
Bismillahirohmanirrohim
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh
Kajian taklim bulanan ustadz “Abu Bakar Ba’asyir”, pada tanggal 1 November 2009 di masjid “Muhammad Ramadhan” dalam pembahasan “Dinul Islam”, telah membuka mati hati kita sebagai manusia untuk bisa menyikapi apa makna sesungguhnya Dinul Islam tersebut.
Dalam pembahasan tersebut Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menguraikan materi tersebut menjadi beberapa bagian pokok bahasan dari materi Dinul Islam tersebut, diantaranya :
“Nikmat Dinul Islam, Nilai Dan Sifatnya”
“Nikmat Dinul Islam Hanya Diberikan Kepada Hamba Allah Yang Dipilih Olehnya”
Dinul islam merupakan nikmat yang paling besar dan tertinggi yang diberikan Allah SWT kepada hambanya dan merupakan nikmat yang terpenting fungsinya dalam mengelola kehidupan di dunia ini. Ia merupakan nikmat Allah SWT yang mampu menghantarkan hambanya kepada keselamatan, kebahagiaan dan kejayaan hidup baik di Dunia dan Akhirat. Oleh karena itu bagi hambanya yang dapat beramal dengan ikhlas dan mengikuti syari’at Nya maka amalanya akan diterima Allah SWT karena amalanya tersebut pasti sudah berada dalam koridor yang lurus dan di ikuti cahaya petunjuknya, sebaliknya bagi siapa yang beramal betapapun baik dan ikhlasnya amalan tersebut tanpa di landasi dan bertentangan dengan syari’at Nya maka amalan tersebut sia sia dan ditolak oleh Allah SWT.
Sumber pokok Dinul Islam adalah wahyu Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW yang di tuangkan dalam Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana diterangkan oleh Allah SWT dalam firmanya:
“Dan demikianlah kami wahyukan kepadamu Ruh (Al Quran) dengan perintah kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki diantara hamba hamba kami dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy Syuro: 52)
Adapun makna Ruh yang dijelaskan dalam ayat tersebut adalah Al Quran sebagai nyawa dari jiwa yang dapat menhidupkan jiwa yang telah mati dalam mengenal Allah SWT, dan makna Cahaya yang dapat menyinari kegelapan hati dalam mengenal Dien Allah.
Kedua sumber pokok Dinul Islam ini adalah merupakan wujud konsep Al Haq (Kebenaran yang mutlak dan murni) yang tidak tercampur dengan kebatilan sedikitpun, sebagaiman diterangkan Allah SWT dalam firmanya :
“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu dating kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. YANG TIDAK DATANG KEPADANYA (AL QURAN) KEBATILAN BAIK DARI DEPAN MAUPUN DARI BELAKANGNYA, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.”(Fushilat: 41-42)
Keaslian Al Quran dan As Sunnah pasti terjamin keaslianya sejak diturunkan hingga hari kiamat. Dan siapa pun tidak akan mampu untuk memalsukan dan merubah kandungan Al Quran, kerena Allah SWT memeliharanya dari usaha usaha manusia untuk merusaknya. Sebagaimana firman Allah SWT berikut:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya KAMI BENAR-BENAR MEMELIHARANYA.”(Al Hijr:9)
Bahkan dalam surat lain di dalam Al Quran Allah SWT menantang orang orang yang masih ragu akan keaslian dan kebenaran Al Quran untuk membuat satu surat yang dapat menyamainya, dan Allah memastikan tidak ada satu pun manusia dan jin yang mampu membuatnya, Allah SWT berfirman:
“Dan jika kamu (tetap)dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan kepada hamba Kami(Muhammad), BUATLAH SATU SURAT SAJA YANG SEMISAL AL QURAN ITU DAN AJAKLAH PENOLONG PENOLONGMU SELAIN ALLAH, JIKA KAMU ORANG ORANG YANG BENAR. Maka jika kamu tidak dapat membuat(Nya) DAN PASTI KAMU TIDAK AKAN DAPAT MEMBUATNYA, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang orang yang kafir.(Al Baqarah: 23-24)”
Bahkan meskipun manusia bersekutu dengan jin untuk menandingi Al Quran , mereka tidak akan pernah sanggup sedikitpun, Firman Allah dalam Al Quran (Al Isra: 88)
“Katakanlah: Susungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, NISCAYA MEREKA TIDAK AKAN DAPAT MEMBUAT YANG SERUPA DENGAN DIA, SEKALIPUN SEBAGIAN DARI MEREKA MENJADI PEMBANTU BAGI SEBAGIAN YANG LAIN.(Al Isra: 88)”
Oleh sebab itu Al Quran dan As Sunnah menjadi satu satunya petunjuk jalan yang lurus dan merupakan satu satunya obat yang mujarab dengan ijin Allah SWT dalam menyembuhkan penyakit penyakit hati, sehingga jika manusia dan jin berpegang teguh padanya di jamin tidak akan sesat selama lamanya dan dia akan menjadi sebaik baiknya umat, seperti Firman Allah berikut:
“Hai manusia, Sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran dari Tuhanmu DAN PENYEMBUH BAGI PENYAKIT (YANG BERADA) DALAM DADA dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman.”(Yunus: 57)
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan PETUNJUK KEPADA (JALAN) YANG LEBIH LURUS dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar”(Al Isro: 9)
Rasulullah SAW juga telah bersabda:
“Aku telah meninggalkan untuk kamu sekalian dua perkara, setelah ada dua perkara tersebut kamu sekalian TIDAK AKAN MUNGKIN SESAT SELAMANYA SELAMA KAMU MASIH BERPEGANG TEGUH KEPADA DUA PERKARA ITU.” Yakni kitab Allah Al Quran dan Sunnahku. (HR. Al Hakim dari Abu Hurairah Ra, dan dishahihkan oleh Al Banni)



No comments:
Post a Comment