa ini? Tidak jelas, sehabis sujud kadang diselingi dengan teriyakan yel-yel ESQ, Mars ESQ atau senam erobic atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Untuk menambah suasana histeris, petugas menghampiri peserta yang histeris menangis dan memperdengarkannya kepada khalayak melalui pengeras suara! Harus seperti inikah melatih dan mengasah ESQ para peserta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tafsir sufi (batiniy, isyaariy) terhadap surat Al-Fatihah pun terjadi, seperti ihdinas shirâthal mustaqîm (Ihdinâs dengan H besar, yang harus dibunyikan dari dalam perut diartikan “menunjukkan kesungguhan dalam beraksi” dan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya diartikan secara paksa agar sesuai dengan jiwa managemen perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Demikian pula tafsir terhadap ritual haji. Bahkan tiga hari pertama dari training terkesan diartikan sebagai prosesi wuquf, yang dalam ESQ training berwujud ZMP, sedangkan hari keempat sebagai prosesi thawaf dan sa‘i. Thawaf dan Sa‘i diartikan sebagai simbol kerja keras (total action).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih nyeleneh lagi adalah pada hari keempat ada simulasi sa‘i dan thawaf yang tidak hanya sekedar simulasi, melainkan benar-benar harus dirasakan seperti melontar jumroh, sa‘i dan thawaf di Ka‘bah yang harus dilakukan dengan ikhlas dan dengan niat yang sebenarnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melontar diartikan membuang sifat-sifat buruk yang ada pada diri, dan yang dilempari pun adalah gambar makhluk yang menyeramkan (setan) yang telah disediakan panitia, berikut batu kerikil imitasinya. Sa‘i dan thawaf diartikan sebagai simbol kerja keras (total action). Seusai Sa’i di tempat training, maka peserta harus melakukan thawaf di tempat yang sama dengan mengelilingi Ka‘bah buatan. Ini benar-benar ajaran sufi yang menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam tidak pernah mengajarkan hal-hal seperti itu kepada para shahabatnya. Bahkan, Umar bin Khatthab, Radhiyallahu anhu (yang selalu mendapat ilham) pada saat melaksanakan ibadah haji di masa ke-Khalifah-annya tidak pernah mempunyai pemahaman seperti itu. Malah saat beliau akan mengecup Hajar Aswad beliau berkata: Hai Hajar Aswad, aku tahu bahwa kamu tidak bisa memberi manfaat dan tidak pula dapat mendatangkan madharat. Kalau saja bukan karena aku telah melihat Rasulullah mengecupmu niscaya aku tidak akan mengecupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Sebelum mereka melakukan ibadah haji pun sudah “total action”, bahkan mengerahkan semua kemampuan dalam beramal dengan semangat ikhlas dan ihsan sudah mereka sadari sebagai tuntutan tauhid dan ketulusan mengabdi kepada Allah SWT, jauh sebelum mereka mengenal ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Dengan empat hari itu terkesan bahwa ajaran Islam sudah lengkap dan sempurna, maka ayat 3 surat Al-Ma’idah pun dibacakan sebagai tanda sempurnanya ajarannya. Dengan demikian ESQ Training mengesankan bahwa Islam ala ESQ itulah cerminan Islam sejati. Kesan ini pun lebih nampak lagi dengan dibuatnya kartu alumni bagi para peserta yang telah mengikuti training selama 4 hari, yang dengan kartu itu peserta dapat mengechas kembali iman mereka, sekalipun beberapa alumni sedang ‘ngechas’ yang kami wawancarai mengatakan “kami tidak menangis seperti waktu dulu saat training, karena tidak ada yang baru lagi bagi kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Bagi Ary Ginanjar, sumber utama kebenaran adalah suara hati. Kebenaran ‘Suara hati’ bagi Ary di atas kebenaran al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bagi Ary, sumber utama kebenaran adalah suara hati. Kebenaran ‘Suara hati’ bagi Ary di atas kebenaran al-Qur’an dan hadits Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Berikut ungkapnya: “Pergunakanlah suara hati anda yang terdalam sebagai sumber kebenaran, …..” Lebih lanjut ia mengatakan: “…., dan ayat-ayat Al Qur’an sebagai dasar berpijak (legitimasi). Dan yang terpenting adalah legitimasi suara hati anda sendiri, sebagai nara sumber kebenaran sejati” (Lihat: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual, hal. Liv).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati dalam bahasa kaum sufi sering disebut dengan Dzauq (rasa hati) yang pada prinsipnya sama, yaitu sumber kebenaran sejati. Maka tidak heran kalau dari mulut mereka kita dengar ungkapan “haddatsanii robbii ‘an nafsii” (Tuhan ku menginformasikan kepada ku melalui jiwa ku). Juga ungkapan: “kalian belajar kepada orang yang sudah mati, sedangkan kami belajar langsung kepada Yang Maha Hidup”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Keyakinan Ary yang lebih rancu dan sangat berbahaya lagi adalah ungkapannya bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dalam kepribadiannya sebagai Rasul yang sekaligus sebagai pemimpin abadi sangat mengandalkan logika dan suara hati. Berikut ungkapannya: “Itulah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanda bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam merupakan nabi penutup, atau yang terakhir, yang begitu mengandalkan logika dan suara hati,…….” (Lihat buku Rahasia Sukses …. ESQ, hal. 100).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita kaum muslimin meyakini bahwa Nabi Shallallahu alaihi wasallam selalu bersandar kepada wahyu ilahi yang diturunkan melalui Jibril. Wahyu ilahi bukan suara hati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Bisakah Ary membedakan suara Tuhan dengan suara setan? Saya khawatir akan muncul Mirza Ghulam Ahmad abad baru lagi! Apa lagi Ary mulai dan sering mengutarakan hal-hal ganjil, seperti melihat cahaya yang ia yakini Allah, dan merasa ada hembusan angin malaikat di wajahnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Bisakah Ary membedakan mana suara Tuhan dan mana suara syetan! Saya khawatir akan muncul Mirza Ghulam Ahmad abad 21 dan Lia Aminuddin baru lagi! Apa lagi Ary mulai dan sering mengutarakan hal-hal ganjil, seperti melihat cahaya yang ia yakini Allah, dan merasa ada hantaman angin di wajahnya sehabis memberikan materi trainingnya, yang ia yakini hembusan angin malaikat! Subhanallah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Misteri Graha 165. Adalah graha yang dirancang untuk pusat Training ESQ. Setelah uji kelayakan tanah, ternyata tanah ini serupa kwalitasnya dengan tanah di Mekkah, maka Graha ESQ merupakan satu- satunya bangunan pencakar langit di Ibu kota yang dibangun tidak menggunakan pondasi pancang. Hal ini dianggap sebagai ‘karomah’ bagi Ary dan ESQ-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sample tanahnya pun dibuat cindera mata yang dipersembahkan kepada salah seorang tokoh di antar peserta training.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Graha ini pun dalam rencananya dilengkapi dengan satu ruang samedi (pertapaan) khusus bagi para alumni ESQ yang terletak di paling puncak bangunan. Ia bukan mushalla dan bukan juga masjid. Sebab mushalla sudah di sediakan di lantai bawah. Hal ini diungkapkan oleh Ary sendiri pada saat mengenalkan program pembangunan Graha 165 guna mendapatkan dukungan dana dari para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam tidak ada semedi atau pertapaan. Bahkan, apa yang pernah dilakukan Nabi Shallallahu alaihi wasallam di gua Hira’ sebelum diangkat menjadi Nabi, beliau tidak pernah menganjurkannya kepada umatnya dan tidak pernah pula dilakukan oleh seorang pun di antara shahabatnya. Islam hanya mengajarkan i‘tikaf yang hanya bisa dilakukan di masjid-masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…ayat al-Qur’an sering diartikan tidak pada tempat atau maksud yang sesungguhnya, hal ini banyak terdapat di dalam buku monumentalnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Ayat-ayat al-Qur’an sering diartikan tidak pada tempat atau maksud yang sesungguhnya, hal ini banyak terdapat di dalam buku monumentalnya. Seperti ayat QS 40 Surat al-Mu’minun, ayat 17, “Hari ini setiap orang mendapat balasan menurut usahanya. Hari ini tiada kezaliman. Allah sungguh cepat membuat perhitungan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ary jadikan ayat ini sebagai legitimasi terhadap hadiah yang diberikan kepada seorang karyawan berinisial “DS” oleh atasannya yang di luar dugaan sebelumnya, karena telah melakukan suatu pekerjaan tanpa mengharapkan sesuatu apapun. (Lihat kisahnya pada halaman 52 dari buku ESQ). Padahal ayat di atas berkenaan dengan pembalasan Allah di hari akhirat kelak, yaitu pada yaumul hisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Model ESQ yang dicetus oleh Ary nampaknya menganut faham pluralisme agama. Hal itu tampak dari ungkapan salah seorang Profesor UI yang menjadi salah satu petinggi ESQ dalam sambutannya pada acara penutupan training. Bahkan, Prof Dr Komaruddin Hidayat yang menganut faham pluralis pun digandeng dan ditetapkan sebagai salah satu anggota sidang redaksi Majalah Nebula-nya ESQ yang dipimpin oleh Ary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faham pluralisme agama sudah difatwakan haram oleh majlis Ulama Indonesia tahun lalu, bahkan para ulama-ulama Islam sebelumnya menegaskan bahwa orang yang meyakini agama selain Islam benar adalah murtad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Model ESQ Ary Ginanjar menganut faham pluralisme agama. Faham pluralisme agama sudah difatwakan haram oleh majlis Ulama Indonesia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Bagi para peserta yang selama ini belum pernah menangis karena takut kepada Allah, dan belum pernah merenungkan ayat-ayat al Qur’an dan ayat-ayat kauniyah, ESQ Training adalah segala-galanya. Bahkan akan berkesimpulan “ESQ Training” adalah jalan hidupnya. Dan bagi yang sudah pergi haji bersama group “ESQ Training” pun akan timbul rasa bahwa tidak sempurna bila tidak beribadah haji bersama group “ESQ Training”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak begitu halnya bagi orang yang sudah biasa dekat kepada Allah dan mengenal keagungan, kebesaran dan rahmat-Nya, ESQ Training itu biasa-biasa saja. Bahkan, bagi orang yang pernah tafaqquh fiddin dengan benar yang bersumber kepada al-Qur’an dan Sunnah secara komprehensif dan integral, ESQ Training perlu diluruskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Pengkultusan terhadap Ary dan ESQ-nya kini mulai kental terasa, dan jika tidak segera diwaspadai dan Ary tidak siap diberi nasihat dan selalu bersikap ZMP yang didengungkannya, maka tidak mustahil kalau “ESQ Training” akan menjadi agama baru bagi bangsa Indonesia. Apa lagi Ary dengan ESQ-nya mendapat respon dari pemerintah, bahkan mereka yang ikut dalam training pun bukan sembarang orang, melainkan para petinggi negara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Ary tidak siap diberi nasihat dan selalu bersikap ZMP yang didengungkannya, maka tidak mustahil kalau “ESQ Training” akan menjadi agama baru bagi bangsa Indonesia. Apa lagi Ary dengan ESQ-nya mendapat respon dari pemerintah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Dalam mengartikan al-Asma’ul Husna dan dalam upaya merefleksikannya di dalam dunia bisnis dan leadership banyak disalahartikan dan dipaksakan agar sesuai dengan keinginan Ary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti nama “al-aakhir” diartikan Allah bersifat visioner, dan akhlaq yang harus diambil adalah manusia harus memiliki visi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-jaami’ yang berarti Maha Penghimpun, Ary merefleksikannya dalam arti keharusan “kerjasama”. Dan masih banyak lagi nama-nama Allah lainnya yang disalahartikan. Di dalam menanamkan asma’ul Husna ini Ary mengutip hadits palsu yang sering dipakai oleh kaum sufi untuk menanamkan ajarannya, yaitu: takhallquu biakhlaaqil-llah (berakhlaqlah dengan akhlaq-akhlaq Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Matin: akhlaq yang harus diambil adalah sikap selalu berdisiplin. Kalau al-mutakkabbir yang ditiru atau diambil apanya ? Atau diartikan Yang Maha Pembesar, lalu kita berupaya ingin menjadi orang- orang pembesar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau al-hamiid apa direfleksikan kepada upaya keras agar kita menjadi orang terpuji seperti Dia, sehingga pujian mengarah kepada kita? Lalu kalau Allah adalah al-Khaliq, maka yang ditiru adalah sifat berkreasinya! Sehingga ketika memahami al-asma’ul husna terdapat pemahaman yang kontradiksi antara merefleksikan nama-nama Allah tersebut pada diri kita, sehingga kita berbuat (bersikap dan bertindak) seperti Allah (sebagai subject), dengan merefleksikannya pada diri kita sehingga kita menjadi object. Seperti pada al-jaami‘ dan al-Khaliq. Sebaiknya saudara Ary tidak memaksakan ayat, hadits atau pun nama Allah agar bisa sesuai dengan kehendak dirinya. Bacalah buku-buku para ulama berkenaan dengan masalah ini, lalu hayatilah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ini, kadang apa yang ditulis oleh Ary dalam bukunya, berbeda dengan yang ia sampaikan saat training.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…apa yang ditulis oleh Ary dalam bukunya, berbeda dengan yang ia sampaikan saat training…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Rukun iman juga mengalami tafsiran pemaksaan dari Ary, agar ESQ Training nya bisa dikatakan berdasarkan rukun iman (Mental Building). Untuk itu, rukun iman hanya dipahami dengan pemahaman-pemahaman yang bisa diarahkan menjadi sebagai prinsip-prinsip leadership, tidak komprehensif. Demikian pula rukun Islam yang diartikan sebagai landasan ketangguhan pribadi. Syahadat rasul terkesan hanya shalawat nya sebagai bukti cinta kepada Rasul, bukan bagaimana menjadikan sunnahnya sebagai pegangan dan pedoman. Yang diambil hanya yang berkaitan dengan keleadershipannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Rujukan dan sandaran Ary dalam penulisan bukunya adalah buku-buku yang bermasalah, seperti buku Sejarah Kehidupan Nabi yang ditulis oleh M. Haikal, juga tulisan Ali Syariati yang menganut faham syi‘ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Rujukan dan sandaran Ary dalam penulisan bukunya adalah buku-buku yang bermasalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Hadits-hadits palsu yang biasa menjadi rujukan kaum sufi pun dijadikan sandaran ESQ Model-nya Ary, baik dalam buku yang pertama maupun dalam buku yang kedua. Sebut saja misalnya hadits palsu: Apabila engkau mengenal siapa dirimu, maka engkau mengenal siapa tuhannya, yang dalam terjemah letterlijknya sebagai berikut: Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia telah mengenal tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits palsu ini telah menyeret kepada faham manunggaling kawulo gusti (ittihaad, menyatu dengan Tuhan) dalam kalangan kaum sufi, dan ini pun terjadi dalam faham Ary. Setelah ia mengutip tulisan Ali Syari‘ati yang mengandung faham ittihad, Ary kemudian menyempurnakannya dengan apa yang ia sebut “untaian kata mutiara Syamsi Thabriz” yang berbunyi sebagai berikut: “Ka‘bah adalah pusat dunia. Semua wajah menghadap ke Ka‘bah. Tengoklah. Lihat! Setiap orang menyembah jiwa masing-masing”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faham sesat inilah yang dianut oleh al-Hallaj dan Syeikh Siti Jenar, yang aromanya sangat kental di dalam ESQ Model-nya Ary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Begitu pula atsar-atsar palsu banyak dimuat dalam bukunya, seperti atsar (ucapan shahabat nabi atau tabi‘in), seperti atsar yang dinisbatkannya kepada Umar bin Khatthab, Radhiyallahu anhu berikut: Hatiku telah melihat Tuhanku karena hijab (tirai) telah terangkat oleh taqwa. Barangsiapa yang telah terangkat hijab (tirai) antara dirinya dengan Allah, maka jadi jelaslah di dalam hatinya akan gambaran kerajaan bumi dan kerajaan langit”. (Lihat Buku Saku ESQ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Dalam kutipan-kutipan Ary sama sekali tidak bersandar kepada rujukan-rujukan primer, melainkan mengekor kepada tokoh-tokoh sufi dan orang-orang yang tidak jelas keislamannya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kutipan-kutipan seperti ini Ary sama sekali tidak bersandar kepada rujukan-rujukan primer, melainkan mengekor kepada tokoh-tokoh sufi dan orang-orang yang tidak jelas keislamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, Ary bukan seorang pakar dalam ilmu Agama, melainkan seorang pebisnis tulen. Tetapi ia berani berbicara tentang masalah agama, bahkan dalam hal-hal yang sangat prinsip dalam agama. Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi catatan-catatan yang seharusnya dituangkan di sini untuk dijadikan bahan kajian dan kritikan yang membangun, bukan untuk menyudutkan atau mencemarkan nama baik Ary Ginanjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku “Rahasia Sukses…… ESQ” karya Ary yang diberi pengantar oleh sejumlah tokoh itu banyak memuat kejanggalan dan hadits-hadits palsu, menempatkan ayat-ayat al-Qur’an bukan pada tempatnya, harus dikaji ulang dan dikritisi secara objektif, sebagai wujud tawaashaw bil haqq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Sebaiknya, setiap para alumni Training ESQ Model-nya Ary jangan menutup diri untuk belajar Islam lebih jauh, dan jangan mengultuskan ESQ Model-nya Ary…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya, setiap para alumni Training ESQ Model-nya Ary jangan menutup diri untuk belajar Islam lebih jauh, dan jangan mengultuskan ESQ Model-nya Ary. Anda hendaknya tahu dan menyadari bahwa kelezatan spiritual yang anda rasakan dalam training ESQ itu sama sekali tidak menunjukkan kebenaran ESQ Model, sebab hal seperti bisa anda temukan di semua kelompok faham, bahkan di semua agama dan berbagai aliran kepercayaan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad, Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya telah menghayati sedalam-dalamnya ajaran Islam, sampai pada tingkat ihsan yang paling tinggi, maka bercerminlah kepada mereka, dan cermin itu ada di dalam sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. [taz]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-8515119939309260045?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/8515119939309260045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/07/27-penyimpangan-esq-ary-ginanjar-versi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/8515119939309260045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/8515119939309260045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/07/27-penyimpangan-esq-ary-ginanjar-versi.html' title='27 Penyimpangan ESQ Ary Ginanjar Versi nahimunkar.com'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-6869752304177269312</id><published>2010-06-01T02:26:00.001-07:00</published><updated>2010-06-01T02:26:29.398-07:00</updated><title type='text'>Kutuklah Israel dengan Segenap Nafasmu</title><content type='html'>Kutuklah Israel dengan Segenap Nafasmu&lt;br /&gt;Diposting pada Selasa, 01-06-2010 | 11:48:58 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Burhan Sodiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala upaya dilakukan oleh negeri penjajah Israel untuk menghalangi misi kemanusiaan untuk Gaza. Bahkan mereka telah menyiapkan kapal perang untuk menyambut kapal yang membawa bantuan kemanusiaan yang berangkat dari Siprus itu. Tidak cuma itu, mereka juga melarang para aktivis dan orang-orang yang baik hatinya untuk ikut dalam misi kemanusiaan ini. Israel menyatakan bahwa Angkatan Laut mereka akan dikerahkan untuk mencegat konvoi bantuan dari sembilan kapal dari armada kebebasan yang akan masuk ke lajur Gaza lewat laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini sungguh membuktikan bahwa Israel memanglah sebuah Negara penjahat sejati. Ia tidak mengenal bahasa belas kasihan, tidak pula mengenal bahasa kasih sayang, tidak pula mengenal rasa kemanusiaan. Warga dunia yang sudah mulai muak dengan ulahnya menindas Palestina seharusnya semakin sadar dengan Negara Zionis ini. Mereka seharusnya semakin paham bahwa Israel tidak bisa diajak bicara dengan bahasa kemanusiaan. Mereka hanya bisa berbicara dengan kekuatan militer dan kekerasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang sebuah keramahan melawan kebengisan. Terbayang sebuah ketidakberdayaan melawan moncong senjata dan niat pembantaian. Terbayang senyum penuh keikhlasan melawan arogansi ketamakan. Terbayang pula semangat membantu sesama dihabisi oleh semangat membantai sesama atas dasar kebencian luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini masyarakat dunia menjadi saksi betapa Israel tidak hanya memusuhi muslimin Palestina. Tetapi dia juga akan membasmi semua orang dari berbagai agama, tidak peduli siapa Anda, selama Anda peduli dengan Palestina, maka Israel akan dengan suka cita membunuh Anda, meski Anda tidak bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zionis ini akan memberikan kebengisan terbaik mereka. Zionis juga akan mempersembahkan kejahatan terbaik mereka untuk setiap Anda yang ingin membantu Palestina. Mereka akan menyambut Anda dengan segunung kebencian dan segudang permusuhan. Tidak ada beda apakah Anda muslim ataukah bukan. Selama Anda membela dan bersimpati pada Palestina, maka cukuplah itu sebagai alasan bagi mereka untuk menujukkan sifat aselinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lihatlah betapa kita akan selalu memaafkan. Betapa kita akan selalu hanya bisa mengutuk, menyesalkan dan prihatin atas apa yang terjadi. Ketidakadilan ini sudah sangat jelas di depan mata setiap penduduk dunia. Tetapi lidah pemimpin-pemimpin kita kelu seperti batu. Bisu, lesu dan tak lagi bisa menyeru. Senjata mereka mandul. Tidak mampu menyerang saat warganya dibantai di atas kapal. Apakah sukarelawan mesti harus mau dibantai secara sukarela juga? Hanya karena pemimpin negaranya tidak bisa berbuat apa-apa saat Israel raya menunjukkan kebengisannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih mampu berbuat, meski kecil terinjak oleh raksasa media. Gunakan kepekaan media yang dimiliki, gunakan dunia maya, dan dunia nyata untuk menyebarkan perang media. Raih simpati masyarakat yang sedang kebingungan membelanjakan hartanya, atau mereka yang sedah kebingungan besuk makan apa. Ajarkan kepedulian pada sesama manusia, apalagi sesama muslim yang berhak mendapatkan cinta kita. Ingatlah mereka di dalam doa doa malam kita. Sebarkan, berbuat dan lakukan propaganda. Karena kekejaman ini sungguh sudah di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[muslimdaily.net]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-6869752304177269312?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/6869752304177269312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/06/kutuklah-israel-dengan-segenap-nafasmu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/6869752304177269312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/6869752304177269312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/06/kutuklah-israel-dengan-segenap-nafasmu.html' title='Kutuklah Israel dengan Segenap Nafasmu'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-6185297809190796280</id><published>2010-02-11T05:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T05:55:02.670-08:00</updated><title type='text'>Mengungkap Hakikat Aqidah Syi’ah dan Pergerakannya di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/S3QMJF5AuTI/AAAAAAAAABs/xvZF-trDYqY/s1600-h/syiah_imamiah12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/S3QMJF5AuTI/AAAAAAAAABs/xvZF-trDYqY/s320/syiah_imamiah12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436984000482687282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aqidah Syi’ah sangat berbeda jauh dengan aqidah yang dianut oleh Ahlus Sunnah. Aqidah Syi’ah dibangun atas ajaran yang mendustakan riwayat yang berasal dari mayoritas sahabat Rasulullah Saw, sementara Ahlus Sunnah menerima semua riwayat yang dapat dipercaya dari semua kalangan sahabat tanpa membeda-bedakannya. Demikian inti pembicaraan yang disampaikan oleh Ust. Anung Al-Hamat, Lc selaku pembicara pertama, dalam acara tabligh akbar yang berjudul “Mengungkap Hakikat Aqidah Syi’ah dan Pergerakannya di Indonesia” di masjid Nurul Islam, Kel. Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, pada Ahad (10/01).&lt;br /&gt;Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Ta’lim ‘Alaa Bashiiroh bekerja sama dengan Yayasan Masjid Nurul Islam dan Radio Dakta 107 FM Bekasi. Pembicara dalam acara ini adalah Ust. Anung Al-Hamat, Lc dan Ust. Hartono Ahmad Jaiz. Hadir dalam acara ini Walikota Jakarta Utara atau yang mewakilinya beserta jajaran aparat Kecamatan Koja dan Kelurahan Tugu Selatan, tokoh agama dan masyarakat setempat, jamaah majelis ta’lim, dan jamaah kaum muslimin. Sebelum dimulai, acara diawali dengan pemutaran film dokumenter yang mengupas hakikat Syi’ah. Film yang berdurasi sekitar 35 menit ini dengan jelas memperlihatkan perbedaan-perbedaan antara Syi’ah dan Ahlus Sunnah.&lt;br /&gt;Ust. Anung menjelaskan, sebagai bukti bahwa antara Syi’ah dengan Ahlus Sunnah itu berbeda, maka dapat dilihat dari beberapa hal, baik perbedaan yang bersifat pokok (ushul), maupun perbedaan yang bersifat rinci (furu’). Hal ini bisa dilihat dari kitab-kitab induk yang dimiliki oleh kaum Syi’ah, seperti kitab Al-Istibshar, Ushul Al-Kafi, Furu’ Al-Kafi, dll. Perbedaan yang bersifat pokok itu misalnya berkaitan dengan rukun iman dan rukun Islam. Rukun iman Syi’ah berbeda dengan rukun iman Ahlus Sunnah, rukun Islam Syi’ah berbeda dengan rukun Islam Ahlus Sunnah.&lt;br /&gt;Rukun iman Syi’ah adalah: (1) At-Tauhid (Tauhid), (2) Al-Adl (Keadilan), (3) An-Nubuwwah (Kenabian), (4) Al-Imamah (Kepemimpinan), dan (5) Al-Maad (Hari Kiamat). Adapun rukun iman Ahlus Sunnah adalah: (1) iman kepada Allah, (2) iman kepada malaikat-malaikat Allah, (3) iman kepada kitab-kitab Allah, (4) iman kepada rasul-rasul Allah, (5) iman kepada hari akhir, (6) iman kepada qada dan qadar. Rukun Islam Syi’ah adalah: (1) Al-Wilayah (loyalitas kepada 12 imam), (2) Shalat, (3) Puasa, (4) Zakat, (5) Haji. Adapun rukun Islam Ahlus Sunnah adalah (1) sahadat, (2) shalat, (3) zakat, (4) puasa, (5) haji.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan para sahabat, kaum Syi’ah sangat berbeda sikapnya dengan Ahlus Sunnah. Kaum Syi’ah berani mengafirkan mayoritas sahabat Nabi Muhammad saw. Padahal, menurut Ahlus Sunnah para sahabat adalah orang-orang yang terbaik, atau umat yang terbaik sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT di dalam surah Ali Imran ayat 110. Kaum Syi’ah sangat memuja-muja Imam Ali r.a. melebihi penghormatannya terhadap Nabi Muhammad saw. Di sisi lain kaum Syi’ah sangat membenci sahabat Abu Bakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., Mu’awiyah r.a., Aisyah r.a., Hafshah r.a., dan yang lainnya.&lt;br /&gt;Begitu juga terhadap keberadaan kitab suci Al-Qur’an, Syi’ah meyakini bahwa Al-Qur’an sekarang ini bukan Al-Qur’an yang sebenarnya. Syi’ah memiliki Al-Qur’an sendiri, yaitu mushaf Fatimah, yaitu mushaf seperti Al-Qur’an tetapi tiga kali lipat. Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang diyakininya itu tidak ada satu huruf pun yang sama dari Al-Qur’an yang ada saat ini. Sementara, Ahlus Sunnah meyakini bahwa Al-Qur’an yang ada saat ini adalah benar-benar firman Allah yang diterima oleh Muhammad saw. yang keseluruhan isinya sudah lengkap dan sempurna. Faktanya adalah wahyu Allah itu diturunkan kepada para nabi, sementara Nabi Muhammad itu adalah penutup para nabi. Dengan demikian, kelengkapan dan kesempurnaan apa yang telah diterima oleh Nabi Muhammad saw. dari Allah SWT yang berupa Al-Qur’an itu adalah sebuah keniscayaan.&lt;br /&gt;Selain perbedaan yang bersifat pokok, perbedaan yang bersifat rinci pun tidak terhitung banyaknya (banyak sekali). Ust. Anung mengambil beberapa contoh, di antaranya perbedaan dalam cara mengucapkan syahadatain.  Cara adzan yang dikumandangkan oleh kaum Syi’ah juga berbeda dengan adzan yang dikumandangkan oleh Ahlus Sunnah. Adzan kaum Syi’ah itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;ALLAAHUAKBAR ALLAAHUAKBAR&lt;br /&gt;ALLAAHUAKBAR ALLAAHUAKBAR&lt;br /&gt;ASYHADU ALLAILAHAILLALLAAH&lt;br /&gt;ASYHADU ALLAILAHAILLALLAAH&lt;br /&gt;ASYHADUANNA MUHAMMADARRASULULLAH&lt;br /&gt;ASYHADUANNA MUHAMMADARRASULULLAH&lt;br /&gt;ASYHADUANNA 'ALIYAN WALIYULLAAH&lt;br /&gt;ASYHADUANNA 'ALIYAN HUJATULLAAH&lt;br /&gt;HAYYA 'ALASHALAA&lt;br /&gt;HAYYA 'ALASHALAA&lt;br /&gt;HAYYA 'ALALFALAA&lt;br /&gt;HAYYA 'ALALFALAA&lt;br /&gt;HAYYA 'ALA KHAIRIL AMAL&lt;br /&gt;HAYYA 'ALA KHAIRIL AMAL&lt;br /&gt;ALLAAHUAKBAR ALLAAHUAKBAR&lt;br /&gt;LAA ILAAHA ILLALLAAH&lt;br /&gt;LAA ILAAHA ILLALLAAH&lt;br /&gt;Adapun adzan bagi Ahlus Sunnah bunyinya sebagaimana yang umum dikumandangkan di masjid-masjid yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;Dalam tata cara shalat juga banyak perbedaan, misalnya setelah bacaan Al-Fatihah, kaum Syi’ah tidak mengucapkan “aamiin”, sedangkan Ahlus Sunnah mengucapkannya. Kaum Syi’ah meyakini jika mengucapkan “aamiin”, maka shalatnya batal. Kaum Syi’ah tidak melaksanakan shalat Jum’at, sementara kaum Ahlus Sunnah melaksanakannya. Dalam hal berumah tangga, kaum Syi’ah menghalalkan nikah mut’ah (nikah kontrak jangka waktu tertentu), sementara Ahlus Sunnah mengharamkannya. Menurut paham Syi’ah, seseorang yang telah mut’ah sebanyak empat kali derajatnya sama dengan Nabi Muhammad saw. Dengan logika semacam ini, Ust. Anung menanyakan, bagaimana dengan orang yang telah mut’ah lebih dari empat kali? Mungkinkah derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad saw?&lt;br /&gt;Lebih janggal lagi adalah keyakinan Syi’ah berkaitan dengan masalah penciptaan. Di dalam literatur Syi’ah disebutkan pada bab Tinah, yaitu asal penciptaan manusia, bahwa orang Syi’ah diciptakan dari tanah yang suci, dan ujungnya kemudian disebutkan akan masuk surga. Adapun selain Syi’ah, maka ia diciptakan dari tanah yang berasal dari neraka. Dosa sebesar apa pun yang dilakukan oleh orang Syi’ah nanti akan dipindahkan ke orang selain Syi’ah, dan kebaikan yang dilakukan oleh orang selain Syi’ah akan dipindahkan ke orang Syi’ah.&lt;br /&gt;Kejanggalan keyakinan Syi’ah itu bahkan sampai pada masalah kain kafan. Orang Syi’ah sekrang ini sudah membuat kain kafan yang disebut “kafan Husain”. Pada kafan Husain itu dituliskan Imam Husain bin Ali. Di Jakarta kain kafan Husain ini dijual di kalangan Syi’ah dengan harga sekitar Rp250.000,00. Orang Syi’ah meyakini bahwa kalau meninggal dunia kemudian dikafani dengan kain kafan Husain, maka ketika dikubur tidak akan ditanyai oleh malaikat. Malaikat yang datang itu akan balik lagi karena melihat kain kafan Husain, dan orang yang ada di dalam kain kafan itu langsung masuk surga.&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu diwaspadai bagi kaum muslimin, menurut Ust. Anung, adalah adanya ajaran “taqiyah”. Yaitu, ajaran yang membolehkan penganut Syi’ah untuk berdusta dalam rangka menyelamatkan agamanya atau mengelabuhi musuh sehingga tidak ketahuan. Dengan ajaran ini, seorang da’i yang berpaham Syi’ah kelihatannya seperti da’i Ahlus Sunnah. Sehingga, banyak orang awam yang terkecoh dan lama-kelamaan digiring untuk mengikuti ajaran Syi’ah. Dengan cara seperti ini, jika kaum muslimin tidak waspada dan tidak mengerti, maka paham Syi’ah akan semakin banyak diikuti.&lt;br /&gt;Kalau sekiranya kaum Syi’ah menjadi mayoritas dan mampu menguasai sebuah negara, apa bahayanya bagi Ahlus Sunnah? Menurut Ust. Anung, jika kaum Syi’ah sudah menguasai negara, maka yang pasti adalah kaum Ahlu Sunnah akan dibantai. Menurutnya, tidak ada tempat bagi Ahlus Sunnah jika kaum Syi’ah sudah berkuasa. Hal ini terjadi seperti di negara Iran yang dikuasai oleh Syi’ah. Di Ibu Kota Iran, Teheran, tidak satu pun masjid kaum Ahlus Sunnah boleh berdiri. Semua masjid yang dimiliki kaum Ahlus Sunnah harus dirobohkan. Para ulama Ahlus Sunnah dan pendukungnya juga tidak luput dari incaran kaum Syi’ah. Di Iran, tokoh-tokoh Ahlus Sunnah ditangkap, disiksa, dan dibunuh secara sadis.&lt;br /&gt;Di Indonesia sebagian kalangan Syi’ah sudah tidak lagi menggunakan taqiyah, tetapi sudah berani menampakkan jatidirinya secara terang-terangan. Ini menunjukkan bahwa penganut Syi’ah di Indonesia sudah berani menunjukkan kekuatannya.&lt;br /&gt;Sementara itu, pembicara kedua yaitu Ust. Hartono, di samping melengkapi adanya penyimpangan-penyimpangan paham Syi’ah, juga menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi para aktivis Islam dalam menghadapi kaum Syi’ah.&lt;br /&gt;Ust. Hartono melengkapi penjelasan Ust. Anung dengan mengutip dari buku karyanya yang berjudul Aliran dan Paham Sesat di Indonesia.Menurutnya, ada beberapa penyimpangan dan kesesatan Syi'ah, di antaranya:&lt;br /&gt;1. Syi'ah memandang imam itu ma'sum (terbebas dari kesalahan atau dosa).&lt;br /&gt;2. Syi'ah memandang bahwa menegakkan imamah atau kepemimpinan adalah rukun agama (masuk dalam rukun Islam).&lt;br /&gt;3. Syi'ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh ahlul bait.&lt;br /&gt;4. Syi'ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar r.a., Umar r.a., dan Utsman r.a.&lt;br /&gt;5. Syi'ah menghalalkan nikah mut'ah (nikah kontrak) yang sudah diharamkan oleh Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;6. Syi'ah menggunakan senjata taqiyah, yaitu berbohong dengan cara menampakkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya untuk mengelabuhi.&lt;br /&gt;7. Syi'ah percaya kepada ar-raj'ah, yaitu kembalinya roh-roh ke jasadnya masing-masing di dunia ini sebelum kiamat.&lt;br /&gt;8. Syi'ah meyakini imam ke-12 yang sekarang keberadaannya ghaib (tidak diketahui). Imam yang ghaib itu ketika keluar dari persembunyiannya akan menghidupkan Ali dan anak-anaknya untuk membalas dendam kepada lawan-lawannya.&lt;br /&gt;Berbicara tentang masalah Syi’ah, menurut Ust. Hartono, sebetulnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa, yaitu pada tahun 1984, yang isinya menjelaskan tentang perbedaan Syi’ah dengan Ahlus Sunnah. Dalam fatwa tersebut secara gamblang disebutkan: “Paham Syi’ah sebagai salah satu paham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni, yaitu Ahlus Sunnah wal-Jama'ah yang dianut oleh mayoritas umat Islam Indonesia.“ Selain itu, Departemen Agama Republik Indonesia (Depag) pada tanggal 5 Desember 1985 juga telah menjelaskan tentang Syi’ah yang isinya menegaskan bahwa Syi’ah itu paham yang sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;Ust. Hartono menceritakan pengalamannya ditantang ber-mubahalah(berdo'a saling melaknat bagi yang berbohong) oleh seorang Syi'ah melalui telepon. Orang itu mengaku bernama Abdullah dari Ciputat.&lt;br /&gt;Dia mengatakan, “Abu Bakar itu munafik.”&lt;br /&gt;Ust. Hartono menjawab, “Munafik bahasa Indonesia yang artinya misalnya tadi pura-pura nggak mau makan, kemudian ternyata makan, atau munafik secara istilah agama?"&lt;br /&gt;Dia jawab: "Secara istilah agama."&lt;br /&gt;Ust. Hartono menyahut, “Tidak!"&lt;br /&gt;Kemudian, terjadilah saling berbantahan, dan dia menantang Ust. Hartono untuk ber-mubahalah.&lt;br /&gt;Ust. Hartono: "Mubahalah perlu bertemu."&lt;br /&gt;Dia jawab: "Lewat telepon saja!"&lt;br /&gt;Ust. Hartono: “Kalau lewat telepon, kamu menyatakan Abu Bakar munafik dalam arti istilah agama, dalam arti kafir?"&lt;br /&gt;Dia jawab: "Ya!"&lt;br /&gt;Ust. Hartono: “Bukan sekadar bahasa Indonesia yang begini!"&lt;br /&gt;Dia jawab: "Bukan!" Kemudian dia katakan: "Kalau begitu Anda dulu untuk menyatakan mubahalah."&lt;br /&gt;Ust. Hartono: "Lho, yang mengajak siapa? Anda yang mengajak, ya Anda dulu yang harus ber-mubahalah?" Akhirnya dia mau, terus bersahadat, dan ternyata sahadatnya ditambah dengan waasyhadu ana Ali waliyullah.&lt;br /&gt;Ust. Hartono menyahut: "Tidak usah, sahadat kan sahadatain, dua kalimat sahadat, asyhadu ala ilahalillalloh waasyh hadu ana muhamadurosulullah, cukup!"&lt;br /&gt;Dia jawab: "Nggak, keyakinan saya ini, ya saya harus begini." kemudian dia menyatakan bahwasannya Abu Bakar itu benar-benar munafik.&lt;br /&gt;Ust. Hartono kemudian bersahadat, kemudian menyatakan bahwasanya benar-benar Abu Bakar Sidik itu tidak munafik. “Siapa yang berbohong dalam mubahalah ini, maka agar Allah laknat.Alhamdulillah, saya sudah tiga-empat tahun ini alhamdulillah tidak apa-apa, tetapi saya tidak tahu dia, apakah sudah mati atau bagaimana?”&lt;br /&gt;Kata Ust. Hartono, hal ini membuktikan bahwa aqidah Syi'ah yang mengafirkan sahabat itu sudah sampai di Indonesia, bahkan sudah berani menantang ber-mubahalah.&lt;br /&gt;Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh pemimpin di negeri kaum Syi’ah, Iran, yaitu Ahmadinejad. Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi dua hari menjelang pemilu beberapa waktu lalu, Ahmadinejad mengumpat kepada dua sahabat Rasulullah saw., yaitu Talhah r.a. dan Zubair r.a. Ia menganggap bahwa kedua sahabat itu telah kafir dan kembali kepada kepercayaan jahiliah. Atas pernyataannya itu, maka kecaman datang dari berbagai belahan dunia. Padahal, kedua sahabat ini—Zubair dan Tolhah—termasuk kelompok sahabat yang sudah dijamin oleh Rasulullah saw. yang akan masuk surga.&lt;br /&gt;Ahmadinejad memang politisi yang piawai di depan umum. Penampilannya yang tidak berdasi memperlihatkan kesederhanaan hidupnya. Dalam orasi-orasi politiknya sering memperlihatkan betapa beraninya dia terhadap negara adidaya Amerika Serikat (AS). Retorikanya menentang standar ganda kebijakan AS membuat masyarakat dunia—yang tidak mengetahui keadaan sebenarnya—terkagum-kagum. Tak heran jika media massa selalu membanggakan sosok yang satu ini. Padahal, dia berpaham Syi’ah yang telah terbukti menjelek-jelekkan sahabat Nabi saw.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Ust. Hartono memperlihatkan kepada hadirin satu buku terjemahan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI). Buku itu berisi daftar para ulama Ahlus Sunnah di Iran yang disembelih dan masjid-masjid yang dirobohkan oleh orang-orang Syi’ah. Buku itu memperlihatkan betapa kejamnya orang-orang Syi’ah kepada Ahlus Sunnah.&lt;br /&gt;Sejarah masa lalu juga telah menunjukkan bukti kekejaman kaum Syi'ah terhadap Ahlus Sunnah. Pada masa pemerintahan Abasiah, Al-Mu’tasim Billah, di Baghdad pada tahun 656 H, dua orang pejabat menteri yang berpaham Syi’ah—Ibnul ‘Alqami dan Nashirudin Ath-Thusi—membantu panglima Tar-Tar (pasukan mongol) untuk masuk dan menyerang kota Baghdad, sehingga tidak kurang dari 20.000 tentara Tar-Tar berhasil membantai ratusan ribu kaum muslimin bahkan tanpa tersisa, kecuali orang-orang Yahudi dan Nasrani. Selain itu, mereka juga membakar perpustakaan-perpustakaan yang ada hingga Sungai Dajlah, Sungai Tigris, dan Sungai Eufrat selama berhari-hari airnya menghitam. Akhirnya, kekhalifahan Al-Mu’tasim Billah hancur berkeping-keping.&lt;br /&gt;Pengalaman sejarah yang kelam ini seharusnya menjadi pelajaran yang berharga bagi kaum muslimin Ahlus Sunnah. Tetapi, sayangnya pengalaman pahit itu seolah sudah dilupakan, setidaknya oleh beberapa tokoh terkemuka dari dua organisasi terbesar di Indonesia (NU dan Muhammadiyah) belakangan ini. Sikap tokoh-tokoh terkemuka tersebut sangat menguntungkan bagi pergerakan Syi’ah. Sehingga, bukannya berperan di baris depan untuk menghadang gerakan Syi’ah, malahan menjadi tameng bagi kaum Syi’ah untuk menghadapi penolakan dari kaum Ahlus Sunnah.&lt;br /&gt;Pada tahun 1997 di masjid Istiqlal Jakarta diadakan seminar tentang Syi'ah. Seminar yang dibuka oleh KH Hasan Basri, ketua MUI saat itu, mendapatkan komentar miring dari Wakil Khatib Syuriah PBNU KH Said Agil Siraj. Ia pasang badan menghadapi serangan terhadap Syi'ah. Ia mengatakan saat menjadi pembicara dalam acara do'a kumel (do'a-nya orang Syi'ah), "Tak perlu ulama Syi'ah turun tangan, cukup saya dan Gus Dur dari NU, Cak Nur (Nurkholis Majid), MH Ainun Najib, Pak Amin Rais dari Muhamadiyah yang melakukan pembelaan.” Gus Dur juga melontarkan tanggapan yang keras. Ia menyebut seminar tadi kurang kerjaan. Gus Dur siap menggelar demonstrasi jika Syi’ah dilarang. Ketua PP Muhammadiyah Dinsyamsudin juga menolak usulan ormas-ormas Islam agar pemerintah melarang keberadaan paham Syi’ah di Indonesia. Hal yang sama dilakukan oleh Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi. Ia menyalahkan orang-orang NU di daerah, seperti di Pasuruan dan Bangil, yang memprotes keras keberadaan Syi’ah.&lt;br /&gt;Sikap-sikap yang telah ditunjukkan oleh beberapa tokoh tersebut sangat jauh berbeda dengan yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu mereka. Seharusnya para yunior itu meneladani sikap terpuji yang telah dilakukan oleh para seniornya. Dulu KH Irfan Zidni dari PBNU dan KH Dawam Anwar dari Wakil Khatib Syuriah NU sangat menentang Syi'ah. KH Dawam Anwar pernah menyatakan, ketika kita membaca sejarah, maka orang Syi'ah sampai dibakar oleh Ali bin Abi Thalib r.a. Mengapa sampai dibakar, karena orang Syi'ah mengatakan kepada Ali: “Anta-Anta”, artinya adalah “Engkau-Engkau”, maksudnya adalah bersifat Tuhan. Maka, mereka dihukum mati dengan cara dibakar.&lt;br /&gt;Akibat dari sikap sebagian para tokoh terkemuka yang membela Syi’ah, maka Syi’ah dengan mudah dapat menerobos ke tempat-tempat yang strategis. Sekarang ini telah didirikan sebanyak 12 Iranian Counter di seluruh Indonesia. Irian Counter ini didirikan oleh Iran di perguruan-perguruan tinggi Islam. Sebagai contoh adalah Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dan alhamdulillah, ternyata sudah dimusnakah oleh Allah waktu banjir Situ Gintung tahun 2009. Kejadian itu memusnahkan Iranian Counter di UMJ. Selain di perguruan tinggi Islam, Irian Counter juga telah didirikan di kantor pusat PBNU Kramat Raya di lantai lima. Menurut keterangan di situs resmi NU (www.nu.org), di dalam Iranian Counter tersebut terdapat tidak kurang dari 500 buah buku dari Iran.&lt;br /&gt;Strategi Syi’ah di dalam menghancurkan kaum Ahlus Sunnah di Indonesia juga terlihat semakin bervariasi. Hal itu terlihat setelah ditangkapnya para pendatang dari Iran yang menyelundupkan narkoba. Modus baru kaum Syi’ah seperti ini perlu diwaspadai oleh kaum muslimin. Dengan demikian, serangan orang-orang Syi’ah sekarang ini mengandung dua hal yang sangat membahayakan, yaitu serangan yang membahayakan aqidah berupa penyebaran ajaran Syi’ah, dan serangan yang membahayakan jiwa dan raga berupa penyelundupan narkoba. Jika kaum muslimin Ahlus Sunnah tidak siap siaga menghadapi serangan kaum Syi’ah, maka tunggulah saat yang menentukan itu tiba: kaum Syi’ah yang akan membantai kaum muslimin Ahlus Sunnah atau Ahlus Sunnah yang akan memberantas kesesatan kaum Syi’ah?.&lt;br /&gt;Pada Selasa, Februari 09, 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-6185297809190796280?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/6185297809190796280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/02/mengungkap-hakikat-aqidah-syiah-dan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/6185297809190796280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/6185297809190796280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/02/mengungkap-hakikat-aqidah-syiah-dan.html' title='Mengungkap Hakikat Aqidah Syi’ah dan Pergerakannya di Indonesia'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/S3QMJF5AuTI/AAAAAAAAABs/xvZF-trDYqY/s72-c/syiah_imamiah12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-9221949702413405569</id><published>2010-01-25T00:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-25T00:11:24.444-08:00</updated><title type='text'>Pojok Ardian Husaini "Masalah Kata ”Allah” di Malaysia dan Indonesia"</title><content type='html'>Pengantar: Masalah penggunaan kata ”Allah” di Malaysia sekarang menyita banyak perhatian masyarakat internasional. Tidak hanya di Malaysia, di Indonesia pun, sejumlah media massa menurunkan berita dan opini seputar masalah ini. Sejumlah pihak mengirimi saya beberapa berita dan opini melalui emel dan meminta tanggapan. Untuk sedikit menjernihkan masalah ini, berikut ini saya turunkan tulisan, yang – karena agak panjang – saya bagi menjadi tiga serial Catatan Akhir Pekan (CAP) ke-277, 278, dan 279). Sebagian data di sini sudah pernah kita sajikan dalam CAP-CAP sebelumnya. Untuk memudahkan pemahaman, data itu kita ungkapkan lagi, diramu dengan berbagai data baru yang penulis temukan. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus “penggunaan kata Allah” di Malaysia rupanya masih belum berujung. Kasus yang sudah bermula tahun 2007 ini kembali memanas setelah Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur pada 31 Desember 2009 membenarkan penggunaan kata ''Allah'', sebagai pengganti kata Tuhan, oleh surat kabar Katholik Herald-The Catholic Weekly terbitan Gereja Katolik Roma, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, kaum Muslim di Malaysia, diwakili pemerintah Malaysia,  berkeberatan dengan keputusan tersebut dan mengajukan Banding ke peradilan yang lebih tinggi. Di Malaysia, masalah ini memang sangat menyita perhatian publik. Pada 1 April 2009 lalu, saya sempat menghadiri sebuah seminar tentang kontroversi penggunaan kata Allah bagi Majalah Katolik ini di Kuala Lumpur. Bagi kaum Muslim dan pemerintah Malaysia, pelarangan penggunaan nama Allah bagi kaum non-Muslim memang memiliki dasar hukum yang kuat. Sebab, di hampir seluruh negara bagian di Malaysia, memang ada peraturan yang melarang kaum non-Muslim menggunakan sejumlah istilah khas dalam Islam, seperti Allah, Baitullah, Rasulullah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Di Malaysia, Islam adalah “agama resmi negara” (agama Persekutuan). Kaum non-Muslim dilarang menyebarkan agama mereka kepada kaum Muslim. Sebab, sesuai konstitusi Malaysia, salah satu tugas pemerintah adalah melindungi aqidah Islam.  Di Malaysia, istilah Melayu identik dengan Islam. (Sebaliknya, di Indonesia, banyak yang memahami istilah “Melayu” identik dengan “lagu dangdut”).  Kamus Dewan yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pendidikan Malaysia, Kuala Lumpur, 1989, juga menegaskan keidentikan antara Islam dengan Melayu. Disebutkan, bahawa istilah “masuk Melayu” mempunyai dua erti, yaitu (1) mengikut cara hidup orang-orang Melayu dan (2) masuk Islam.  Menyadari pentingnya kedudukan akidah Islam untuk menjaga ketahanan masyarakat Malaysia, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) – satu institusi Islam resmi di bawah pemerintah Melaysia --  menyatakan:&lt;br /&gt;"Kerajaan tidak pernah bersikap sambil lewa dalam hal-hal yang berkaitan dengan akidah umat Islam. Segala pendekatan dan saluran digunakan secara bersepadu dan terancang bermula dari pendidikan hinggalah ke penguatkuasaan undang-undang semata-mata untuk melihat akidah umat Islam terpelihara di bumi Malaysia".  (Lihat, http://www.islam.gov.my/e-rujukan/islammas.html).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam soal kenegaraan, Malaysia memang beda dengan Indonesia. Meskipun jumlah umat Muslim hanya sekitar 60 persen, Malaysia dengan tegas menyatakan dirinya sebagai kelanjutan Kerajaan-kerajaan Melayu Islam, dan Islam ditempatkan dalam konstitusi negara sebagai agama negara (agama Persekutuan).  Dalam kaitan inilah,  pemerintah Malaysia melarang penggunaan kata "Allah" untuk penerbitan buku dan referensi kaum non-Muslim di negara itu. Malaysia juga pernah menyita belasan ribu kitab suci umat Kristen, Alkitab, yang diimpor dari Indonesia yang menggunakan kata "Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah Katolik Herald edisi bahasa Inggris memang tidak menggunakan kata Allah. Tapi, kata Allah mereka gunakan untuk edisi bahasa Melayu. Karena itulah, kaum Muslim di Malaysia melihat, ini salah satu indikasi jelas, bahwa ada tujuan ”misi Kristen” dibalik penggunaan kata Allah tersebut.  Tapi, kaum Katolik di Malaysia berkeberatan dengan larangan pemerintah atas penggunaan kata "Allah" di media mereka. Gugatan kaum Katolik ini kemudian dikabulkan oleh pengadilan. Hanya saja, pada 4 Januari 2010, pemerintah Malaysia mengajukan banding atas putusan Pengadilan Tinggi itu. Pemerintah juga meminta agar putusan pengadilan itu ditangguhkan, sampai muncul putusan atas banding itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah penggunaan kata ”Allah” di Malaysia  ini telah menyita perhatian dunia internasional. Pelarangan penggunaan kata ”Allah” di Malaysia sebenarnya sudah berlangsung sejak awal tahun 1980-an.  Sejumlah media di Indonesia – baik cetak maupun elektronik – pun ikut menyiarkan berita di Malaysia tersebut. Apalagi, menyusul keputusan Pengadilan Tinggi, terjadilah penyerangan terhadap sejumlah Geraja di Malaysia. Ditengarai, serangan itu dilakukan akibat marahnya sebagian kaum Muslim atas keputusan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap umat Islam di Malaysia sendiri terbelah.  Jika pemerintah Malaysia – yang didominasi Partai UMNO -- melarang penggunaan kata Allah oleh kaum Kristen, sikap sebaliknya ditunjukkan oleh Partai Islam se-Malaysia (PAS). Partai yang sering dikategorikan sebagai ”partai Islam” ini justru  menyatakan tidak keberatan dengan penggunaan kata "Allah" sebagai alternatif kata Tuhan untuk kalangan non-Muslim. Menurut PAS, kata Allah bisa digunakan oleh para penganut agama keturunan Nabi Ibrahim - yang dikenal oleh umat Nasrani dan Yudaisme sebagai Abraham. Harian yang terbit di Malaysia, The Star, melaporkan adanya pertemuan Dewan Pimpinan PAS, pada 4 Januari 2010, yang menghasilkan keputusan tersebut. Presiden PAS, Hadi Awang, menyatakan, bahwa penggunaan kata Allah di luar non-Muslim ada syaratnya, yakni kata ”Allah” tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan yang bisa mengganggu kerukunan beragama di Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya yang beberapa tahun tinggal di Malaysia dan pernah cukup intens mengikuti pergumulan politik di Malaysia melalui media massa, sikap PAS itu bisa dipahami sangat kental nuansa politisnya. Konflik PAS dan UMNO seperti  sudah mendarah daging. Bagi kita, kaum Musim Indonesia,  tentu sangat heran, mengapa kedua partai yang sama-sama berbasis Melayu ini tidak bisa bersatu dalam pandangan dan sikapnya dalam hal-hal yang bersifat keagamaan, dan melupakan pandangan politis mereka. Namun, kita juga bisa memahami, jika melihat kondisi serupa yang terjadi pada sejumlah partai Islam di Indonesia.  Kadangkala, sebagai orang yang berada di luar partai, kita mengharapkan, agar partai-partai Islam itu dapat bersatu untuk sama-sama memperjuangkan aspirasi Islam. Tapi, itulah realitasnya; baik di Malaysia atau pun di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan PAS yang menyatakan, bahwa agama Yahudi dan Kristen adalah pelanjut agama Ibrahim pun lebih bertendensi politis dan sosiologis.  Secara aqidah, menurut Islam, jelas Islam menolak klaim Yahudi dan Kristen bahwa mereka adalah pelanjut agama Ibrahim a.s.  Seorang Muslim, yang berpikir dalam perspektif Islamic worldview, akan sangat yakin, bahwa ’agama Ibrahim’ adalah agama Tauhid. Dan sebab itu, hanya Islamlah yang konsisten melanjutkan ajaran Tauhid Nabi Ibrahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran menjelaskan: “Dan siapakah yang lebih baik din-nya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti millah Ibrahim yang hanif.” (QS 4:125).  “Ibrahim bukanlah Yahudi atau Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang hanif dan Muslim, dan dia bukanlah orang musyrik.” (QS 3:67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Yudaisme adalah agama yang ber-Tuhan satu (monoteis),  tetapi kaum Muslim meyakini bahwa telah terjadi penyimpangan (tahrif) yang serius pada Kitab Yahudi (juga Kristen). Menurut Al Quran, orang-orang Yahudi dan Nasrani telah mengubah-ubah kitab yang diturunkan Allah, menyembunyikan kebenaran, dan menulis kitab menurut keinginan dan hawa nafsu mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Sebagian dari orang-orang Yahudi mengubah kalimat-kalimat dari tempatnya." (An Nisa: 46). "Maka apakah kamu ingin sekali supaya mereka beriman karena seruanmu, padahal sebagian mereka ada yang mendengar firman Allah, lalu mengubahnya sesudah mereka memahaminya,s edangkan mereka mengetahuinya." (al-Baqarah:75). "Sungguh celakalah orang-orang yang menulis al-kitab dengan tangan mereka, lalu mereka katakan: "Ini adalah dari Allah."  (mereka lakukan itu) untuk mencari keuntungan sedikit. Sungguh celakalah mereka karena aktivitas mereka menulis kitab-kitab (yang mereka katakan dari Allah itu), dan sungguh celakalah mereka akibat  tindakan mereka. (al-Baqarah:79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monoteisme memang mengakui Tuhan yang satu. Tetapi, monoteisme belum tentu sama dengan Tauhid. Dalam konsep Islam, Tauhid adalah pengakuan Allah sebagai satu-satunya Tuhan, disertai unsur ikhlas dan  rela diatur  oleh Allah SWT. Maka, syahadat Islam berbunyi “Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”. Syahadat Islam bukan berbunyi: “Tidak ada tuhan selain Tuhan”, juga bukan “Tidak ada tuhan selain Yahweh”. Karena itu, jika orang menyembah Tuhan yang satu, tetapi yang ‘yang satu’ itu adalah Fir’aun, maka dia tidak bisa disebut ‘bertauhid’. Iblis pun tidak bisa dikatakan bertauhid, tetapi disebut kafir, karena menolak tunduk kepada Allah, meskipun dia tahu bahwa Allah sebagai satu-satunya Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif seorang Muslim yang memegang teguh Islamic worldview, memasukkan agama Yahudi sebagai pelanjut agama Ibrahim, adalah pernyataan yang sangat bermasalah. Kaum Yahudi memang menyembah Tuhan yang satu. Tetapi, hingga kini, mereka masih berselisih paham tentang siapa Tuhan yang satu itu? Sebagian menyebut-Nya sebagai ‘Yahweh’. Tetapi, dalam tradisi Yahudi, nama Tuhan tidak boleh diucapkan. Oxford Concise Dictionary of World Religions menulis: “Yahweh: The God of Judaism as the ‘tetragrammaton YHWH’, may have been pronounced. By orthodox and many other Jews, God’s name is never articulated, least of all in the Jewish liturgy.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena menolak beriman kepada kenabian Muhammad saw, maka kaum Yahudi dan Kristen kehilangan jejak kenabian dan Tauhid. Dalam pandangan Islam, kaum Yahudi telah kehilangan data-data valid dalam Kitab mereka. Ini juga ditulis oleh Th.C.Vriezen, dalam buku ”Agama Israel Kuno”  (Jakarta: BPK, 2001):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Ada beberapa kesulitan yang harus kita hadapi jika hendak membahas bahan sejarah Perjanjian Lama secara bertanggung jawab. Sebab yang utama ialah bahwa proses sejarah ada banyak sumber kuno yang diterbitkan ulang atau diredaksi (diolah kembali oleh penyadur)… Namun, ada kerugiannya yaitu adanya banyak penambahan dan perubahan yang secara bertahap dimasukkan ke dalam naskah, sehingga sekarang sulit sekali untuk menentukan bagian mana dalam naskah historis itu yang orisinal (asli) dan bagian mana yang merupakan sisipan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dalam pandangan Islam, Yudaisme (agama Yahudi) bukanlah agama yang dibawa oleh Nabi Musa a.s. Tetapi, Yudaisme adalah agama yang menyeleweng dari agamanya dari Musa a.s. CM Pilkington, dalam Judaism, menulis: “It was in the 1880’s that the term ‘Judaism’ became widely used and this bacause social and political emancipation then made it necessary for Jews to work out for non-Jews...”  Juga disebutkan, “Judaism is the religion of the Jewish people, upon whom its faith and obligations are binding. The relationship between God and the people of Israel is fundamental.”  Siapakah yang disebut Yahudi?  “According to Jewish Law, as codified in the Talmud and defined by rabbis from late antiquity to the present day, a Jew is a person who is born of a Jewish mother or has been converted to Judaism.”  Louis Jacobs, seorang teolog  Yahudi merumuskan: “A Judaism without God is no Judaism. A Judaism without Torah is no Judaism. A Judaism without Jews is no Judaism.”  (Pilkington, Judaism,  (London: Hodder Headline Ltd.,  2003)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kaum Musim, maka persoalan paling serius dalam Yudaism adalah penolakan mereka terhadap kenabian Muhammad saw. Nabi Isa a.s. pernah mengajak kaumnya (bangsa Yahudi) agar mengimani kenabian Muhammad saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan ingatlah ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian, membenarkan kitab yang turun sebelumku yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad. Maka, tatkala Rasul itu datang kepada mereka, dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS ash-Shaf:6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan konsep Yahudi,  Islam sangat menekankan bahwa karunia Allah kepada bangsa Yahudi dikaitkan dengan ketaatan atas perjanjian mereka dengan Allah. Islam tidak mengakui sama sekali adanya konsep yang menyatakan Yahudi sebagai bangsa pilihan dan mendapat karunia sampai kapan pun, tanpa memandang, apakah mereka taat atau tidak kepada Allah. (QS 2:85).  Dalam sejumlah ayat Bible memang disebutkan Israel sebagai anak Tuhan “son of God”.  Kitab Keluaran 4:22-24 menyatakan: “Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman Tuhan: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung. Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, Tuhan bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, al-Quran menyebutkan, kaum Yahudi adalah bangsa yang sangat rasialis. Allah SWT berfirman (yang terjemahnya): “Katakanlah: hai orang-orang Yahudi, jika kamu mengaku bahwa sesungguhnya kamu saja yang merupakan kekasih Allah, bukan manusia-manusia lainnya, maka harapkanlah kematian, jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS 62: 6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan klaim sebagai pelanjut keturunan Ibrahim yang sah itulah, kaum Yahudi menggunakan haknya untuk mengusir bangsa Palestina dari negeri mereka. Bahkan, sebagian kelompok, seperti pengikut Meir Kahane, memperbolehkan digunakannya tindak kekerasan untuk mengusir bangsa non-Yahudi dari Palestina. Salah seorang pengikut aliran ini, Yigal Amir, pernah membunuh Yitzak Rabin karena menegosiasikan Tanah yang dijanjikan Tuhan itu (the promised land) dengan bangsa non-Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap rasialis Yahudi yang mengklaim sebagai pewaris darah Ibrahim yang sah ini telah dikecam oleh dunia internasional. Resolusi Majelis Umum PBB, No 3379, 10-11- 1975 menyatakan: "Zionisme adalah sebentuk rasisme dan diskriminasi rasial."  Konferensi Asia-Afrika Bandung, Indonesia, 1955, menyebut Zionisme sebagai: “the last chapter in the book of old colonialism, and the one of the blackest and darkest chapter in human history".  Tokoh Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Dr. Roeslan Abdulgani juga mencatat: "Zionisme boleh dikatakan sebagai kolonialisme yang paling jahat dalam jaman modern sekarang ini. Ia berbau rasialisme.” Kritikan keras terhadap rasialis kaum Yahudi juga diberikan oleh cendekiawan terkenal Israel, Prof. Israel Shahak. Dalam bukunya, Jewish History, Jewish Religion, Shahak menulis: “In my view, Israel as a Jewish state constitutes a danger not only to itself and its inhabitants, but to all Jew and to all other peoples and states in the Middle East and beyond.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, Islam mengecam keras klaim rasialis Yahudi. Kaum Muslim mengikatkan diri dengan Ibrahim a.s., hanya mendasarkan diri pada garis keimanan, bukan “garis darah”.  Maka, dalam perspektif keimanan Islam, hanya Islamlah agama yang menjadi pelanjut agama Ibrahim a.s. yang sah. Sebab, hanya Islam yang mengakui garis kenabian dari Ibrahim a.s. sampai kepada Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;Karena itu,  dalam pandangan Islam, agama Yahudi (Yudaisme) saat ini bukanlah pelanjut yang absah dari agama Ibrahim a.s. Begitu juga dengan agama Kristen. Dalam pandangan Islam, agama Kristen  saat ini adalah agama yang menyimpang dari agama Nabi Isa a.s. Sebab, sama dengan Yahudi, Kristen juga menolak kenabian Muhammad saw dan bahkan mengangkat status Nabi Isa a.s. sebagai Tuhan. Al-Quran memberikan kritik-kritik yang sangat mendasar terhadap konsep ketuhanan Kristen ini. (QS 19:88-91, 5:72-75, dll.). Secara tegas, al-Quran menyebutkan, bahwa Nabi Isa a.s. pernah menyeru Bani Israil agar mengakuinya sebagai Rasul, utusan Allah, dan mengabarkan kedatangan Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai agama wahyu (agama samawi) yang bersumberkan pada wahyu yang bersifat universal dan final, posisi Islam terhadap agama lain bersifat final dan tidak mengikuti dinamika sejarah. Setelah wahyu Allah SWT sempurna diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, maka Allah menegaskan, bahwa ”Pada Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan Aku cukupkan bagimu nikmat-Ku, dan Aku ridhai Islam sebagai agamamu.” (QS 5:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut secara tegas menyebutkan, bahwa ”Islam” adalah agama yang diridhai oleh Allah. Dan kata ”Islam” dalam ayat ini adalah menunjuk kepada nama agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw. Bahkan, secara tegas, nama agama ini diberi nama ”Islam” setelah sempurna diturunkan oleh Allah kepada Nabi-Nya yang terakhir, yakni Nabi Muhammad saw.  Para pengikut nabi-nabi sebelumnya diberi sebutan sebagai ”muslimun”, tetapi nama agama para nabi sebelumnya, tidak secara tegas diberi nama ”Islam”, sebagaimana agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Meskipun, semua agama yang dibawa oleh para nabi mengandung inti ajaran yang sama, yakni ajaran Tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, agama-agama para nabi sebelumnya, saat ini sudah sulit dipastikan keotentikannya, karena kitab mereka sudah mengalami tahrif (perubahan-perubahan) dari pemeluknya. (QS 2:59, 75, 79).  Karena itulah, menurut Islam, harusnya pengikut para nabi sebelumnya, seperti kaum Yahudi dan Nasrani, juga mengimani Muhammad sebagai nabi Allah SWT. Rasulullah saw bersabda: “Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nashrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Islam&lt;br /&gt;Karena Islam memelihara kontinuitas kenabian, maka dalam pandangan Islam, Islam  adalah satu-satunya agama yang memelihara kontinuitas wahyu. Karena itu, Islam bisa dikatakan sebagai satu-satunya agama wahyu, dan satu-satunya agama yang memiliki ritual yang universal, final, dan otentik. Ini disebabkan Islam memiliki teladan (model) yang final sepanjang zaman.  Sifat otentisitas dan universalitas Islam masih terpelihara hingga kini.  Meskipun zaman berganti, ritual dalam Islam tidak berubah. Shalatnya orang Islam di mana pun sama. Tidak pandang waktu dan tempat. (Tentang konsep Islam sebagai “true submission”, lihat disertasi Dr. Fatimah Bt. Abdillah di ISTAC, Kuala Lumpur,  yang berjudul An Analysis of the Concept of Islam as “True Submission” on the Basis of Al-Attas Approach, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai agama wahyu, Islam memiliki berbagai karakter khas. Pertama, diantara agama-agama yang ada, Islam adalah agama yang namanya secara khusus disebutkan dalam Kitab Sucinya. Nama agama-agama selain Islam diberikan oleh para pengamat keagamaan atau oleh manusia, seperti agama Yahudi (Judaisme), agama Katolik (Katolikisme), agama Protestan (Protestantisme), agama Budha (Budhisme), agama Hindu (Hinduisme), agama Konghucu (Konfusianisme), dan sebagainya.  Sedangkan Islam tidaklah demikian. Nama Islam, sebagai nama sebuah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhamamd saw,  sudah disebutkan ada dalam a-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Sesungguhnya agama yang diridhai oleh Allah adalah Islam." (QS 3:19). "Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan akan diterima dan di akhirat nanti akan termasuk orang-orang yang merugi." (QS 3:85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang nama Islam sebagai nama agama, cendekiawan besar dari Malaysia Syed Muhammad Naquib al-Attas mencatat dalam bukunya, Prolegomena to The Metaphysics of Islam: “There is only one genuine revealed religion, and its name is given as Islam, and the people who follow this religion are praised by God as the best among mankind… Islam,  then, is not merely a verbal noun signifying ‘submission’;  it is also the name of particular religion descriptive of true submission, as well as the definition of religion: submission to God.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah posisi teologis Islam. Posisi ini tentu saja berbeda dengan posisi teologis Yahudi dan Kristen. Perbedaan ini harus diakui dan dihormati. Bagaimana pun, kaum Yahudi dan Kristen tidak menerima konsep kenabian Muhammad sebagai utusan Allah yang terakhir. Dengan kata lain, dalam pandangan Yahudi dan Kristen, Muhammad saw bukanlah seorang nabi, tetapi seorang pembohong. Dr. Abraham Geiger (m. 1871), salah satu tokoh Yahudi yang menjadi perintis studi al-Quran di Barat, menulis sebuah buku berjudul What did Muhammad Borrow from Judaism?  Pada posisinya sebagai Yahudi, ia menuduh Nabi Muhammad saw telah menjiplak Bibel dan tradisi ritual Yahudi. Geiger menulis: “Muhammad like the rabbis prescribes the standing position for prayer.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim dilarang memaksakan keimanan dan keyakinan mereka kepada kaum Yahudi dan Kristen serta pemeluk agama mana pun. Sebab, telah jelas mana yang benar dan mana yang salah. (QS 2:256). Karena itu, sejak awal kehadirannya, Islam sudah diperintahkan mengakui dan menghormati keyakinan agama lain. Tetapi pada saat yang sama, kaum Muslim juga diperintahkan, agar memproklamasikan dirinya sebagai Muslim: Isyhaduu bi-anna Muslimun.  (Saksikanlah bahwa kami adalah Muslim). Seorang anak yang Muslim tetap wajib menghormati kedua orang tuanya, meskipun mereka belum memeluk Islam. Rasulullah juga membangun hubungan baik dengan tetangganya yang Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut Islam, sangatlah tidak benar, jika problem politik dan sosial sampai mengubah konsep teologis kaum Muslim terhadap agama lain.  Berbeda dengan kaum Pluralis agama yang berjuang untuk menggerus keyakinan tiap agama – digantikan dengan konsep global theology – Islam memandang kerukunan umat beragama harus dibangun di atas dasar penghormatan kepada keyakinan masing-masing agama.  Karena ada perbedaan itulah, maka ada dialog dan diskusi. Karena ada perbedaan itulah ada dinamika hidup dan upaya membangun saling pengertian dan kerukunan. Bukan justru merusak keyakinan masing-masing agama untuk dibawa kepada satu agama baru bernama ”Pluralisme Agama”. (Bersambung).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-9221949702413405569?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/9221949702413405569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/01/pojok-ardian-husaini-masalah-kata-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/9221949702413405569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/9221949702413405569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/01/pojok-ardian-husaini-masalah-kata-allah.html' title='Pojok Ardian Husaini &quot;Masalah Kata ”Allah” di Malaysia dan Indonesia&quot;'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-5000679020415329825</id><published>2010-01-14T22:53:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T23:10:54.926-08:00</updated><title type='text'>Jangan Nodai Keagungan Jihad</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/S1AS5sjytPI/AAAAAAAAABc/ogf-Ttn2Nik/s1600-h/slaves-of-Allah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/S1AS5sjytPI/AAAAAAAAABc/ogf-Ttn2Nik/s320/slaves-of-Allah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426858333404574962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jihad, sebagai bagian dari ajaran syariah Islam memang kerap kali mendapatkan serangan dan tuduhan dari musuh-musuh Islam. Seringkali jihad diidentikkan dengan aksi-aksi terorisme. Akibatnya, Islam digambarkan menjadi sebuah agama yang penuh dengan kekerasan dan kekejaman. Untuk itulah perlu dilakukan upaya pelurusan terhadap makna jihad. Ini dimaksudkan agar keagungan ajaran jihad tidak ternodai dan supaya umat Islam, termasuk para ulamanya tidak terjebak pada stigma-stigma negatif yang dilancarkan oleh musuh-musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad dalam Islam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana shalat, zakat, haji dan ibadah lainnya, jihad adalah bagian dari ajaran Islam. Jihad bahkan termasuk di antara kewajiban dalam Islam yang sangat agung, yang menjadi 'mercusuar' Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara bahasa, jihad bermakna: mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muhîth, kata ja-ha-da.) Secara bahasa, jihad juga bisa berarti: mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan (An-Naysaburi, Tafsîr an-Naysâbûrî, XI/126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam pengertian syar‘î (syariat), para ahli fikih (fuqaha) mendefinisikan jihad sebagai upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah secara langsung maupun memberikan bantuan keuangan, pendapat, atau perbanyakan logistik, dan lain-lain (untuk memenangkan pertempuran). Karena itu, perang dalam rangka meninggikan kalimat Allah itulah yang disebut dengan jihad. (An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, II/153. Lihat juga, Ibn Abidin, Hâsyiyah Ibn Abidin, III/336).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam al-Quran, jihad dalam pengertian perang ini terdiri dari 24 kata. (Lihat Muhammad Husain Haikal, Al-Jihâd wa al-Qitâl. I/12). Kewajiban jihad (perang) ini telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam al-Quran di dalam banyak ayatnya. (Lihat, misalnya: QS an-Nisa' 4]: 95); QS at-Taubah [9]: 41; 86, 87, 88; QS ash-Shaf [61]: 4). Bahkan jihad (perang) di jalan Allah merupakan amalan utama dan agung yang pelakunya akan meraih surga dan kenikmatan yang abadi di akhirat. (Lihat, misalnya: QS an-Nisaa’ [4]: 95; QS an-Nisa’ [4]: 95; QS at-Taubah [9]: 111; QS al-Anfal [8]: 74; QS al-Maidah [5]: 35; QS al-Hujurat [49]: 15; QS as-Shaff [61]: 11-12. Sebaliknya, Allah telah mencela dan mengancam orang-orang yang enggan berjihad (berperang) di jalan Allah (Lihat, misalnya: QS at-Taubah [9]: 38-39; QS al-Anfal [8]: 15-16; QS at-Taubah [9]: 24). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, kapan dan dimana jihad dalam pengertian perang itu dilakukan? Pertama: manakala kaum Muslimin atau negeri mereka diserang oleh orang-orang atau negara kafir. Contohnya adalah dalam kasus Afganistan dan Irak yang diserang dan diduduki AS sampai sekarang, juga dalam kasus Palestina yang dijajah Israel. Inilah yang disebut dengan jihad defensif (difâ‘î). Dalam kondisi seperti ini, Allah SWT telah mewajibkan kaum Muslim untuk membalas tindakan penyerang dan mengusirnya dari tanah kaum Muslim (lihat QS. Al Baqarah [2]: 190). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: manakala ada sekelompok komunitas Muslim yang diperangi oleh orang-orang atau negara kafir. Kaum Muslim wajib menolong mereka. Sebab, kaum Muslim itu bersaudara, laksana satu tubuh. Karena itu, serangan atas sebagian kaum Muslim pada hakikatnya merupakan serangan terhadap seluruh kaum Muslim di seluruh dunia. Karena itu pula, upaya membela kaum Muslim di Afganistan, Irak atau Palestina, misalnya, merupakan kewajiban kaum Muslim di seluruh dunia (lihat QS al-Anfal [8]: 72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: manakala dakwah Islam yang dilakukan oleh Daulah Islam (Khilafah) dihadang oleh penguasa kafir dengan kekuatan fisik mereka. Dakwah adalah seruan pemikiran, non fisik. Manakala dihalangi secara fisik, wajib kaum Muslim berjihad untuk melindungi dakwah dan menghilangkan rintangan-rintangan fisik yang ada di hadapannya di bawah pimpinan khalifah. Inilah yang disebut dengan jihad ofensif (hujûmî). Inilah pula yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para Sahabat setelah mereka berhasil mendirikan Daulah Islam di Madinah. Mereka tidak pernah berhenti berjihad (berperang) dalam rangka menghilangkan halangan-halangan fisik demi tersebarluaskannya dakwah Islam dan demi tegaknya kalimat-kalimat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jihad ofensif itulah Islam tersebar ke seluruh dunia dan wilayah kekuasaan Islam pun semakin meluas, menguasai berbagai belahan dunia. Ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah. Bahkan jihad (perang) merupakan metode Islam dalam penyebaran dakwah Islam oleh negara (Daulah Islam) (lihat QS al-Baqarah [2]: 193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keagungan Jihad Tak Boleh Dinodai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana paparan di atas, jihad adalah amal yang agung. Imam an-Nawawi, dalam Riyâdh ash-Shâlihîn, membuat bab khusus tentang jihad. Beliau antara lain mengutip sabda Nabi saw., sebagaimana yang dituturkan oleh Abu Hurairah: Rasulullah saw. pernah ditanya, "Amal apakah yang paling utama?" Jawab Nabi, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Beliau diitanya lagi, "Kemudian apa?" Jawab Nabi, "Perang di jalan Allah." Beliau ditanya lagi, "Kemudian apa?" Jawab Nabi, "Haji mabrur." (HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar juga mengatakan bahwa dalam hadis tersebut (atau yang serupa) perang di jalan Allah (jihad fi sabilillah) adalah amal yang paling utama setelah iman kepada Allah dan Rasul-Nya (Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, 5/149).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sudah selayaknya kaum Muslim menjaga keagungan jihad ini dari siapapun yang berusaha menodai dan merendahkannya, baik karena ketadaktahuannya, ataupun karena kedengkiannya (seperti yang dilakukan Barat kafir penjajah) terhadap aktivitas jihad. Sebab, di samping makna jihad telah diterapkan dengan kurang tepat, keagungan jihad juga telah sengaja direndahkan oleh Barat kafir imperialis. Barat, misalnya, telah lama menyebut Islam sebagai agama 'barbarian' hanya karena mengajarkan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Bush bahkan menyebut Islam sebagai agama radikal dan fasis, sementara mantan PM Inggris Blair menjuluki Islam sebagai 'ideologi Iblis'; juga antara lain karena faktor jihad. Colin Powell saat menjadi menteri luar negeri AS juga pernah mengatakan, "Jika mereka hanya mengirim generasi muda ke madrasah, sekolah itu tidak melakukan apa-apa, tetapi mengindoktrinasi mereka dalam aspek-aspek buruk. Mengajarkan kebencian tidak akan membawa perdamaian bagi kita semua di kawasan ini.” (Media Indonesia, 23/1/2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Semua itu tidak lain sebagai bentuk propaganda mereka agar kaum Muslim menjauhi aktivitas jihad. Sebab, bagaimanapun Barat menyadari bahwa jihad adalah ancaman tersebar bagi keberlangsungan mereka atas Dunia Islam. Karena itu, Barat bahkan berusaha agar jihad dihilangkan dari ajaran Islam. Hal itu antara lain diwujudkan dengan upaya Barat untuk memaksakan kurikulum pendidikan sekuler ke madrasah-madrasah, pesantren-pesantren, atau lembaga-lembaga pendidikan Islam karena selama ini lembaga-lembaga tersebut dianggap mengajarkan kekerasan dan memproduksi 'para teroris'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, kaum muslimin harus mewaspadai setiap upaya dari Barat kafir penjajah yang berusaha memanipulasi bahkan menghapuskan ajaran dan hukum jihad dari Islam demi kepentingan politik mereka. Oleh karena itu wajib bagi para ulama untuk tetap dan terus mengajarkan ajaran jihad serta menyerukannya kepada umat untuk mempersiapkannya. Wallahu A’lam Bi Shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-5000679020415329825?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/5000679020415329825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/01/jangan-nodai-keagungan-jihad.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/5000679020415329825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/5000679020415329825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2010/01/jangan-nodai-keagungan-jihad.html' title='Jangan Nodai Keagungan Jihad'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/S1AS5sjytPI/AAAAAAAAABc/ogf-Ttn2Nik/s72-c/slaves-of-Allah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-1486610538160860385</id><published>2009-12-15T00:17:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T00:20:10.711-08:00</updated><title type='text'>THOIFAH MANSHURAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SydGrCUlmXI/AAAAAAAAABU/PkPZKIvXHzY/s1600-h/jihad12.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 317px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SydGrCUlmXI/AAAAAAAAABU/PkPZKIvXHzY/s320/jihad12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415374782107851122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah ia mendengar rasulullah bersabda, “akan senantiasa ada sekelompok ummatku yang berperang di atas kebenaran, mereka meraih kemengan sampai hari kiamat…”.&lt;br /&gt;( HR. MUSLIM )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Mereka?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas ulama salaf – seperti imam Ali bin Madani, Al Bukhori dan Ahmad – menyatakan bahwa thoifah manshurah adalah ashhabul hadits. Namun ada sebuah kebingungan dan kesulitan dalam memahami pemahaman ketika mendapatkan hadits – hadits tentang thoifah manshurah menyebutkan salah satu sifat utama thoifah manshurah adalah jihad fi sabilillah, sebagaimana diriwayatkan sahabat Jabir bin Abdullah, Imran bin Husain, Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Uqbah bin Amr Rodhiyallahu ‘anhum. Bahkan sebab disabdakannya hadits tentang thoifah manshurah adalah untuk menunjukkann tetap berlangsungnyajihad sampai hari kiamat dan bahwa islam akan menang melalui jihad :&lt;br /&gt;Dari Salamah Bin Nufail Al Kindi ia berkata “ saya duduk di sisi Nabi, maka seorang laki – laki berkata “ya Rasulullah, manusia telah meninggalkan kuda perang dan menaruh senjata. Mereka mengatakan, “ tidak ada jihad lagi, perang telah selesai.” Maka rasulullah menghadapkan wajahnya dan bersabda, “ mereka berdusta!!!sekarang, sekarang perang telah tiba. Akan senantiasa ada dari umatku, yang berperang di atas kebenaran. Allah menyesatkan hati – hati sebagian manusia dan member rizqi umat tersebut dari hamba – hambanya yang tersesat ( ghanimah ). Begitulah sampai tegaknya kiamat, dan sampai datangnya janji allah. Kebaikan senantiasa tetambat dalam ubun – ubun kuda perang asmpai hari kiamat.” ( Shahih sunan Nasa’I 3333, silsilah ahadits Shahihah No. 1991).&lt;br /&gt;Maka thoifah manshurah adalah kelompok ilmu dan jihad, kelompok yang berada di atas manhaj salafus sholih. Berdasarkan ilmu yang shohih dan menegakkan islam dengan jalan jihad fi sabilillah. Oleh karena itu setelah menyebutkan pendapat Imam Bukhori dan Ahmad yang menyatakan bahwa thaifah manshurah adalah ashabul hadits, imam Nawawi berkata :&lt;br /&gt;“boleh jadi thaifah manshurah ini banyak tersebar di antara banyak golongan kaum mukmini, di antara mereka ada yang pemberani yang berperang, para fuqaha’, para ahli hadits, orang – orang yang zuhud, orang – orang yang beramar ma’ruf nahi munkar dan juga para pelaku kebaikan lainnya dari kalangan kaum mukminin. Mereka tidak harus berkumpul di satu daerah, namun bisa saja mereka berpencar di penjuru dunia.” ( syarah shahih Muslim .&lt;br /&gt;Demikian juga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, beliau menyatakan kelompok yang paling berhak mendapat sebutan thaifah manshurah adalah kelompok yang berjihad. Ketika berbicara tentang umat islam di Syam dan Mesir yang berjihad melawan Tartar yang beragama islam namun berhukum dengan hokum Ilyasiq( hokum positif rancangan Jengis Khan ), beliau berkata : “ adapun kelompok umat islam di Syam,Mesir dan wilayah lainnya yang saat ini berperang demi membela Islam, mereka adalah manusia yang paling berhak masuk dalam golongan thaifah manshurah yang disebutkan oleh rasulullah dalam hadits – hadits sohih yang sangat terkenal…”( Majmu’ Fatawa 28/531 ).&lt;br /&gt;Maka tak di ragukan lagi. Para ulama yang berjihad adalah kelompok muslim yang paling berhak disebut sebagai thaifah manshurah. Bahkan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan, kelompok umat islam – sekalipun mereka adalah para ulama besar – yang tidak berjihad ketika jihad telah menjadi fardhu ‘ain maka mereka adalah kelompok penggembos ( Thaifah Mukhadzila ), bukan thaifah manshurah. Pada tahun 699 H tentara Tartar yang beragama Islam namun berhukum dengan Ilyasiq, bergerak akan menyerang kota Halb(Syiria), pasukan Islam adri Mesir mundur sehingga hany tersisa pasukan islam Syam yang akan berjihad melawan Tartar. Saat itu beliau menulis surat kepada kaum muslimin dan menyatakan bahwa umat Islam terpecah menjadi tiga kelompok : “ dalam menghadapi fitnah ini manusia telah terpecah menjadi tiga kelompok : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Thaifah manshurah, yaitu kaum muslimin yang berjihad melawan kaum yang merusak (Tartar). &lt;br /&gt;2. Thaifah Mukhalifah( kelompok musuh ), yaitu kaum peruask ( Tatar ) dan “sampah – sampah “ kaum muslimin yang bergabung ( memihak ) kepada mereka. &lt;br /&gt;3. Thaifah Mukhadzilah, yaitu umat islam yang tidak berjihad melawan mereka sekalipun ke islaman mereka benar.. maka hendaklah setiap orang melihat, termasuk kelompok manakah dirinya. Thaifah Manshurah, Thaifah Mukhadzilah ataukah Thaifah Mukhalifah, karena tidak ada kelompok ke empat!!!!!?”. (Majmu’ Fatawa 26/416-417).&lt;br /&gt;Inilah yang di fahami dengan baik oleh salaful ummah. Bahwa untuk menegakkan islam, dibutuhkan kekuatan, besi dan jihad. Tanpa jihad islam tak lebih dari sekadar teori – teori yang di hafal dan di ujikan untuk mendapatkan gelar atau sekedar syiar – syiar yang hanya dinikmati oleh individu individu semata. Tanpa adanya jihad, kehinaan dan kerendahan akan senantiasa menyertai umat islam. Tanpa jihad, islam tidak akan pernah tegak, tak akan pernah menjadi rahmatan lil ‘alamiin.&lt;br /&gt;Syaikhul Islam menyatakan :&lt;br /&gt;“ Dien yang haq harus ada di dalamnya kitab yang memberikan petunjuk dan pedang yang menolong. Sebagaimana Firman Allah :”sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul rasul Kami dengan membawa bukti – bukti yang nyata dan Kami telah menurunkan bersama mereka al Kitab dan Neraca ( keadilan ) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan bermanfaat bagi manusia dan supaya allah mengetahui siapa yang menolong (agama)NYA and rasul – rasul NYA padahal allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. alKitab menerangkan perintah dan larangan allah, sedangkan pedang menolong al Kitab dan mendukungnya. Telah tegas berdasar alKitab dan As Sunnah perintah untuk membai’t Abu Bakar. Orang – orang yang membai’at Abu Bakar adalah para ahli pedang ( mujahidin )yang ta’at kepada allah. Maka khilafah nubuwwah di sematkan kepada Abu Bakar dengan Al Kitab dan Besi”( Minhaju Sunnah An Nabawiyah Fi Naqdhi Kalami Syi’ah Al Qodariyah 1/531-532, tahqiq, Dr. Muhammad Rasyad Salim “.&lt;br /&gt;Tanpa jihad dakwah Islam tak akan pernah sampai kepda bangsa Persia dan Romawai. Tanpa Jihad dakwah Islam tak akan pernah sampai ke Eropa dan Afrika,. Tanpa Jiahad kemuliaan islam tidak akan tegak dan tanpa jihad khilafah al islamiyah tidak akan berdiri….&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshowab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-1486610538160860385?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/1486610538160860385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/thoifah-manshurah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/1486610538160860385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/1486610538160860385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/thoifah-manshurah.html' title='THOIFAH MANSHURAH'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SydGrCUlmXI/AAAAAAAAABU/PkPZKIvXHzY/s72-c/jihad12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-3112814367842131681</id><published>2009-12-02T01:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T01:56:02.966-08:00</updated><title type='text'>Aqidah dan Manhaj (41-Akhir)</title><content type='html'>41.      Wajib bagi seluruh kaum muslimin untuk hidup di bawah satu kepemimpinan khalifah, yang mengatur seluruh urusan mereka berdasarkan syari’at Islam untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;قال الله تعالى: يَااَيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوا اَطِيعُوا اللهَ وَ اَطِيعُوا الرَّسُولَ وَ اُولِي الأَمْرِ مِنكُم&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisâ [4]: 59)&lt;br /&gt;42.      Jika ada tiga orang Muslim atau lebih berkumpul untuk sebuah urusan bersama, maka disyari’atkan untuk mengangkat seorang pemimpin di antara mereka. Ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi was sallam:&lt;br /&gt;إِذَا خَرَجَ ثَلاثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ&lt;br /&gt;“Apabila tiga orang keluar untuk bersafar hendaknya mereka mengangkat satu orang di antara mereka sebagai amir.” (HR. Abu Dawud dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani)&lt;br /&gt;43.      Kepemimpinan itu haram diberikan kepada orang kafir, dan apabila pemimpin muslim terjerumus dalam kekafiran yang nyata, maka kepemimpinannya batal, gugur kewajiban taat kepadanya dan wajib bagi kaum muslimin untuk bangkit mengganti dan mengangkat seorang imam yang adil jika mereka mampu melakukannya.&lt;br /&gt;قال الله تعالى: يَااَيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَائَكُم وَ إِخْوَانَكُم أَوْلِيَاءً اِنِ اسْتَحَبُّوا الكُفْرَ عَلَى الإِيمَانِ&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan bapak-bapak dan saudara-saudara kalian sebagai wali jika mereka lebih mencintai kekafiran daripada keimanan.” (QS. At-Taubah [9]: 23).&lt;br /&gt;Adapun jika pemimpin muslim itu terjerumus dalam kemaksiatan maka harus menggantinya, jika tidak menimbulkan fitnah. Namun, jika menimbulkan fitnah maka harus bersabar. Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;عَنْ عُبَادَة بْن الصَّامِت رَضِىَ الله عَنْهُ : بَايَعْنَا رَسُوْلَ الله عَلَى السَّمْعِ وَ الطَّاعَةِ فِى اْلعُسْرِ وَاْليُسْرِ والْمَنْشَطِ وَ الْمَكْرَهِ وعلىَ اَثَرَةٍ عَلَيْنَا وَ لاَ نُنَازِعَ الاَمْرَ اَهْلَهُ . قَالَ : اِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنْ اللهِ فِيْهِ بُرْهَانٌ {متفق عليه}&lt;br /&gt;“Dari Ubadah bin Shamit, berkata, ‘Kami telah membaiat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik pada waktu sulit atau mudah, senang maupun tidak, walaupun hal ini tidak kami senangi, dan agar kami tidak mempermasalahkan kepemimpinan dari pemegangnya kecuali jika ia kufur bawwah (nyata), dan kami memiliki bukti (kejelasan) dari Allah’.” (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيْرِهِ شَيْأً يَكْرَهَهُ فَلْيَصْبِرْ, فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ (فَيَمُوْتُ) مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً {متفق عليه}&lt;br /&gt;“Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda, “Barang siapa yang melihat amirnya berbuat sesuatu yang tidak ia sukai, hendaklah ia bersabar. Karena sesungguhnya jika ia memisahkan diri dari jama’ah walaupun sejengkal kemudian mati, maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;44.      Kami menjauhi perpecahan dan perselisihan, dan kami mengajak kepada kesatuan kata dan persatuan dibawah bendera tauhid.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَأَطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ وَلاَتَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ&lt;br /&gt;“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kalian berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian.” (QS. Al-Anfâl [8]: 46)&lt;br /&gt;وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ&lt;br /&gt;“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah  menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran [3]: 103).&lt;br /&gt;45.      Kami berwala’ (loyal) kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.&lt;br /&gt;قال الله تعالى: إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).” (QS. Al-Ma’idah [5]: 55).&lt;br /&gt;قال الله تعالى: إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satudan Aku adalah Rabbmu, m,aka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiyâ’ [21]: 92).&lt;br /&gt;Demikian pula kaum muslimin dan membela wali-wali Allah ta’ala, dan memusuhi serta membenci musuh-musuh Allah ta’ala.&lt;br /&gt;Kami melepaskan diri, berlepas diri dan melakukan penentangan kepada semua agama selain Islam dengan cara yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan menjauhi cara-cara bid’ah dan sesat.&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka wali bagi sebagian yang lain. Jika kalian tidak melakukannya, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfâl [8]: 73)&lt;br /&gt;Inilah aqidah dan manhaj yang kami anut dan kami serukan, atas dasar ini kami berkumpul dan untuknya kami berjihad dan berijtihad.&lt;br /&gt;Kami memohon kepada Allah ta’ala hidayah dan istiqomah sampai mati, dan agar menjadikan kami termasuk golongan yang melaksanakan perintah Allah serta mendapat pertolongan sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan para sahabat semuanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-3112814367842131681?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/3112814367842131681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-41-akhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/3112814367842131681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/3112814367842131681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-41-akhir.html' title='Aqidah dan Manhaj (41-Akhir)'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-4069602433682332946</id><published>2009-12-02T01:54:00.001-08:00</published><updated>2009-12-02T01:54:22.052-08:00</updated><title type='text'>Aqidah dan Manhaj (31-40)</title><content type='html'>31.Kami meyakini bahwa ajaran Islam itu semua adalah kebenaran mutlak, paling modern dan paling ilmiyah serta kebenarannya bertahan sampai akhir zaman karena Allah yang menjaganya. Adapun ajaran yang menyelisihi itu adalah ajaran yang sesat (bathil).&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah  hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran [3] : 19).&lt;br /&gt;وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ لاَّيَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلاَمِنْ خَلْفِهِ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ&lt;br /&gt;“Dan sungguh Al-Qur’an itu adalah kitab yang mulia, tidak ada kebatilan padanya, baik pada arah depan maupun belakang, diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat [41]: 41-42)&lt;br /&gt;Allah ta’ala juga berfirman:&lt;br /&gt;قال الله تعالى: إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr [15]: 9).&lt;br /&gt;Sedangkan ajaran yang menyelisihinya, antara lain sekulerisme, pluralisme danliberalisme dalam berbagai bentuknya dan benderanya, serta macam-macam alirannya, seperti nasionalisme, komunisme, sosialisme dan demokrasi adalah kekafiran nyata yang bertentangan dengan Islam dan mengeluarkan penganutnya dari Islam.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ&lt;br /&gt;“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan.” (QS. Yunus [10]: 32).&lt;br /&gt;وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِيناً فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;br /&gt;“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran [3]: 85).&lt;br /&gt;وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;br /&gt;“Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertaqwa.” (QS. Al-An’âm [6]: 153)&lt;br /&gt;32.      Kami meyakini bahwa ajaran Islam itu telah sempurna dan tidak ada satu perkara pun, kecuali ada penjelasannya dalam Islam.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ فَإِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;br /&gt;“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah [5]: 3).&lt;br /&gt;وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَىْءٍ&lt;br /&gt;“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS. An-Nahl [16]: 89).&lt;br /&gt;Apabila terjadi perselisihan, penyelesaiannya wajib dikembalikan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً&lt;br /&gt;“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah  dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS.An-Nisâ [4]: 59).&lt;br /&gt;33.      Kami berkeyakinan bahwa Islam wajib diamalkan secara kaffah dan tidak boleh diamalkan secara sebagian-sebagian.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2]: 208).&lt;br /&gt;أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاء مَن يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;“Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah  tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Al-Baqarah [2]: 85).&lt;br /&gt;34.      Kami berkeyakinan bahwa hukum Islam itu wajib dijadikan sebagai satu-satunya landasan hukum, dan barang siapa tidak memutuskan perkara dengan hukum Islam maka ia kafir, zhalim dan fasik.&lt;br /&gt;قال الله تعالى: وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُوْنَ&lt;br /&gt;“Dan barang siapa tidak memustuskan perkara dengan apa yang diturunkan Allah mereka adalah orang-orang kafir. (QS. Al-Ma’idah [5]: 44)&lt;br /&gt;قال الله تعالى: وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ&lt;br /&gt;”Dan barang siapa tidak memustuskan perkara dengan apa yang diturunkan Allah mereka adalah orang-orang zhalim. (QS. Al-Ma’idah [5]: 45)&lt;br /&gt;قال الله تعالى: وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُوْنَ&lt;br /&gt;”Dan barang siapa tidak memustuskan perkara dengan apa yang diturunkan Allah mereka adalah orang-orang fasik.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 47)&lt;br /&gt;35.      Kami menolak dan menjauhi semua perkara bid’ah baik yang mukaffirah maupun yang ghairu mukaffirah. Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:&lt;br /&gt;مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَـا لَـْيـسَ مِـنْهُ فَهُـوَ رَدٌّ&lt;br /&gt;“Barangsiapa membuat-hal-hal baru dalam ajaran kami ini maka ia tertolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;36.      Kami tidak menganggap berdosa dan tidak menghajr orang muslim dalam persoalan-persoalan ijtihadiyah.&lt;br /&gt;37.      Dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar adalah kewajiban yang harus dilaksanakan baik oleh perorangan maupun oleh sebuah komunitas muslim untuk menjaga keberlangsungan syari’at Islam. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُُ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ&lt;br /&gt;“Dan hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang  yang berdakwah kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ’Imran [3]: 104).&lt;br /&gt;Adapun bentuk komunitas muslim yang sesuai dengan sunnah Nabi adalah jama’ah dan imamah.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;اَمَرَكُمْ بِخَمْسٍ مَا اَمَرَنِىَ اللهُ بِهِنَّ بِالْجَمَاعَةِ وَ السَّمْعِ وَ الطَّاعَةِ وَ الْهِجْرَةِ وَ الْجِهَادِ فِى سَبِيْلِ اللهِ فَاِنَّهُ مَنْ خَرَجَ عَنِ الْجَمَاعَةِ قَيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الاِسْلاَمِ مِنْ عُنُقِهِ اِلاَّ اَنْ يَرْجِعَ { احمد والبيهقي 4/320و 202, 5/344 }&lt;br /&gt;“Aku perintahkan kepada kalian 5 (lima) perkara, Allah telah memeerintahkan hal itu kepadaku, (yaitu agar kalian) berjama’ah, mendengar, tha’at, hijroh dan berjihad di jalan Allah. Karena sesungguhnya barang siapa yang keluar dari jama’ah (Jama’atul-muslimin) sejengkal saja, maka ia telah melepas ikatan Islam dari lehernya, kecuali jika ia kembali.” (Ahmad dan Baihaqi, 4/230,202,5/344)&lt;br /&gt;Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu berkata:&lt;br /&gt;اِنَّهُ لاَ اِسْلاَمَ اِلاَّ بِجَمَاعَةٍ وَ لاَ جَمَاعَةَ اِلاَّ بِإِمَارَةٍ وَ لاَ اِمَارَةَ اِلاَّ بِطَاعَةٍ {رواه الدارمى }&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tidak Islam kecuali dengan jama’ah, dan tidak ada jama’ah kecuali dengan imarah, serta tidak ada imaroh kecuali dengan ketaatan.” (HR. Ad-Darimiy).&lt;br /&gt;38.      Setiap orang yang beriman jika melihat kemungkaran wajib mencegah semampunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda:&lt;br /&gt;مَن رَأَى مِنكُم مُنكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَم يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِن لَم يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ&lt;br /&gt;“Barang siapa dia antara kalian melihat kemungkaran hendaknya ia mengubah kemungkaran tersebut dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, dan jika ia tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah iman yang paling lemah.”(HR. Muslim)&lt;br /&gt;39.      Jihad itu akan tetap terus berjalan sampai hari qiyamat baik dengan adanya Imam A’dham atau tidak. Dengan Imam yang adil maupun dengan Imam yang fajir.&lt;br /&gt;Jihad thalaby (offensif) mengharuskan adanya imam dan jihad difa’iy (defensif) tidak mengharuskan adanya imam.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;قال الله تعالى: وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ&lt;br /&gt;“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Anfâl [9]: 39).&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu alaihi was sallambersabda:&lt;br /&gt;لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِن أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الحَقِّ ظاَهِرِينَ إِلَى يَومِ القِيَامَةِ&lt;br /&gt;“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran, mendapat pertolongan Allah hingga datangnya hari kiamat.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;40. Jihad itu dilakukan dengan segala cara sesuai tuntunan syar’i.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;قال الله تعالى: وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ&lt;br /&gt;“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.” (QS. Al-Hajj [22]: 78).&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu alaihi was sallambersabda:&lt;br /&gt;جَاهِدُوا اَلْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ, وَأَنْفُسِكُمْ, وَأَلْسِنَتِكُمْ&lt;br /&gt;“Berjihadlah memerangi orang-orang musyrik dengan harta kalian, dengan jiwa kalian dan dengan lidah kalian.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i, dan dinyatakan shahih oleh Al-Hakim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-4069602433682332946?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/4069602433682332946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-31-40.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/4069602433682332946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/4069602433682332946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-31-40.html' title='Aqidah dan Manhaj (31-40)'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-6914178031174202283</id><published>2009-12-02T01:45:00.001-08:00</published><updated>2009-12-02T01:45:33.468-08:00</updated><title type='text'>Aqidah dan Manhaj (21-30)</title><content type='html'>21.      Kami mengkafirkan orang yang dikafirkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dan semua orang yang menganut agama selain agama Islam adalah orang kafir, baik telah sampai hujjah kepadanya atau belum.&lt;br /&gt;Adapun siksa di akherat, tidak akan menimpa dirinya kecuali jika telah sampai hujjah kepadanya. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;قال الله تعالى: وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً&lt;br /&gt;“Dan tidaklah kami menyiksa sampai kami utus seorang Rasul.” (QS. Al-Isra’ [17]: 10)&lt;br /&gt;22.      Barang siapa mengucapkan dua kalimat syahadat dan menampakkan keislaman kepada kami, maka ia kami perlakukan sebagaimana kaum muslimin sementara apa yang tersembunyi kami serahkan kepada Allah ta’ala.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu alaihi was sallambersabda:&lt;br /&gt;أُمِرْتُ أَن أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَن لَا إِلَهَ إِِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُم وَأَمْوَالَهُم إِِلَّا بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُم عَلَى اللهِ. (مُتَّفَقٌ عَلَيهِ)&lt;br /&gt;“Aku diutus untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat dan memberikan zakat. Apabila mereka melakukan itu semua maka darah dan harta mereka terjaga dariku kecuali yang menjadi hak Islam, sedangkan hisab (hitungan amal) mereka terserah Allah.” (Muttafaqun ‘Alaih).&lt;br /&gt;23.      Kami berkeyakinan bahwa suatu negara itu apabila di sana berlaku hukum Islam dan penguasanya Muslim maka Negara tersebut adalah Negara Islam. Namun, apabila yang berlaku di sana bukan hukum Islam atau sengaja memberlakukan di dalamnya sebagian saja dari hukum Islam dan penguasanya kafir atau yang mengaku muslim (murtad), maka Negara tersebut adalah negara kafir.&lt;br /&gt;Meskipun demikian, bukan berarti kami mengkafirkan semua penduduknya. Kami juga tidak berpendapat; bahwa hukum asal orang yang tinggal di negara kafir itu kafir secara mutlak. Akan tetapi, status masing-masing orang sesuai dengan jati dirinya, di antara mereka ada yang muslim dan ada yang kafir.&lt;br /&gt;24.      Kami berkeyakinan bahwa seorang mufti (ulama) yang menuruti kemauan penguasa thaghut[1] dan berfatwa sesuai dengan pesan mereka–meskipun menyelisihi syariat, dia membenarkan perbuatan-perbuatannya, dan dia menolongnya dalam hal yang haq maupun yang batil, maka ulama yang seperti ini adalah ulama sû’.&lt;br /&gt;قال الله تعالى: وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِيَ آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ&lt;br /&gt;“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” (QS. Al-A’râf [7]: 175).&lt;br /&gt;25.      Kami berpendapat haram hukumnya bagi seorang muslim tinggal di Negara kafir dan di tengah-tengah orang-orang musyrik, kecuali karena darurat.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيراً{} إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلاَ يَهْتَدُونَ سَبِيلاً&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini?’ mereka menjawab, ‘Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).’ Para malaikat bertanya, ‘Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?’ Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).” (QS. An-Nisâ’ [4]: 97-98).&lt;br /&gt;Hal ini juga berdasarkan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu alaihi was sallam&lt;br /&gt;مَنْ جَامَعَ الْمُشْرِكِينَ وَسَكَنَ مَعَهُم فَإِنَّهُ مِثْلُهُم&lt;br /&gt;“Barangsiapa berkumpul dengan kaum musyrikin dan tinggal bersama mereka maka ia seperti mereka.” (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;26.      Kaum muslimin itu adalah satu umat dan bersaudara yang tidak ada kelebihan bagi orang arab atas orang non arab kecuali karena ketaqwaannya, dan status darah seluruh kaum muslimin adalah sama.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ&lt;br /&gt;“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Oleh sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat [49]: 10).&lt;br /&gt;قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ&lt;br /&gt;“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat [49]: 13).&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda:&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسِ ! إِنَّ رَبَّكُم وَاحِدٌ وَ إِنَّ أَبَاكُم وَاحِدٌ ، أَلَا لاَ فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ وَ لَا عَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَ لَا أَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدٍ وَ لَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرٍ إِلَّا بِالتَّقْوَى&lt;br /&gt;“Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Rabb kalian satu dan bapak kalian satu. Ingatlah! Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang non Arab, atau orang non Arab atas orang Arab, atau orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, atau orang berkulit hitam atas orang berkulit merah, kecuali karena taqwa.” (HR. Ahmad dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)&lt;br /&gt;27.      Hukum darah, kehormatan dan harta kaum muslimin itu haram untuk dilanggar, kecuali dengan sesuatu yang diperbolehkan oleh syariat.&lt;br /&gt;Nabi shallallahu alaihi was sallam bersabda pada khutbah wada’:&lt;br /&gt;فَاِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحِرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا, فِيْ بَلَدِكُمْ هَذَا فِيْ شَهْرِكُمْ هَذَا. وَسَتَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ فَيَسْأَلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ, أَلاَ فَلاَ تَرْجِعُوْا بَعْدِيْ كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعُضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya darah, harta dan kehormatan kalian adalah haram bagi kalian sebagaimana keharaman hari kalian ini, di negeri kalian ini dan pada bulan kalian ini. Dan kalian akan bertemu dengan Rabb kalian lalu kalian akan ditanya tentang amalan kalian. Ingatlah, jangan sekali-kali kalian sepeninggalku kembali kafir, di mana sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain.” (Muttafaq ’Alaih)&lt;br /&gt;28.      Kafir murtad itu lebih berat daripada kafir asli berdasarkan ijma’.&lt;br /&gt;29.      Orang kafir itu tidak diperlakukan sama dengan orang Muslim, baik ketika masih hidup maupun sesudah mati, sesuai dengan ketentuan-ketentuan syari’at Islam.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَن نَّجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَآءً مَّحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَآءَ مَايَحْكُمُونَ&lt;br /&gt;“Apakah orang-orang yang berbuat buruk itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan beramal shalih sama saja baik waktu hidup dan pada waktu mati. Sungguh jelek apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. Al-Jatsiyah [45]:21).&lt;br /&gt;30. Kami tidak memaksa orang kafir untuk masuk Islam. Sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ&lt;br /&gt;“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam).” (QS. Al-Baqarah [2]: 256).&lt;br /&gt;Namun orang-orang kafir harus dipaksa untuk tunduk dibawah kekuasaan Islam, untuk menghilangkan fitnah melalui kekuatan Daulah Islamiyyah.&lt;br /&gt;قال الله تعالى: قَاتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ&lt;br /&gt;“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah  dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyahdengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. At-Taubah[9]: 29).&lt;br /&gt;قال الله تعالى: وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ&lt;br /&gt;“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jikamereka berhenti (dari kekafiran),Maka Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Anfâl [8]: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]Penguasa thaghut adalah penguasa yang tidak berhukum kepada hukum Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-6914178031174202283?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/6914178031174202283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-21-30.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/6914178031174202283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/6914178031174202283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-21-30.html' title='Aqidah dan Manhaj (21-30)'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-7073078123623211803</id><published>2009-12-02T01:43:00.001-08:00</published><updated>2009-12-02T01:43:34.650-08:00</updated><title type='text'>Aqidah dan Manhaj (11-20)</title><content type='html'>11.      Kami beriman bahwa siksa dan nikmat kubur itu benar-benar ada. Kami juga beriman terhadap pertanyaan Munkar dan Nakir, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Al-Qur’an dan hadits shahih sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوّاً وَعَشِيّاً وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Neraka ditampakkan kepada mereka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat),‘Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras’.” (QS. Al-Mukmin [40]: 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Nabi Shallallahu alaihi was sallam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا قُبِرَ أَحَدُكُم أَوِ الإِنْسَانُ أتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ، يُقَالُ لِأحَدِهِمَا: الـمُنكَرُ، وَلِلآخَرِ: النَّكيرُ. فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَا كُنتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ مُحَمَّدٍ؟ فَهُوَ قَائِلٌ مَا كَانَ يَقُولُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ كَانَ مُؤمِناً، قَالَ: هُوَ عَبْدُ اللَّـهِ وَرَسُولُهُ، أَشْهَدُ أََنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّـهُ، وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. فَيَقُولَانِ لَهُ: إِنْ كُنَّا لَنَعْلَمُ إنَّكَ لَتَقُولُ ذَلِكَ، ثُمَّ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ سَبْعُونَ ذِرَاعاً فِي سَبْعِينَ ذِرَاعاً، وَيُنَوَّرُ لَهُ فِيهِ، فيُقاَلُ لَهُ: نَمْ فَيَنَامُ كَنَوْمَةِ العَرُوسِ الَّذِي لَا يُوقِظُهُ إِلاَّ أَحَبُّ أَهْلِهِ إِلَيهِ حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّـهُ مِن مَضجَعِهِ ذَلِكَ. وَإِنْ كَانَ مُنَافِقاً، قَالَ: لَا أَدْرِي، كُنتُ أَسْمَعُ النَّاسَ يَقُولُونَ شَيئاً، فَكُنتُ أَقُولُهُ، فَيَقُولَانِ لَهُ: إِنْ كُنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُولُ ذَلِكَ، ثُمَّ يُقَالُ لِلأَرْضِ: اِلتَئِمِي عَلَيهِ، فَتَلْتَئِمُ عَلَيهِ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهَا أَضْلاَعُهُ، فَلاَ يَزَالُ مُعَذَّباً حَتَّى يَبْعَثَهُ اللَّـهُ مِن مَضجَعِهِ ذَلِكَ.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila salah seorang di antara kalian atau manusia itu dikubur, ia akan didatangi oleh dua Malaikat hitam dan biru, salah satunya bernama Munkar dan satu lagi bernama Nakir. Lalu keduanya bertanya kepadanya, ‘Apa pendapatmu mengenai orang ini (Muhammad)?’ Maka ia mengatakan sebagaimana yang ia katakan dahulu ketika di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia orang beriman maka ia mengatakan, ‘Dia adalah hamba dan utusan Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.’ Lalu Malaikat itu mengatakan, ‘Kami mengetahui bahwa Engkau akan mengatakan seperti itu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kuburnya dilapangkan 70 hasta kali 70 hasta, dan ia diberi cahaya di dalamnya. Lalu dikatakan kepadanya, ‘Tidurlah sebagaimana tidurnya pengantin baru yang tidak akan dibangunkan kecuali oleh keluarga yang paling ia cintai.’ Ia pun tertidur sampai Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia seorang munafik, ia akan mengatakan, ‘Dahulu aku mendengar orang mengatakan sesuatu lalu aku katakan apa yang mereka katakan itu.’ Maka kedua Malaikat itu mengatakan, ‘Kami telah mengetahui bahwa Engkau akan mengatakan hal itu. Kemudian dikatakan kepada bumi, ‘Himpitlah dia.’ Maka bumi pun menghimpitnya sampai tulang-tulang rusuknya remuk. Lalu ia terus disiksa sampai Allah membangkitkan ia dari tempat tidurnya itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadits Hasan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Ibnu Abi ’Ashim dan Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.      Kami beriman adanya tanda-tanda hari kiamat yang secara shahih diriwayatkan dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi was sallam, seperti Ya’juj dan Ma’juj, angin lembut yang akan mencabut setiap nyawa orang beriman, terbitnya matahari dari barat; dan bahwa fitnah (ujian/bencana) yang paling besar sejak Allah menciptakan Adam ‘alaihis salam sampai hari kiamat adalah Al-Masih Ad-Dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami beriman dengan munculnya Imam Mahdi dan turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihis salam yang menegakkan keadilan. Kami juga beriman akan kembalinya khilafah Ar-Rasyidah sesuai dengan manhaj Nabi shallallahu alaihi was sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.      Kami beriman akan adanya hari akhir dan kebangkitan setelah mati, serta seluruh kejadian ketika itu yang secara shahih diriwayatkan dari Nabi Shallallahu alaihi was sallam, seperti Haudh (telaga), Mizan, Shirath, pembagian catatan amal dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاللهُ أَنبَتَكُم مِّنَ اْلأَرْضِ نَبَاتًا ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Allah menumbuhkan kalian dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kalian ke dalam tanah dan mengeluarkan kalian darinya dengan sebenar-benarnya.” (QS. Nuh [71]: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.      Kami beriman bahwa manusia itu akan mendapatkan balasan amal mereka masing-masing. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَن جَآءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِّنْهَا وَمَن جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلاَ يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلاَّ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah ia diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu melainkan (sesuai) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Al-Qashash [28]: 84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.      Kami meyakini bahwa Allah tidak akan mengampuni orang yang mati dalam dosa syirik, adapun dosa lain selain syirik maka Allah akan menyiksa siapa saja yang Ia kehendaki, dan memaafkan siapa saja yang Ia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ لاَيَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَادُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَآءُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisâ’ [4]: 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.      Kami beriman bahwa Allah itu mengeluarkan dari neraka sekumpulan orang dari kalangan orang-orang bertauhid dengan syafaat orang-orang yang memberi syafaat, dan bahwa syafaat itu benar adanya bagi orang yang telah diijinkan oleh Allah dan diridhai untuk memberikan syafaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَكَم مِّن مَّلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئاً إِلَّا مِن بَعْدِ أَن يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَن يَشَاءُ وَيَرْضَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah  mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS.An-Najm [53]: 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saiapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah  tanpa izin dari-Nya?” (QS. Al-Baqarah[2]: 255).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.      Kami beriman dengan syafaat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bahwa ia memiliki kedudukan yang terpuji pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لِكُلِّ نَبِىٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِىٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّى اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِى شَفَاعَةً لأُمَّتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِىَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِى لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah r.a beliau menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi was sallam bersabda, “Setiap Nabi alaihis salam memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi telah menggunakan doa tersebut. Dan aku menyimpannya sebagai syafa’at bagi ummatku, kelak di hari kiamat. Maka, syafa’at tersebut Insya Allah akan didapati oleh setiap orang dari umatku yang wafat dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ta’ala dengan suatu apapun” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.      Kami meyakini bahwa Iman itu terdiri dari ucapan dan perbuatan.  Ucapan itu ada dua macam yaitu ucapan hati dan ucapan lisan, sebagaimana perbuatan juga ada dua, yaitu perbuatan hati dan perbuatan anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud ucapan hati adalah pengetahuan, ilmu dan kepercayaan. Sedangkan yang dimaksud perbuatan hati di antaranya adalah cinta, takut, harapan dan lain-lain. Semua itu disebut oleh Rasulullah Shallallahu alaihi was sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الإِيماَنُ بِضْعُ وَ سِتُّونَ شُعْبَةٍ ( وَ فِي رِوَايَةٍ بِضْعُ وَ سَبْعُونَ شُعْبَةٍ) اَعْلاَهاَ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَ اَدْنَاهَا اِمَاطَةُ الأَذَى.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iman itu mempunyai sekitar 60 cabang atau lebih (dan dalam riwayat yang lain 70 cabang atau lebih), yang paling tinggi adalah Laa ilaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan batu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga meyakini bahwa Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.      Kami tidak mengkafirkan seseorang dari kalangan orang-orang yang bertauhid atau orang yang shalat menghadap kiblat kaum muslimin (ahlul kiblat), lantaran ia melakukan perbuatan dosa seperti zina, minum khamer dan mencuri selama ia tidak menghalalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan kami mengenai iman ini bukan seperti keyakinan Khawarij yang mengkafirkan pelaku dosa besar, bukan pula seperti keyakinan Murji’ah yang tidak mengkafirkan orang yang hatinya masih menyatakan beriman meskipun ia melakukan amalan pembatal keislaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Kekafiran itu ada yang akbar dan ashghar, dan masing-masing hukumnya berlaku bagi pelakunya baik kekafiran itu berupa keyakinan, ucapan atau perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, mengkafirkan orang tertentu (takfirul mu’ayyan) di antara mereka dan memvonis mereka kekal di neraka, itu tergantung dengan terpenuhinya syarat-syarat dan tidak adanya penghalang-penghalang untuk dikafirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami meyakini nash-nash  janji (wa’du) dan ancaman (wa’id), menjatuhkan vonis kafir dan fasiq secara umum (takfirul muthlaq) dan kami tidak menjatuhkannya kepada orang tertentu (takfirulmu’ayyan) setelah ia masuk dalam kategori hukum yang bersifat umum itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali, jika sudah tidak ada lagi sesuatu yang bertentangan dengan hukum pengkafiran tersebut pada dirinya. Kami juga tidak mengkafirkan orang berdasarkan sangkaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-7073078123623211803?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/7073078123623211803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-11-20.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/7073078123623211803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/7073078123623211803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-11-20.html' title='Aqidah dan Manhaj (11-20)'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-8790042378433930917</id><published>2009-12-02T01:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T01:41:36.470-08:00</updated><title type='text'>Aqidah dan Manhaj (1-10)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SxY2RhJdP6I/AAAAAAAAABM/B2yTbPu4Edk/s1600-h/jihad16.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 318px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SxY2RhJdP6I/AAAAAAAAABM/B2yTbPu4Edk/s320/jihad16.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410571676915941282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.      Kami bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah dan tidak ada tugas bagi kita selain beribadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ&lt;br /&gt;“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzâriyât [51]: 56)&lt;br /&gt;Ibadah yang harus diperuntukkan hanya kepada Allah itu adalah mencakup segala hal yang diperintahkan Allah baik berupa perbuatan maupun ucapan, baik yang lahir maupun yang batin.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ&lt;br /&gt;“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)’.” (QS. Al-An’âm [6]: 162-163)&lt;br /&gt;Dalam Islam, kesaksian ini merupakan amalan yang dilakukan pertama kali, terakhir kali dan sepanjang hidup baik secara lahir maupun batin. Hal ini juga merupakan pokok aqidah yang diserukan oleh semua Rasul.&lt;br /&gt;Allah  ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ&lt;br /&gt;“Dan sungguhnya Kami telah mengutus (para) Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah  (saja), dan jauhilah Thoghut’.” (QS. An-Nahl [16]: 36)&lt;br /&gt;Barang siapa mengucapkannya dan menetapi syarat-syaratnya, serta melaksanakan haknya maka dia adalah seorang muslim. Barangsiapa tidak melaksanakan syarat-syaratnya, atau melakukan salah satu dari pembatal-pembatalnya tanpa udzur yang telah disepakati oleh para ulama ahlus sunnah wal jama’ah, maka dia kafir meskipun dia mengaku sebagai seorang Muslim.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;“Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 256).&lt;br /&gt;Atas dasar itu maka kami menjauhi, membenci, memusuhi dan memerangi thaghut (segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dan dia rela untuk diibadahi), juga segala bentuk peribadahan kepada selain Allah.&lt;br /&gt;Kami menentang para pelakunya dan antara kami dengan mereka ada permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai mereka hanya beribadah kepada Allah saja.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَءَآؤُا مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَآءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadahi selain Allah, kami tentang kalian, dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah semata’.” (QS. Al-Mumtahanah [60]: 4)&lt;br /&gt;Walaupun demikian, kita tidak dilarang berbuat baik dan adil kepada orang-orang kafir yang tidak memerangi Islam.&lt;br /&gt;Allah  ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ&lt;br /&gt;“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang (kafir) yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah [60]: 8).&lt;br /&gt;2.      Kami beriman bahwa Allah ta’ala adalah Pencipta dan Pengatur segalanya. Kami juga beriman bahwa Allah itu Mahakuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.”(QS. Al-Fatihah [1]: 2).&lt;br /&gt;Allah ta’ala juga berfirman:&lt;br /&gt;تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ&lt;br /&gt;“Mahasuci Allah Yang di Tangan-Nya segala kekuasaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Mulk [67]: 1).&lt;br /&gt;3.      Kami beriman bahwa Allah ta’ala memiliki Asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat yang agung dan sempurna, sertatidak ada sesuatu pun yang menyerupai dan menyamai-Nya.&lt;br /&gt;Kami mengimani Asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat tersebut apa adanya, sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih tanpa disertai dengan ta’thil, tamtsil, takyif dan ta’wil.&lt;br /&gt;Dalam hal ini kami pertengahan antara ahlut ta’thil (orang-orang yang menafikan) adanya Asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat Allah yakni Jahmiyah, dan ahlut tamtsil (orang-orang yang menyerupakan nama-nama dan sifat-sifat Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat makhluk-Nya), yakni Al-Musyabbihah.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ&lt;br /&gt;“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura [42]: 11)&lt;br /&gt;4.      Kami bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu alaihi was sallam adalah utusan Allah kepada seluruh makhluk dari kalangan manusia dan jin, yang wajib diikuti dan ditaati semua perintahnya, serta diyakini dan dipercayai segala apa yang diberitakannya. Kami menetapi segala konsekuensi yang terdapat dalam firman Allah ta’ala:&lt;br /&gt;فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجاً مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيما&lt;br /&gt;“Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak terasa berat dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisâ’ [4]: 65)&lt;br /&gt;5.      Kami beriman dengan keberadaan para Malaikat Allah yang mulia, juga bahwa mereka itu ma’shum sehingga tidak pernah membangkang perintah Allah dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, dan bahwa mencintai mereka itu termasuk keimanan, sedangkan membenci mereka itu termasuk kekafiran.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلاَئِكَةِ رُسُلاً أُوْلِى أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ&lt;br /&gt;“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.” (QS. Fâthir [35]: 1).&lt;br /&gt;مَن كَانَ عَدُوّاً لِّلّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ&lt;br /&gt;“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah[2]: 98).&lt;br /&gt;6.      Kami beriman bahwa Al-Qur’an itu adalah kalam Allah ta’ala dengan huruf-huruf dan makna-maknanya, dan bahwasanya Kalam itu adalah salah satu sifat Allah ta’ala dan kami menyakini bahwa Al-Qur’an itu bukan makhluk. Oleh karena itu, wajib untuk diagungkan, diyakini, diikuti dan dijadikan sebagai sumber hukum.&lt;br /&gt;7.      Kami beriman kepada semua nabi dan Rasul Allah, yang pertama adalah Adam[1] dan yang terakhir adalah Muhammad Shallallahu alaihi was sallam, mereka semua diutus dengan membawa risalah tauhid. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ&lt;br /&gt;“Dan kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya,‘Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku.” (QS. Al-Anbiyâ’ [21]: 25).&lt;br /&gt;قال الله تعالى:وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah Kami utus Rasul-Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Al-Mukmin [40]: 78)&lt;br /&gt;8.      Kami meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul penutup dan terakhir, tidak ada nabi dan rasul setelah beliau.&lt;br /&gt;Cinta kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi was sallam itu hukumnya wajib dan merupakan ibadah, sedangkan membencinya itu adalah kekafiran, pengkhianatan dan kemunafikan.&lt;br /&gt;Karena kami mencintai Nabi kami Shallallahu alaihi was sallam, maka kami mencintai dan menghormati ahli baitnya, kami tidak berlebih-lebihan terhadap mereka dan tidak pula menuduh (memfitnah) mereka.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيماً&lt;br /&gt;“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab [33]: 40).&lt;br /&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;br /&gt;“Katakanlah,‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran [3]: 31)&lt;br /&gt;لاَتَجْعَلُوا دُعَآءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضَكُم بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ اللهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;br /&gt;“Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nur [24]: 63).&lt;br /&gt;Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata:&lt;br /&gt;اُرْقُبُوا مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَ سَلَّمَ فِي اَهْلِ بَيْتِهِ.&lt;br /&gt;“Jagalah Muhammad Saw dengan menjaga ahli baitnya.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;9.      Kami ridha dengan seluruh sahabat dan wajib mengikuti jejak mereka,[2] mereka itu semuanya ‘uduul[3] dan kami tidak berkomentar tentang mereka selain yang baik-baik.&lt;br /&gt;Mencintai mereka itu hukumnya wajib bagi kami dan membenci mereka itu merupakan kemunafikan bagi kami.&lt;br /&gt;Kami juga menahan diri terhadap apa-apa yang mereka pertikaikan di antara mereka, yang dalam hal itu mereka melakukan ijtihad dan mereka adalah sebaik-baik generasi.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيراً&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itudan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisâ [4]: 115).&lt;br /&gt;وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ&lt;br /&gt;“Orang-orang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka jannah-jannah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9]: 100).&lt;br /&gt;10. Kami beriman bahwa segala sesuatu, yang baik maupun yang buruk, itu terjadi atas takdir Allah, semuanya dari Allah ta’ala.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ&lt;br /&gt;“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (Tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. ” (QS. Al-Hadid [57]: 22)&lt;br /&gt;Allah itu memiliki masyi-ah ‘ammah (kehendak yang bersifat umum) dan irodah muthlaqoh (keinginan yang tidak terbatas). Apa saja yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa saja yang tidak Ia kehendaki tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا تَشَاءُونَ إِلاَّ أَن يَشَاءَ اللهُ رَبُّ العَالَمِينَ&lt;br /&gt;“Dan tidaklah kalian berkehendak kecuali bila Allah berkehendak. Sesungguhnya Allah Rabb semesta alam.” (QS. At-Takwir [81]: 29)&lt;br /&gt;Allah telah memberikan kehendak dan kemampuan kepada hamba-hamba-Nya untuk memilih perbuatan-perbuatan mereka sendiri setelah ijin Allah sehingga mereka adalah makhluk mukhayyar dan mukallaf.&lt;br /&gt;Juga bahwa qadha’ dan qadar-Nya itu tidak akan keluar dari rahmat, karunia dan keadilan. Allah ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَاكَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَااكْتَسَبَتْ&lt;br /&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan menanggung dosa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.” (QS. Al Baqarah [2]: 286)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini kami pertengahan antara Qodariyah yang menafikan adanya takdir Allah dan antara Jabariyyah yang menafikan adanya ikhtiyar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Nabi yang pertama adalah Adam Alaihis salam sedangkan Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh Alaihis salam.&lt;br /&gt;[2]Imam Al-Auza’iy rahimahullah berkata, “Lima hal yang selalu diamalkan sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam dan para pengikutnya dengan baik ialah; Iltizam kepada jama’ah, mengikuti sunnah, menghidupkan masjid, membaca Al-Qur’an dan jihad fii sabilillah.” (Tadzkiratul Huffadz 1/183).&lt;br /&gt;[3]- ‘Adil adalah isim fa’il dari Mashdar Al ‘Adaalah yang berarti kemapanan seseorang pada diin (iman) nya, dan ada yang mengatakan; bahwa Al ‘Adaalah adalah orang yang tidak nampak padanya hal-hal yang meragukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-8790042378433930917?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/8790042378433930917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-1-10.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/8790042378433930917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/8790042378433930917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/aqidah-dan-manhaj-1-10.html' title='Aqidah dan Manhaj (1-10)'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SxY2RhJdP6I/AAAAAAAAABM/B2yTbPu4Edk/s72-c/jihad16.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-3143695519426598232</id><published>2009-12-01T23:02:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T23:05:39.393-08:00</updated><title type='text'>ATAS NAMA PEMBERANTASAN TERORISME : KEJAHATAN MEDIA DAN TEROR MASSA (BAGIAN I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SxYRsjdNtiI/AAAAAAAAABE/VxCeqlafmmw/s1600-h/25anjn7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SxYRsjdNtiI/AAAAAAAAABE/VxCeqlafmmw/s320/25anjn7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5410531459461920290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa WTC di Amerika hingga meledaknya Bom Bali I, Bom Marriot, Bom Bali II, Bom Kuningan dan Bom Marriot-Carlton media masssa begitu menggebu-gebu memberitakan tentang figur “pelaku” dan latar belakang sosial para “pelaku” dan keluarganya. Begitu bersemangatnya media massa melakukan penelusuran kehidupan keluarga dan sosial pelaku. Bahkan terkadang secara sembrono, media massa menampilkan wawancara dengan para tetangga tersangka, yang sama sekali tidak mengenal tersangka, namun ditampilkan seakan-akan para tersangka dan keluarganya inilah yang mengasingkan diri dari masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Jibril dan keluarganya, media sama sekali tidak menampilkan wawancara dan konferensi pers dari pihak pengurus masjid yang menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak keberatan dengan aktivitas ustad Muhammad Jibril, ayah dari Muhammad Jibril di masjid Al Munnawarroh. Akan tetapi media massa justru menampilkan secara panjang lebar, pernyataan dan wawancara dari seorang preman yang mengaku-ngaku ulama. Dan celakanya media massa memberi predikat kepada sang preman tersebut sebagai tokoh masyarakat dan ulama, padahal jelas-jelas oknum tersebut membayar sejumlah preman untuk melakukan teror terhadap jemaah dan pengurus masjid.&lt;br /&gt;Begitu juga dalam aksi penggrebekan di Temenggung, media massa begitu heboh melakukan liputan siaran langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen pasca sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, Surabaya Prof. Dr. Ahmad Jainuri, kepada www.hidayatullah.com memberikan pandangnan kritis atas aksi di Temenggung ini. Menurut pakar masalah radikalisme ini, aksi yang dilakukan pihak aparat seharusnya aksi rahasia. Tapi anehnya berubah menjadi aksi publik dengan peliputan media yang berlebihan. Pertunjukan demonstratif itulah yang dinilai menimbulkan sejuta tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aksi intelijen kan aksi sangat rahasia. Sedangkan, dalam kasus penggerebekan Noordin kemarin sangat demonstratif, ” ujarnya. Ia juga mempertanyakan tindakan aparat yang cenderung terburu-buru. “Kenapa polisi mesti memuntahkan banyak peluru dan penggerebekan selama 18 jam. Bukannya densus 88 memiliki alat canggih untuk mendeteksi hal itu,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, jika dideteksi dan dianggap tidak berbahaya, seharusnya tersangka bisa ditangkap hidup-hidup dan bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Apalagi, katanya Noordin M Top sudah lama dicari. “Kenapa pihak kepolisian tidak mengangkap hidup-hidup Noordin dan mengorek informasi darinya,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, menurutnya, biasanya dalam teori gerakan radikalisme, tindakan terorisme biasanya sengaja direkayasa oleh pihak tertentu untuk sebuah kepentingan. Jainuri juga mengatakan, kenapa selama ini, Densus 88 tidak bisa menangkap Noordin M Top. Padahal, memiliki alat dan persenjataan canggih. “Masa tidak bisa menangkap Noordin M Top, padahal, memiliki alat canggih,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita lihat secara keseluruhan isi pemberitaan media massa, maka pada umumnya, media massa liberal sekuler, selalu menampilkan sisi buruk dari orang –orang yang dituduh sebagai teroris, baik kehidupan pribadi maupun sosialnya, dan sebaliknya selalu menampilkan sisi-sisi yang dianggap sebagai prestasi oleh institusi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, secara gamblang, apa yang dilakukan oleh media massa tersebut, tentu saja bersama-sama dengan institusi negara yang berkepentingan, adalah merupakan sebuah bentuk propaganda. Menurut Nancy Snow, penulis buku ”Propaganda Inc : Menjual Budaya Amerika ke Dunia”, ada tiga karekteristik propaganda. (1) Komunikasi yang disengaja dan dirancang untuk mengubah sikap orang yang menjadi sasaran, (2) Komunikasi yang menguntungkan bagi si pelaku propaganda untuk memajukan kepentingan dirinya, contohnya adalah : periklananan, humas dan kampanye politik, dan (3) Komunikasi tersebut biasanya dilakuakan satu arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat mempunyai lembaga propaganda yang diberi nama Committee for Public Information (CPI), yang didirikan pada 1917 ditengah berkecamuknya Perang Dunia I. CPI sangat berhasil dalam misinya, yaitu membangun citra negatif musuh Amerika dan sekutu dan sebaliknya membangun citra positif sebagai pembebas bagi diri mereka, sehingga kemudian Amerika membentuk lembaga yang lebih permanen yang diberi nama United State Information Agency (USIA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan ini (USIA) difungsikan untuk melakukan propaganda kebaikan Amerika dengan cara mengekspor kebudayaan, sistem ekonomi dan sistem politik Amerika ke seluruh dunia melalui berbagai sarana seperti jabatan pos-pos diplimatik, program beasiswa Fulbright dan Aminef, program kunungan singkat ke Amerika (visitor program), program penyebaran informasi dan siaran internasional yang meliputi jaringan televisi dan radio Voice of America (VOA). Untuk mengelabui sasaran, maka Amerika menggunakan istilah public Diplomacy untuk pengganti istilah propaganda, dan unit pelaksana dinegara-negara yang menjadi sasaran propaganda ini dinamakan dengan United State for Information Services (USIS). Secara kelembagaan, USIA ini dalam menjalankan propagandanya menerima dana pertahun hingga US $ 1 Milyar. Ironisnya banyak rakyat Amerika yang tidak mengetahui sama sekali keberadaan badan ini, karena memang keberadaan badan ini dirahasiakan secara ketat dari pengetahuan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk propaganda yang paling menghasut biasanya mengambil bentuk pernyataan-pernyataan para pemimpin nasional, yang sering disensasionalkan dan dikuatkan serta saling dikonfrontasikan dan dikuatkan dengan siaran nasional dan internasinal serta diperluas oleh jaringan media massa yang berada satu sisi secara ideologi dan politik dengan leberalisme sekulerisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan mesin propagandanya, AS menggunakan badan intelijen CIA dan institusi USIS / USIA. Salahsatu propaganda pada tingkat global yang digunakan AS adalah CNN. Maka tayangan langsung CNN atas peristiwa 11/9 terkesan kuat merupakan bagian dari kegiatan terorisme negara yang sebenarnya adalah suatu skenario dari Bush dengan mengutuk aksi teror WTC dan Pentagon. Jadi kelas berita-berita yang ditayangkan CNN itu termasuk kategori Black Propaganda, lempar batu sembunyi tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi itu telah disiapkan dengan matang, dengan sasaran jangka pendek, bahkan jangka menengah dan panjang. Maksud dan tujuan sasaran jangka pendek itu adalah untuk membangkitkan kebencian rakyat Amerika dan sekutunya terhadap umat Islam yang diberi label "teroris", membangun opini global tentang adanya musuh bersama yang harus diperangi, seperti ucapan Bush setelah terjadinya peristiwa 11/9: "If you are not with us, you're against us."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia propaganda tersebut dilakukan melalui jalur resmi Kedutaan Besar AS di Jakarta, Konsulat Jenderal di Surabaya, dan Konsulat di Medan. Salah satu isu yang menjadi alat propaganda Amerika untuk memusuhi Islam adalah isu-isu kebebasan beragama. Salah satu cara kerja yang efektif untuk menekan Pemerintah Indonesia agar memberangus Islam kaffah adalah dengan melakukan pertemuan secara berkala berhubungan dengan pejabat Indonesia dan mendorong pejabat Kedutaan lain untuk membahas masalah ini dengan pemerintah. Selain itu juga para staf Kedubes di semua level sering bertemu dengan para pemuka agama dan advokat hak asasi manusia untuk meningkatkan penghargaan terhadap kebebasan beragama. Staf Kedubes juga secara rutin mengadakan pertemuan dengan para pimpinan NU dan Muhammadiyah untuk menjelaskan kebijakan AS dan membahas toleransi antarumat beragama serta isu-isu lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tahunan yang dikeluarkan oleh Kedubes AS di Indonesia tahun 2007 yang lalu misalnya, mereka mengakui sendiri bahwa AS memang menggarap, baik Pemerintah maupun kalangan civil society seperti LSM dan ormas Islam untuk dijadikan objek propaganda agar sesuai dengan kepentingan AS atau tidak menentang kepentingan AS dan sebisa mungkin dapat menjadi agen atau antek AS dalam mempropagandakan nilai-nilai liberalisme sekulerisme dan tentu saja anti Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tersebut mereka menamakan propaganda mereka sebagai “mempromosikan pluralisme dan toleransi melalui program-program pertukaran dan masyarakat madani”. Dalam pelaksanaan proyek liberalisasi ini Kedubes melaporkan bahwa “Sebanyak 213 warga Indonesia telah mengunjungi Amerika Serikat dalam program jangka pendek, termasuk melihat peran agama di masyarakat dan politik AS. Para peserta program mengalami langsung bagaimana pluralisme agama, dialog antaragama, dan multikulturalisme menjadi bagian integral dalam masyarakat yang demokratis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara AS mencuci otak para pemuda Islam adalah dengan cara, sebagimana tertulis di laporan “Misalnya, satu program kepemimpinan pemuda menawarkan remaja Indonesia kesempatan untuk bertemu dengan rekan sebaya di Amerika. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, bertemu dengan para pemimpin agama dan terlibat dalam diskusi-diskusi mengenai toleransi beragama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS juga merekrut calon agen-agen mereka dari kalangan intelektual muslim, sebagimana tertulis dalam laporan, yaitu dengan cara ““Delapan penerima beasiswa Fulbright dari Indonesia berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studi dan mengambil program-program studi yang langsung berkaitan dengan praktek agama dalam masyarakat demokratis. Tiga akademisi AS datang ke Indonesia untuk mengajar dan melakukan penelitian mengenai topik yang sama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ibnu Hamid/Abu Ridho)&lt;br /&gt;www.hidayatullah.com&lt;br /&gt;Sumber: www.hidayatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-3143695519426598232?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/3143695519426598232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/atas-nama-pemberantasan-terorisme.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/3143695519426598232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/3143695519426598232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/12/atas-nama-pemberantasan-terorisme.html' title='ATAS NAMA PEMBERANTASAN TERORISME : KEJAHATAN MEDIA DAN TEROR MASSA (BAGIAN I)'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SxYRsjdNtiI/AAAAAAAAABE/VxCeqlafmmw/s72-c/25anjn7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-2734551659658583097</id><published>2009-11-22T20:33:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T20:35:21.728-08:00</updated><title type='text'>Nikmat Dinul Islam Hanya Diberikan Kepada Hamba Allah Yang Dipilih Olehnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwoQ_gb1KwI/AAAAAAAAAAs/q1omt5TzXB0/s1600/DSC00441.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwoQ_gb1KwI/AAAAAAAAAAs/q1omt5TzXB0/s320/DSC00441.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407152985836169986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirohmanirrohim&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian taklim bulanan ustadz “Abu Bakar Ba’asyir”, pada tanggal 1 November 2009 di masjid “Muhammad Ramadhan” dalam pembahasan  “Dinul Islam”, telah membuka mata hati kita sebagai manusia untuk bisa menyikapi apa makna sesungguhnya Dinul Islam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan tersebut Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menguraikan materi tersebut menjadi beberapa bagian pokok bahasan dari materi Dinul Islam tersebut, diantaranya  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Nikmat Dinul Islam Hanya Diberikan Kepada Hamba Allah Yang Dipilih Olehnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinul islam tidak diwariskan kepada seluruh umat manusia dan jin, tetapi hanya diwariskan kepada hamba Allah SWT(manusia dan jin) yang dipilih dan di saring / filter oleh Allah SWT. Adapun nikmat Dinul Islam diberikan Allah hanya kepada kaum Muslimin yang dengan ikhlas mengamalkan syari’at Nya dan merupakan umat terbaik dan tertinggi derajatnya. Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“KAMU (KAUM MUSLIMIN) ADALAH UMAT YANG TERBAIK yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah…”(Ali Imran:110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu bersikaf lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, PADAHAL KAMULAH ORANG ORANG YANG PALING TINGGI DERAJATNYA, JIKA KAMU ORANG ORANG YANG BERIMAN”(Ali Imran: 139)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataan kehidupan di dunia ini umat islam terbagi dalam tiga kelompok yang dapat dinilai dari segi amalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Pertama : Kaum muslimin yang kurang menyukuri nikmat Dinul Islam, sehingga masih banyak perkara perkara wajib yang mereka tinggalkan dan perkara perkara haram yang mereka langgar/amalkan. Golongan ini dinamakan :Dholimun Linafsihi, yakni golongan yang menganiaya dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Kedua : Kaum muslimin yang mensyukuri nikmat Dinul Islam dengan mengamalkan semua yang wajib dan meninggalkan semua yang haram, tetapi beberapa amalan sunnah masih ada yang ditinggalkan dan beberapa amalan makruh masih ada yang diamalkan. Golongan ini dinamakan : Muqtashid, yakni yang pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Ketiga : Kaum muslimin yang mensyukuri nikmat Dinul Islam dengan mengamalkan semua yang wajib dan Sunnah diamalkan dengan sempurna dan meninggalkan semua yang haram dan makruh denga sempurna, Golongan ini adalah golongan yang tertinggi yang dinamakan : Saabiqun bil khoiroot biidznillah, yakni yang selalu terdepan berbuat kebaikan dengan izin Allah SWT. Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian kitab itu KAMI WARISKAN KEPADA ORANG ORANG YANG KAMI PILIH DIANTARA HAMBA HAMBA KAMI, lalu diantara mereka ADA YANG MENGANIAYA DIRI MEREKA SENDIRI DAN DI ANTARA MEREKA ADA YANG PERTENGAHAN DAN DIANTARA MEREKA ADAPULA YANG LEBIH DAHULU BERBUAT KEBAIKAN DENGAN IZIN ALLAH. Demikian itu adalah karunia yang amat besar.”(Fathir: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah SWT telah membagi diantara kamu sekalian akhlak kamu sekalian sebagimana Dia telah membagi diantara kamu rizki kamu. Dan sesungguhnya Allah telah memberi nikmat dunia kepada siapa yang dia sukai dan kepada siapa yang tidak Dia sukai. DIA TIDAK MEMBERI AD DIN (PETUNJUK AL QURAN DAN AS SUNNAH) KECUALI HANYA KEPADA SIAPA YANG DISUKAINYA. MAKA BARANG SIAPA YANG DIBERI AD DIN (ISLAM) OLEH ALLAH SWT MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MENYUKAINYA”(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ayat dan Hadist diatas menunjukan bahwa Dinul Islam adalah nikmat tertinggi nilainya di sisi Allah dan sangat penting fungsinya dalam mengelola kehidupan hambanya di dunia. Nikmat inilah yang patut kita syukuri sebagai anugrah yang diberikan Allah SWT kepada hambanya yang benar benar ikhlas menjalankan Syari’at Allah SWT, serta patut bagi kita untuk bergembira dengan nikmat Dinul Islam karena nikmat Dinul Islam lebih baik dari nikmat nikmat yang lainya di dunia ini (harta dan yang lain lainya). Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai manusia, Sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit penyakit (yang berada dalam Hati)dan petunjuk serta rahmat bagi orang orang yang beriman. KATAKANLAH: “DENGAN KARUNIA ALLAH DAN RAHMATNYA (AL QURAN DAN AS SUNNAH) HENDAKLAH DENGAN ITU MEREKA BERGEMBIRA. KARUNIA DAN RAHMATNYA ITU ADALAH LEBIH BAIK DARI APA YANG MEREKA KUMPULKAN” (Yunus: 57-58)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut menerangkan dengan jelas bahwa Allah SWT telah menurunkan nikmat, yakni Al Quran Karim SWT telah menurunkan nikmat, Yakni Al Quran Karim (Dinul Islam) yang berfungsi sebagai obat penyakit dalam dada yakni penyakit bathin kekafiran, kemusyrikan, kebodohan tentang Haq dan Bathil, Kerusakan akhlak dan kegelapan jiwa. Di samping itu juga berfungsi sebagai petunjuk kepada jalan yang benar dan menyelamatkan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Ini semua merupakn rahmat yang tertinggi nilainya dari Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-2734551659658583097?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/2734551659658583097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/nikmat-dinul-islam-hanya-diberikan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/2734551659658583097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/2734551659658583097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/nikmat-dinul-islam-hanya-diberikan.html' title='Nikmat Dinul Islam Hanya Diberikan Kepada Hamba Allah Yang Dipilih Olehnya'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwoQ_gb1KwI/AAAAAAAAAAs/q1omt5TzXB0/s72-c/DSC00441.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-7609039238452654001</id><published>2009-11-22T20:27:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T20:30:34.456-08:00</updated><title type='text'>Nikmat Dinul Islam, Nilai Dan Sifatnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwoP0VpRu8I/AAAAAAAAAAk/wLGMByCZ9DQ/s1600/jihad3-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwoP0VpRu8I/AAAAAAAAAAk/wLGMByCZ9DQ/s320/jihad3-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407151694449589186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirohmanirrohim&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian taklim bulanan ustadz “Abu Bakar Ba’asyir”, pada tanggal 1 November 2009 di masjid “Muhammad Ramadhan” dalam pembahasan  “Dinul Islam”, telah membuka mati hati kita sebagai manusia untuk bisa menyikapi apa makna sesungguhnya Dinul Islam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembahasan tersebut Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menguraikan materi tersebut menjadi beberapa bagian pokok bahasan dari materi Dinul Islam tersebut, diantaranya  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nikmat Dinul Islam, Nilai Dan Sifatnya”&lt;br /&gt;“Nikmat Dinul Islam Hanya Diberikan Kepada Hamba Allah Yang Dipilih Olehnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinul islam merupakan nikmat yang paling besar dan tertinggi yang diberikan Allah SWT kepada hambanya dan merupakan nikmat yang terpenting fungsinya dalam mengelola kehidupan di dunia ini. Ia merupakan nikmat Allah SWT yang mampu menghantarkan hambanya kepada keselamatan, kebahagiaan dan kejayaan hidup baik di Dunia dan Akhirat. Oleh karena itu bagi hambanya yang dapat beramal dengan ikhlas  dan mengikuti syari’at Nya maka amalanya akan diterima Allah SWT karena amalanya tersebut pasti sudah berada dalam koridor yang lurus dan di ikuti cahaya petunjuknya, sebaliknya bagi siapa yang beramal betapapun baik dan ikhlasnya amalan tersebut tanpa di landasi dan bertentangan dengan syari’at Nya  maka amalan tersebut sia sia dan ditolak oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber pokok Dinul Islam adalah wahyu Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW yang di tuangkan dalam Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diterangkan oleh Allah SWT dalam firmanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu Ruh (Al Quran) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki diantara hamba hamba kami dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy Syuro: 52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun makna Ruh yang dijelaskan dalam ayat tersebut adalah Al Quran sebagai nyawa dari jiwa yang dapat menhidupkan jiwa yang telah mati dalam mengenal Allah SWT, dan makna Cahaya yang dapat menyinari kegelapan hati dalam mengenal Dien Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua sumber pokok Dinul Islam ini adalah merupakan wujud konsep Al Haq (Kebenaran yang mutlak dan murni) yang tidak tercampur dengan kebatilan sedikitpun, sebagaiman diterangkan Allah SWT dalam firmanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu dating kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. YANG TIDAK DATANG KEPADANYA (AL QURAN) KEBATILAN BAIK DARI DEPAN MAUPUN DARI BELAKANGNYA, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.”(Fushilat: 41-42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keaslian Al Quran dan As Sunnah pasti terjamin keaslianya sejak diturunkan hingga hari kiamat. Dan siapa pun tidak akan mampu untuk memalsukan dan merubah kandungan Al Quran, kerena Allah SWT memeliharanya dari usaha usaha manusia untuk merusaknya. Sebagaimana firman Allah SWT berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya KAMI BENAR-BENAR MEMELIHARANYA.”(Al Hijr:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam surat lain di dalam Al Quran Allah SWT menantang orang orang yang masih ragu akan keaslian dan kebenaran Al Quran untuk membuat satu surat yang dapat menyamainya, dan Allah memastikan tidak ada satu pun manusia dan jin yang mampu membuatnya, Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika kamu (tetap)dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba Kami(Muhammad), BUATLAH SATU SURAT SAJA YANG SEMISAL AL QURAN ITU DAN AJAKLAH PENOLONG PENOLONGMU SELAIN ALLAH, JIKA KAMU ORANG ORANG YANG BENAR. Maka jika kamu tidak dapat membuat(Nya) DAN PASTI KAMU TIDAK AKAN DAPAT MEMBUATNYA, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang orang yang kafir.(Al Baqarah: 23-24)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan meskipun manusia bersekutu dengan jin untuk menandingi Al Quran , mereka tidak akan pernah sanggup sedikitpun, Firman Allah dalam Al Quran (Al Isra: 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: Susungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, NISCAYA MEREKA TIDAK AKAN DAPAT MEMBUAT YANG SERUPA DENGAN DIA, SEKALIPUN SEBAGIAN DARI MEREKA MENJADI PEMBANTU BAGI SEBAGIAN YANG LAIN.(Al Isra: 88)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Al Quran dan As Sunnah menjadi satu satunya petunjuk jalan yang lurus dan merupakan satu satunya obat yang mujarab dengan ijin Allah SWT dalam menyembuhkan penyakit penyakit hati, sehingga jika manusia dan jin berpegang teguh padanya di jamin tidak akan sesat selama lamanya dan dia akan menjadi sebaik baiknya umat, seperti Firman Allah berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai manusia, Sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran dari Tuhanmu DAN PENYEMBUH BAGI PENYAKIT (YANG BERADA) DALAM DADA  dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman.”(Yunus: 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan PETUNJUK KEPADA (JALAN) YANG LEBIH LURUS dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”(Al Isro: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga telah bersabda:&lt;br /&gt;“Aku telah meninggalkan untuk kamu sekalian dua perkara, setelah ada dua perkara tersebut kamu sekalian TIDAK AKAN MUNGKIN SESAT SELAMANYA SELAMA KAMU MASIH BERPEGANG TEGUH KEPADA DUA PERKARA ITU.” Yakni kitab Allah Al Quran dan Sunnahku. (HR. Al Hakim dari Abu Hurairah Ra, dan dishahihkan oleh Al Banni)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-7609039238452654001?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/7609039238452654001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/nikmat-dinul-islam-nilai-dan-sifatnya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/7609039238452654001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/7609039238452654001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/nikmat-dinul-islam-nilai-dan-sifatnya.html' title='Nikmat Dinul Islam, Nilai Dan Sifatnya'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwoP0VpRu8I/AAAAAAAAAAk/wLGMByCZ9DQ/s72-c/jihad3-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-8921227607132188696</id><published>2009-11-20T04:23:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T04:24:55.649-08:00</updated><title type='text'>SYUKUR DAN SABAR SIKAP TERBAIK DALAM MENJALANI HIDUP</title><content type='html'>Bismillahirohmanirrohim&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengarungi hidup, kita sering menghadapi persoalan, baik yang kecil maupun yang besar. Sesungguhnya, persoalan mendasar dari masalah hidup itu adalah cara kita memandang problematika hidup. Islam dengan segala ajarannya yang luhur sudah mengajarkan kita dua hal yaitu syukur dan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal ini rasulullah bersabda : Dari Abi yahya Shuhaib bin Sinan RA. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya menakjubkan keadaan orang mu’min, karena segala urusannya sangat baik baginya, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang mu’min. Bila ia memperoleh kesenangan, ia bersyukur, yang demikian itu baik baginya. Dan bila ia tertimpa kesusahan ia juga bersabar, yang demikian itupun baik baginya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarah Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits diatas diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Zuhud Bab Urusan Orang Mu’min Semuanya Baik. Sanad hadits ini disandarkan kepada Abu Yahya Shuhaib bin Sinan RA. Ia digelari Abu Yahya oleh Rasulullah SAW. Konon ia juga bergelar Ar-Rumi, tentang ini ada yang mengatakan ia menjadi budak milik orang romawi sejak kecil, ia kemudian dibeli oleh Abdullah bin Jad’an, lalu dimerdekakan. Ada juga yang mengatakan Shuhaib ini lari dari Romawi saat ia dewasa. Ia kemudian dating ke kota Mekkah, bertemu Abdullah bin Jad’an dan mengikutinya. Ia masuk Islam ketika Rasulullah belum lama diangkat menjadi nabi dan Rasul, sehingga ia termasuk orang yang mula-mula masuk islam (as-shabiqunal awwalun). Shuhaib meriwayatkan 30 hadits dari Rasulullah. Ia wafat di madinah dalam usia 73 tahun pada tahun 38 atau 39 H dan dimakamkan di madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini mengandung beberapa pelajaran. Pertama, setiap orang yang mengaku beriman harus menyakini bahwa iman sempurna yang dipegangteguh olehnya berdampak kebaikan pada setiap gerak dan langkahnya. Ketika mendapatkan kebaikan yang membuatnya senang, ia pandai mensyukurinya. Dengan mengucapkan Al-hamdulillah dan bersyukur dengan segenap hati, kemudian bersyukur dengan menggunakan seluruh anggota tubuh, berbagi dengan orang lain dan bersyukur dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul_Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa bersyukur, sesungguhnya syukurnya itu untuk dirinya sendiri” (Q.S. An-Naml : 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ketika ditimpa kesusahan, ia menyikapinya dengan sabar. Sabar yang terbaik adalah, saat kesusahan itu tiba dan menghenyakkan batin serta perasaannya, ia menyikapinya dengan sabar. Rasul pernah bersabda “Sesungguhnya sabar itu adalah saat hentakan pertama.” Suatu ketika sayyidina Ali bertempur dalam duel yang hebat, orag kafir yang dilawannya terdesak dan terjatuh, sayyidina Ali berkesempatan menghabisinya. Saat ia mengulurkan pedangnya kearah musuh, orang kafir itu meludahinya. Ternyata bukannya marah sayyidina Ali malah mengurungkan niatnya dan bersabar. Beliau khawatir jihadnya jadi tidak bermakna apa-apa, karena terdorong rasa kesal dan amarah.akibat diludahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah karakter orang mu’min yang sempurna, ia mampu menunjukan sikap sabar meskipun menghadapi situasi yang sangat menyakitkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bersabarlah dengan kesabaran yang baik (Q.S. Al-Ma’arij : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah syukur dan sabar yang baik, yang memberikan kebaikan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanllah semua ini merupakan suatu cobaan yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a4_albantani&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-8921227607132188696?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/8921227607132188696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/syukur-dan-sabar-sikap-terbaik-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/8921227607132188696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/8921227607132188696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/syukur-dan-sabar-sikap-terbaik-dalam.html' title='SYUKUR DAN SABAR SIKAP TERBAIK DALAM MENJALANI HIDUP'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-7308099749532190645</id><published>2009-11-20T00:45:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T00:50:09.713-08:00</updated><title type='text'>PENGERTIAN IMAN MENURUT AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH</title><content type='html'>&lt;div class="note_content text_align_ltr direction_ltr clearfix"&gt; &lt;div&gt;Bisamillahirrohmanirrohim&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=50271&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=204625926797&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=204625926797&amp;amp;id=100000138830313"&gt;&lt;img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs134.snc1/5731_101751886506105_100000138830313_50271_3133900_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;Iman Bisa Bertambah atau Berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Bagaimana pengertian Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah ? Apakah Iman itu bisa bertambah atau berkurang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab.&lt;br /&gt;Pengertian Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah ; ikrar dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan. Jadi, Iman itu mencakup tiga hal :&lt;br /&gt;# Ikrar dengan hati.&lt;br /&gt;# Pengucapan dengan lisan.&lt;br /&gt;# Pengamalan dengan anggota badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=38492&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=204625926797&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=204625926797&amp;amp;id=100000138830313"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs154.snc1/5731_101393549875272_100000138830313_38492_2683638_n.jpg" alt="" class="" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;br /&gt;Jika keadaannya demikian, maka iman itu akan bisa bertambah atau bisa saja berkurang. Lagi pula nilai ikrar itu tidak selalu sama. Ikrar atau pernyataan karena memperoleh satu berita, tidak sama dengan jika langsung melihat persoalan dengan kepala mata sendiri. Pernyataan karena memperoleh berita dari satu orang tentu berbeda dari pernyataan dengan memperoleh berita dari dua orang. Demikian seterusnya. Oleh karena itu, Ibrahim ‘Alaihis Sallam pernah berkata seperti yang dicantumkan oleh Allah dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabbku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang yang mati. Allah berfirman : ‘Apakah kamu belum percaya’. Ibrahim menjawab : ‘Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman akan bertambah tergantung pada pengikraran hati, ketenangan dan kemantapannya. Manusia akan mendapatkan hal itu dari dirinya sendiri, maka ketika menghadiri majlis dzikir dan mendengarkan nasehat didalamnya, disebutkan pula perihal surga dan neraka ; maka imannya akan bertambah sehingga seakan-akan ia menyaksikannya dengan mata kepala. Namun ketika ia lengah dan meninggalkan majlis itu, maka bisa jadi keyakinan dalam hatinya akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=117803&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=204625926797&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=204625926797&amp;amp;id=100000138830313"&gt;&lt;img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs097.snc3/16437_104494369565190_100000138830313_117803_357584_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_left"&gt;&lt;br /&gt;Iman juga akan bertambah tergantung pada pengucapan, maka orang berdzikir sepuluh kali tentu berbeda dengan yang berdzikir seratus kali. Yang kedua tentu lebih banyak tambahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dengan orang yang beribadah secara sempurna tentunya akan lebih bertambah imannya ketimbang orang yang ibadahnya kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal amal perbuatan pun juga demikian, orang yang amalan dengan anggota badannya jauh lebih banyak daripada orang lain, maka ia akan lebih bertambah imannya daripada orang yang tidak melakukan perbuatan seperti dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang bertambah atau berkurangnya iman, ini telah disebutkan di dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Allah Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab yakin dan supaya orang-orang yang beriman bertambah imannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Dan apabila diturunkan suatu surat, maka diantara mereka ada yang berkata : ‘Siapa di antara kamu yang bertambah imannya dengan surat ini ?’ Adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya dan mereka mati dalam keadaan kafir .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=69943&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=204625926797&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=204625926797&amp;amp;id=100000138830313"&gt;&lt;img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7522_102455019769125_100000138830313_69943_3609734_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_right"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah bersabda bahwa kaum wanita itu memiliki kekurangan dalam soal akal dan agamanya. Dengan demikian, maka jelaslah kiranya bahwa iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada masalah yang penting, apa yang menyebabkan iman itu bisa bertambah ? Ada beberapa sebab, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=63105&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=204625926797&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=204625926797&amp;amp;id=100000138830313"&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs228.snc1/7522_102208223127138_100000138830313_63105_1358896_n.jpg" alt="" class="" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;br /&gt;# Mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Setiap kali marifatullahnya seseorang itu bertambah, maka tak diragukan lagi imannya akan bertambah pula. Oleh karena itu para ahli ilmu yang mengetahui benar-benar tentang asma’ Allah dan sifat-sifat-Nya lebih kuat imannya daripada yang lain.&lt;br /&gt;# Memperlihatkan ayat-ayat Allah yang berupa ayat-ayat kauniyah maupun syar’iyah. Seseorang jika mau memperhatikan dan merenungkan ayat-ayat kauniyah Allah, yaitu seluruh ciptaan-Nya, maka imannya akan bertambah. Allah Ta’ala berfirman. Artinya : Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang yakin, dan pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan . Ayat-ayat lain yang menunjukkan bahwa jika manusia mau memperhatikan dan merenungkan alam ini, maka imannya akan semakin bertambah.&lt;br /&gt;# Banyak melaksanakan ketaatan. Seseorang yang mau menambah ketaatannya, maka akan bertambah pula imannya, apakah ketaatan itu berupa qauliyah maupun fi’liyah. Berdzikir -umpamanya- akan menambah keimanan secara kuantitas dan kualitas. Demikian juga shalat, puasa dan haji akan menambah keimanan secara kuantitas maupun kualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=63106&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=204625926797&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=204625926797&amp;amp;id=100000138830313"&gt;&lt;img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs228.snc1/7522_102208226460471_100000138830313_63106_1537539_n.jpg" alt="" class="" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyebab berkurangnya iman adalah kebalikan daripada penyebab bertambahnya iman, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=63100&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=204625926797&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=204625926797&amp;amp;id=100000138830313"&gt;&lt;img src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7522_102208049793822_100000138830313_63100_1794350_n.jpg" alt="" class="" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;br /&gt;# Jahil terhadap asma’ Allah dan sifat-sifat-Nya. Ini akan menyebabkan berkurangnya iman. Karena, apabila mari’fatullah seseorang tentang asma’ dan sifat-sifat-Nya itu berkurang, tentu akan berkurang juga imannya.&lt;br /&gt;# Berpaling dari tafakkur mengenai ayat-ayat Allah yang kauniyah maupun syar’iyah. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya iman, atau paling tidak membuat keimanan seseorang menjadi statis tidak pernah berkembang.&lt;br /&gt;# Berbuat maksiat. Kemaksiatan memiliki pengaruh yang besar terhadap hati dan keimanan seseorang. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : Tidaklah seseorang itu berbuat zina ketika melakukannnya sedang ia dalam keadaan beriman .&lt;br /&gt;# Meninggalkan ketaatan. Meninggalkan keta’atan akan menyebabkan berkurangnya keimanan. Jika ketaatan itu berupa kewajiban lalu ditinggalkannya tanpa udzur, maka ini merupakan kekurangan yang dicela dan dikenai sanksi. Namun jika ketaatan itu bukan merupakan kewajiban, atau berupa kewajiban namun ditinggalkannya dengan udzur , maka ini juga merupakan kekurangan, namun tidak dicela. Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menilai kaum wanita sebagai manusia yang kurang akal dan kurang agamanya. Alasan kurang agamanya adalah karena jika ia sedang haid tidak melakukan shalat dan puasa. Namun ia tidak dicela karena meninggalkan shalat dan puasa itu ketika sedang haid, bahkan memang diperintahkan meninggalkannya. Akan tetapi jika hal ini dilakukan oleh kaum laki-laki, maka jelas akan mengurangi keimanannya dari sisi yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=63109&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=204625926797&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=204625926797&amp;amp;id=100000138830313"&gt;&lt;img style="width: 460px;" src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs208.snc1/7522_102208373127123_100000138830313_63109_3946009_n.jpg" alt="" class="" onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clear_none"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum warohamtullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a4_albantani&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-7308099749532190645?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/7308099749532190645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/pengertian-iman-menurut-ahlus-sunnah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/7308099749532190645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/7308099749532190645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/pengertian-iman-menurut-ahlus-sunnah.html' title='PENGERTIAN IMAN MENURUT AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-3695676374139669689</id><published>2009-11-20T00:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T00:43:06.490-08:00</updated><title type='text'>Keagungan dan keutamaan Haji</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwZWhk4uunI/AAAAAAAAAAc/M1tA8AOV96M/s1600/jihad8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwZWhk4uunI/AAAAAAAAAAc/M1tA8AOV96M/s320/jihad8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406103537542150770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Haji adalah rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi orang yang mampu, baik mampu secara materi, maupun secara ruhani. Sayangnya, orang yang secara materi tergolong mampu, banyak yang belum mau menunaikan ibadah suci ini dengan berbagai alasan. Ada yang mengatakan, “Saya sibuk, sulit untuk meninggalkan pekerjaan,” atau “Sebenarnya saya ingin, tapi ibadah saya masih kacau balau takutnya tidak sesuai,” atau “Sayangnya, capek-capek ngumpulin uang, hanya untuk pergi ke Mekah saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai macam alasan sering dilontarkan sebagai pembela diri. Agar Ikhwah Fillah semakin mantap untuk melaksanakan ibadah haji, atau minimal Ikhwah Fillah punya keinginan kuat untuk menunaikan ibadah di tanah suci, perlu Ikhwah Fillah ketahui keutamaan haji dan umroh, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang paling utama, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditanya: ‘Amal ibadah apakah yang paling utama?’ Beliau bersabda: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Jihad dijalan Allah’. Dikatakan (kepadanya): ‘Kemudian apa?’ Beliau bersabda: ‘Haji yang mabrur.’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shahih at-Targhiib wat Tarhiib oleh al-Albani 3/3 hadits No. 1093.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Ibadah haji sebagai penghapus dosa, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan jima’ dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan ibunya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas’ud Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Ikutilah pekerjaan haji dengan melaksanakan umrah; karena sesungguhnya keduanya dapat menghapus dosa dan kekafiran, sebagaimana ubupan tukang besi dapat menghilangkan kotoran besi, emas dan perak; dan tiada balasan bagi haji mabrur kecuali surga semata.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 2901, Tirmidzi II: 153 no:807 dan Nasa’I V:115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Balasan bagi haji mabrur adalah Surga, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (peng-hapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga.” (HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah). Lihat Shahih at-Targhiib No. 1096. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Umrah ke umrah selanjutnya adalah sebagai penebus dosa antara keduanya; dan haji mabrur tidak mempunyai balasannya kecuali ke surga.” (Muttafaqun’alaih: Fathul Bari III: 697 no: 1773, Muslim II: 983 no: 1349, Tirmidzi II: 206 no:937, Ibnu Majah II: 964 No: 2888 dan Nasa’I V: 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Jabir bin ‘Abdillah dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga.” Dikatakan (kepada beliau): ‘Apakah bentuk bakti dalam haji itu?’ Beliau berkata: ‘Memberi makanan dan berbicara yang baik.’” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi dan al-Hakim. Al-Albani berkata: “Shahih lighairihi, lihat Shahih at-Targhiib” No. 1104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Haji adalah jihad bagi para wanita dan setiap orang yang lemah, berdasarkan hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha, ia berkata, aku bertutur: ‘Ya Rasulullah kami melihat bahwasanya berjihad adalah amal ibadah yang paling utama, apakah kami (para wanita, -pent) tidak berjihad? Maka beliau bersabda: ‘Bagi kalian (kaum wanita,-Pent), jihad yang paling utama adalah haji mabrur’” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah, ‘Aisyah Radhiallaahu anha berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bertutur: ‘Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?’ Beliau berkata: ‘Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya (yaitu) haji dan umrah.’” (Dishahihkan oleh al-Albani, lihat Shahih at-Targhiib No. 1099).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang melaksanakan haji dan umrah adalah tamu Allah, dan permohonan mereka dikabulkan, berdasarkan hadits ‘Abdullah Ibnu ‘Umar Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang berperang dijalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan perjalanan haji, keutamaan orang yang mati dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji, dan keutamaan orang yang mati dalam keadaan berihram (ditengah pelaksanaan ibadah haji dan/atau umrah.) Semuanya termaktub dalam hadits-hadits dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiallaahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah unta (yang dikendarai) seseorang yang melaksanakan haji mengangkat kaki(nya) dan tidak pula meletakkan tangan(nya) melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau meng-angkatnya datu derajat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa keluar dalam melaksana-kan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari Kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah sampai hari Kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari Kiamat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Dari ‘Abdullah Ibnu ‘Abbas Radhiallaahu anhu, ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tatkala seseorang sedang wukuf bersama Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dipadang ‘Arafah, tiba-tiba ia dijatuhkan oleh binatang (unta) yang dikendarainya dan mematahkan lehernya, maka Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: ‘Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara, kafanilah dia dengan dua helai (kain) ihramnya dan jangan kalian menutup kepalanya serta jangan pula kalian beri wangi-wangian padanya, karena sesungguhnya dia akan dibangkitkan dihari Kiamat dalam keadaan mengucapkan talbiyah.’”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sejumlah keutamaan ibadah haji dan umrah yang kami rangkum dari beberapa hadits yang shahih dan hasan. Jika kita telah mengetahuinya, maka sepatutnya bagi orang yang mampu untuk giat dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah haji, serta menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya, manakala ia memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh ‘Abdullah bin Ibrahim al-Qar’awi berkata: “Disunnahkan melaksanakan haji setiap tahun bagi orang yang mampu selama tidak membahayakan dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya” , berdasarkan hadits ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiallaahu anhu , Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikutilah antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya akan menghilangkan kefakiran dan berbagai dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran yang ada pada besi, emas dan perak. Dan tiada balasan pahala bagi haji yang mabrur kecuali Surga, tidaklah seorang mukmin dalam kesehariannya berada dalam keada-an ihram, melainkan matahari terbenam dengan membawa dosa-dosanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunnah tersebut semakin ditekankan lagi jika telah melewati empat atau lima tahun dari haji yang dilakukan sebelumnya, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan jasadnya dan Ku-lapangkan penghidupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-Pent). (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya, Abu Ya’la dan al-Bai-haqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Imam ath-Thabrani meriwayatkan dalam al-Ausath dengan redaksi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwasanya Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan tubuhnya, Ku-lapangkan rizkinya, (namun) dia tidak datang kepada-Ku pada setiap empat tahun, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan,-Pent) (Al-Haitsami berkata dalam Majma’uz Zawaa-id perawi hadits ini semuanya perawi kitab ash-Shahih.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bisshowab…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.abujibriel.com/ajib/2009/11/keagungan-keutamaan-haji/" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.abujibriel.com/&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ajib/2009/11/keagungan-keu&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;tamaan-haji/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-3695676374139669689?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/3695676374139669689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/keagungan-dan-keutamaan-haji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/3695676374139669689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/3695676374139669689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2009/11/keagungan-dan-keutamaan-haji.html' title='Keagungan dan keutamaan Haji'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_T12SfasekcE/SwZWhk4uunI/AAAAAAAAAAc/M1tA8AOV96M/s72-c/jihad8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-8176304697833459938</id><published>2007-07-13T02:33:00.001-07:00</published><updated>2007-07-13T02:33:27.459-07:00</updated><title type='text'>slide</title><content type='html'>&lt;table style="border-collapse:collapse;"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2"&gt;&lt;embed src="http://apps.rockyou.com/rockyou.swf?instanceid=62849500&amp;ver=102906" quality="high"  salign="lt" width="426" height="320" wmode="transparent" name="rockyou" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt; &lt;/embed&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-size:0px;background-color:#fff; padding:1px;font-size:0px;  filter:alpha(opacity=60);-moz-opacity:.60;opacity:.60;" align="left"&gt;&lt;img src="http://apps.rockyou.com/dot.gif?w=SS&amp;d=1168B&amp;c=1&amp;id=6284950&amp;auto=1&amp;=.gif"&gt;&lt;a target="_BLANK" href="http://www.rockyou.com/?type=slideshow&amp;refid=62849500"&gt;&lt;img style="border:0px;" src="http://apps.rockyou.com/images/tail_logo.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td style="background-color:#fff; padding:1px;font-size:0px;  filter:alpha(opacity=60);-moz-opacity:.60;opacity:.60;" align="right"&gt;&lt;a style="padding-right:0px;" target="_BLANK" href="http://www.rockyou.com/slideshow_create.php?refid=62849500&amp;source=cyo"&gt;&lt;img style="border:0px;" src="http://apps.rockyou.com/images/tail_create.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a style="padding-right:0px;" target="_BLANK" href="http://www.rockyou.com/show_my_gallery.php?instanceid=62849500"&gt;&lt;img style="border:0px;" src="http://apps.rockyou.com/images/tail_view.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;img width=0 height=0 style="visibility:hidden;" src="http://counters.gigya.com/wildfire/counters/dBFII5RbVxUc8nBdc3bMDTvNxh8YPCZT0EgEosybDqoTnC-vjsDCP920cIrYqiDTBgMnbYs2DmtO2fQqMdxCdsomk23bDebwrVOaPHMZpDM=.tif" &gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-8176304697833459938?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/8176304697833459938/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2007/07/slide.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/8176304697833459938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/8176304697833459938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2007/07/slide.html' title='slide'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-3667484884083348594</id><published>2007-06-20T22:30:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T22:32:21.941-07:00</updated><title type='text'>Densus 88 teror Sidiq Abdullah Yusuf (8 thn)</title><content type='html'>&lt;pre&gt;Selasa, 19 Juni 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bapak Disuruh Jongkok, Terus Ditembak'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA -- Perjalanan bersama ayah dan dua adiknya, Sabtu (9/6) siang itu,&lt;br /&gt;tampaknya menjadi pengalaman paling traumatis dalam hidup Sidiq Abdullah&lt;br /&gt;Yusuf (8 tahun). Sidiq melihat sang ayah --Yusron Mahmudi alias Abu Dujana&lt;br /&gt;yang ditetapkan Polri sebagai tersangka teroris-- ditembak dari jarak dekat&lt;br /&gt;oleh anggota Detasemen Khusus 88 (Antiteror) Mabes Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Bapak disuruh turun dari motor, disuruh jongkok, terus ditembak dari&lt;br /&gt;belakang,'' ujar Sidiq pelan, ketika datang ke Mabes Polri bersama ibunya,&lt;br /&gt;Sri Mardiyati (35 tahun), dan rombongan keluarga, Senin (18/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidiq berkisah, siang itu Yusron bersama dia serta dua adiknya, Salman Faris&lt;br /&gt;Abdul Rahman (6 tahun) dan Hilma Sofia (2,5 tahun), pergi untuk menonton&lt;br /&gt;pemilihan kepala desa di lapangan Desa Kebarongan, Kec Kemrajen, Kab&lt;br /&gt;Banyumas, Jateng. Sekitar 100 meter dari rumah, di suatu perempatan, kata&lt;br /&gt;Sidiq, sepeda motor ayahnya tiba-tiba dipepet pengendara sepeda motor&lt;br /&gt;lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya pun secara bersamaan terjatuh dari motor. Bahkan, Hilma yang saat&lt;br /&gt;itu membonceng di depan Yusron, sempat tertindih motor. ''Habis itu, aku&lt;br /&gt;dipegangi oleh orang itu,'' ujar Sidiq yang tampang polosnya menyiratkan&lt;br /&gt;trauma belum hilang darinya. Hanya kalimat-kalimat pendek yang bisa dikutip&lt;br /&gt;wartawan dari mulut Sidiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan Sidiq kepada Tim Pengacara Muslim (TPM) tak kalah mencengangkan.&lt;br /&gt;Menurut Qadhar Faisal, salah satu kuasa hukum keluarga Yusron, tidak hanya&lt;br /&gt;Sidiq yang melihat ayahnya ditembak dari jarak dekat. Dua adik Sidiq, kata&lt;br /&gt;Qadhar, juga ikut melihat ayah mereka tak berdaya ditembus timah panas,&lt;br /&gt;sebelum akhirnya mereka masuk kembali ke rumah. ''Saat lari, Sidiq mendengar&lt;br /&gt;empat kali tembakan, Salman tiga kali,'' kata Qadhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mardiyati yang kemarin datang ke Mabes Polri sambil menggendong Hilma,&lt;br /&gt;menambahkan, tak lama setelah tiga anaknya sampai di rumah, beberapa petugas&lt;br /&gt;menjemput keluarganya. Lalu, mereka dibawa ke sebuah hotel di Yogyakarta.&lt;br /&gt;Sejak saat itu, Mardiyati dan anak-anaknya tidak pernah lagi bertemu Yusron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Saya tidak kenal Abu Dujana, suami saya bernama Yusron atau dikenal Ainul&lt;br /&gt;Bahri,'' tegas Mardiyati ketika wartawan menanyakan sejauh mana kedekatannya&lt;br /&gt;dengan Abu Dujana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yakin, proses penangkapan polisi terhadap suaminya yang dianggap&lt;br /&gt;tersangka teroris, hanyalah rekayasa untuk memuaskan dunia Barat. Suaminya,&lt;br /&gt;kata Mardiyati, hanyalah pengrajin tas biasa. ''Saya menyangkal semua yang&lt;br /&gt;diekspose media.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa proses penangkapan Yusron melanggar HAM, Qadhar akan&lt;br /&gt;mempraperadilankan Kapolri, Jenderal Sutanto, ke Pengadilan Negeri Jakarta&lt;br /&gt;Selatan. Surat gugatan praperadilan akan didaftarkan pada Rabu (20/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran HAM, katanya, terjadi karena ketika ditembak, Yusron tidak&lt;br /&gt;memegang senjata, tak mencoba melarikan diri, tidak melawan, dan bukan&lt;br /&gt;pelaku tindak pidana. Terlebih, penembakan Yusron disaksikan langsung ketiga&lt;br /&gt;anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Bambang Hendarso Danuri,&lt;br /&gt;menegaskan tidak ada rekayasa dalam proses penangkapan teroris. Bambang&lt;br /&gt;mengatakan, bisa mempertanggungjawabkan aksi penggerebekan teroris secara&lt;br /&gt;hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dri )&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.republik/"&gt;http://www.republik&lt;/a&gt; &lt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115"&gt;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115&lt;/a&gt;&gt;&lt;br /&gt;a.co.id/koran_detail.asp?id=297115&lt;br /&gt;&lt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.republik/"&gt;http://www.republik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;&lt;a rel="nofollow" href="http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115&amp;kat_id=3"&gt;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115&amp;amp;kat_id=3&lt;/a&gt;&gt;&lt;br /&gt;a.co.id/koran_detail.asp?id=297115&amp;kat_id=3&gt; &amp;amp;kat_id=3&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-3667484884083348594?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/3667484884083348594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2007/06/densus-88-teror-sidiq-abdullah-yusuf-8.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/3667484884083348594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/3667484884083348594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2007/06/densus-88-teror-sidiq-abdullah-yusuf-8.html' title='Densus 88 teror Sidiq Abdullah Yusuf (8 thn)'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7682645158534241248.post-6894535279870164716</id><published>2007-06-20T03:58:00.000-07:00</published><updated>2007-06-20T04:05:27.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><title type='text'>Usaha-Usaha Mengisolasi Islam</title><content type='html'>&lt;div class="msgHead"&gt;    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Usaha-Usaha Mengisolasi Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;!--X-Subject-Header-End--&gt;&lt;!--X-Head-of-Message--&gt;&lt;!--X-Head-of-Message-End--&gt;&lt;!--X-Head-Body-Sep-Begin--&gt; &lt;!--X-Head-Body-Sep-End--&gt;     &lt;!--X-Body-of-Message--&gt; &lt;pre&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Assalaamu'alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Salah satu modus operandi mutakhir untuk menghancurkan kesolidan umat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Islam dunia saat ini adalah dengan mengisolasi Islam, yaitu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;melokalisasinya ke dalam batasan-batasan wilayah geografis sehingga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;kekuatannya terpecah-belah. Munculnya sentimen antarbangsa dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;perasaan bangga pada bangsanya sendiri (yang bisa mengarah pada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;fasisme jenis baru) adalah senjata yang terbukti cukup ampuh di masa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;lalu. Bangsa penjajah dari Eropa sering menggunakan metode devide et &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;impera semacam ini, dan Indonesia pernah mengalami masa-masa pahit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;karenanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Runtuhnya Khilafah Islamiyah dahulu tidak terlepas dari sentimen &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;kebangsaan yang diprovokasi oleh bangsa-bangsa Barat, misalnya antara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;warga Arab dan Turki. Pada akhirnya, Turki sebagai pusat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;kekhalifahan ketika itu justru menciptakan sebuah tatanan kenegaraan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;baru dengan dasar sekularisme. Saking bencinya dengan segala sesuatu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;yang `berbau Arab', pada masa itu sempat berhembus keinginan untuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;mengubah adzan ke dalam bahasa Turki. Keinginan yang sama bodohnya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;dengan shalat dwibahasa di Indonesia beberapa waktu yang lalu, dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;alhamdulillaah memang tidak pernah benar-benar tercapai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Terpecah-pecahnya umat Islam dalam berbagai negara memang menjadi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;masalah yang amat pelik. Meskipun banyak yang mengkritik (dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;memfitnah), Ikhwanul Muslimin dahulu sempat membuat kekuatan Zionis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;ketar-ketir dengan angkatan bersenjatanya. Padahal ia hanyalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;sebuah organisasi, bukan negara. Apa dinyana, yang menikam mereka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;dari belakang ternyata justru saudara-saudaranya sendiri, terutama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;pemerintah Mesir yang ideologinya bisa `dibeli' dengan harga murah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Jika tidak digagalkan oleh pihak-pihak yang main mata dengan bangsa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Eropa dahulu, barangkali Palestina tidak perlu menderita hingga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;sekarang. Kenyataannya, bangsa Palestina justru dizalimi habis-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;habisan oleh sikap diam saudara-saudara seimannya di Timur Tengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Belum lama ini, Gus Dur juga telah menunjukkan sikap aslinya terhadap &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;perjuangan rakyat Palestina. Dalam sebuah wawancara*, secara terang-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;terangan ia menyatakan simpatinya pada gerakan Zionisme yang telah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;mencaplok tanah Palestina. Ketika dikonfrontasi dengan fakta bahwa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Palestina adalah negara yang terjajah, Gus Dur dengan ringannya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;menjawab, "Ah, Anda percaya pada propaganda orang Palestina." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Barangkali Gus Dur lebih suka dengan propaganda AS dan kaum Zionis, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;atau barangkali ia pun tengah menebar propaganda? Yang jelas, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;sikapnya telah menunjukkan betapa ia tidak merasa bersaudara dengan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;umat Islam Palestina yang tidak sebangsa dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Penerusnya di PBNU, yaitu Hasyim Muzadi, juga belum lama ini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;menyebarkan ide tentang `bahayanya ideologi transnasional' di &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Indonesia, utamanya dalam tubuh umat Islam. Dengan sekali tembak, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Hasyim Muzadi langsung mendiskreditkan sekian banyak pergerakan Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;yang memiliki akar hubungan dengan pergerakan lain di luar negeri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Maka gerakan tarbiyah ala Ikhwanul Muslimin, penuntutan syariat Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;ala Hizbut Tahriir, atau dakwah gaya Jamaah Tabligh, semuanya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;langsung diberi cap haram ala Hasyim Muzadi. Dengan fatwa demikian, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;seolah-olah Hasyim Muzadi lupa bahwa agamanya sendiri adalah sebuah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;ideologi transnasional yang berasal dari tanah seberang. Apakah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Hasyim Muzadi bersedia murtad hanya karena agamanya datang dari &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;negeri lain? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Penolakan ideologi yang berasal dari negeri lain ini tidak hanya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;hipokrit, melainkan juga sangat dekat dengan kesesatan logika Bani &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Israil di masa lalu. Sepeninggal Nabi `Isa as., kaum Bani Israil &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;menggembar-gemborkan ramalan mengenai kedatangan Sang Nabi terakhir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;yang akan memimpin umat hingga akhir jaman. Mereka menunggu dengan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;penuh harap, walaupun hal ini juga terdengar sangat hipokrit karena &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;mereka telah berusaha mencelakai Nabi-Nabi sebelumnya, misalnya Nabi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Yahya as. dan Nabi `Isa as. Akan tetapi, ketika Sang Nabi Akhir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Jaman itu akhirnya muncul, mereka menolaknya mentah-mentah hanya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;karena beliau berasal dari sebuah negeri yang peradabannya tidak maju &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;(yaitu Mekkah), bangsa yang tidak dikenal kehebatannya (yaitu bangsa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Arab yang terjepit diantara dua adidaya yang bahkan tidak tertarik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;untuk menjajahnya), dan garis keturunan yang berbeda dengan mereka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;(yaitu Bani Ismail, bukan Bani Ishaq). Mengapa harus menolak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;kebenaran hanya karena ia datang dari golongan di luar kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Beberapa waktu sebelum muncul kasak-kusuk tentang `ideologi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;transnasional' ini, Hasyim Muzadi juga pernah berkomentar di TV bahwa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;ia mengharapkan munculnya `Islam yang Indonesiawi' demi kebaikan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;seluruh penduduk negeri ini. `Islam yang Indonesiawi' ini sudah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;pasti senafas dengan seruannya untuk menolak `ideologi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;transnasional', yaitu penolakan terhadap apa pun (termasuk nilai-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;nilai agama sekalipun) yang tidak sesuai dengan kultur bangsa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;(na'uudzubillaah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Pada diskusi pekanan di kantor INSISTS Sabtu lalu (16/06), Adian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Husaini menceritakan tentang sebuah move baru di Indonesia yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;dilakukan oleh orang-orang yang juga memiliki agenda untuk &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;melokalisasi umat Islam. Gerakan itu dimulai dengan diresmikannya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;sebuah program yang merupakan kerja sama antara Universitas Gajah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Mada (UGM), UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Kristen Duta Wacana &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;(UKDW) dengan membentuk sebuah konsorsium yang diberi nama Indonesian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Consortium for Religious Studies (ICRS). Konsorsium ini akan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;menyelenggarakan sebuah program doktoral studi agama-agama yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;perkuliahannya akan dimulai pada September 2007 mendatang. Jangan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;kira pemerintah tidak tahu-menahu, karena pada persemiannya, Sri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Sultan Hamengkubuwono X hadir dan membubuhkan tanda tangannya pada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;acara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Dalam sebuah brosur yang disebarluaskannya, ICRS menjelaskan salah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;satu `keistimewaan' program studinya dengan kata-kata berikut : "The &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;primary strength of ICRS-Yogya is the study of Indonesian religions, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;especially Indonesian Islam." Lebih lanjut, ICRS juga menjelaskan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;bahwa mereka juga memiliki akses dan referensi untuk meneliti agama-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;agama lainnya, "ICRS-Yogya also has strong resources for the study of &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Indonesian Christianity, and can facilitate study of Balinese &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Hinduism, Indonesian Buddhism, Indonesian Chinese religions and &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;indigenous local religions." (garis bawah adalah bentuk penekanan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;dari saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Di sini jelas bahwa ICRS tengah melakukan operasi lokalisasi agama-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;agama, khususnya Islam. Jika ada Indonesian Islam (yang secara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;harfiah berarti `Islam ala Indonesia'), maka berarti mereka juga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;mengakui (atau bahkan mengusahakan) adanya Islam ala Hongkong, Islam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;ala Denmark, Islam ala Nigeria, atau Islam ala Venezuela. Dengan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;demikian, umat Islam tidak mampu berkumpul dalam satu suara, karena &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;rasa kebangsaan telah mengalahkan persatuan dalam iman. Jika kita &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;menilik lebih jauh pada penggunaan frase "indigenous local &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;religions", jelaslah bahwa Islam dianggap sebagai `agama non-lokal' &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;(kita bisa menyebutnya `agama transnasional' untuk mengadaptasi gaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;bahasa Hasyim Muzadi) dan dengan demikian, perlu di-Indonesiakan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;sehingga terciptalah `Islam ala Indonesia' atau `Islam yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Indonesiawi'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;Waspadalah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;wassalaamu'alaikum wr. wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-family:courier new;" &gt;*bisa dilihat di: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: courier new;" rel="nofollow" href="http://swaramuslim.net/more.php?id=5606_0_1_0_M"&gt;http://swaramuslim.net/more.php?id=5606_0_1_0_M&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7682645158534241248-6894535279870164716?l=blognyasientong.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyasientong.blogspot.com/feeds/6894535279870164716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2007/06/usaha-usaha-mengisolasi-islam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/6894535279870164716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7682645158534241248/posts/default/6894535279870164716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyasientong.blogspot.com/2007/06/usaha-usaha-mengisolasi-islam.html' title='Usaha-Usaha Mengisolasi Islam'/><author><name>Vandoe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09142220073989436580</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
