Bismillahirohmanirrohim
Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh
Kajian taklim bulanan ustadz “Abu Bakar Ba’asyir”, pada tanggal 1 November 2009 di masjid “Muhammad Ramadhan” dalam pembahasan “Dinul Islam”, telah membuka mata hati kita sebagai manusia untuk bisa menyikapi apa makna sesungguhnya Dinul Islam tersebut.
Dalam pembahasan tersebut Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menguraikan materi tersebut menjadi beberapa bagian pokok bahasan dari materi Dinul Islam tersebut, diantaranya :
“Nikmat Dinul Islam Hanya Diberikan Kepada Hamba Allah Yang Dipilih Olehnya”
Dinul islam tidak diwariskan kepada seluruh umat manusia dan jin, tetapi hanya diwariskan kepada hamba Allah SWT(manusia dan jin) yang dipilih dan di saring / filter oleh Allah SWT. Adapun nikmat Dinul Islam diberikan Allah hanya kepada kaum Muslimin yang dengan ikhlas mengamalkan syari’at Nya dan merupakan umat terbaik dan tertinggi derajatnya. Firman Allah SWT:
“KAMU (KAUM MUSLIMIN) ADALAH UMAT YANG TERBAIK yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah…”(Ali Imran:110)
“Janganlah kamu bersikaf lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, PADAHAL KAMULAH ORANG ORANG YANG PALING TINGGI DERAJATNYA, JIKA KAMU ORANG ORANG YANG BERIMAN”(Ali Imran: 139)
Pada kenyataan kehidupan di dunia ini umat islam terbagi dalam tiga kelompok yang dapat dinilai dari segi amalnya:
Kelompok Pertama : Kaum muslimin yang kurang menyukuri nikmat Dinul Islam, sehingga masih banyak perkara perkara wajib yang mereka tinggalkan dan perkara perkara haram yang mereka langgar/amalkan. Golongan ini dinamakan :Dholimun Linafsihi, yakni golongan yang menganiaya dirinya.
Kelompok Kedua : Kaum muslimin yang mensyukuri nikmat Dinul Islam dengan mengamalkan semua yang wajib dan meninggalkan semua yang haram, tetapi beberapa amalan sunnah masih ada yang ditinggalkan dan beberapa amalan makruh masih ada yang diamalkan. Golongan ini dinamakan : Muqtashid, yakni yang pertengahan.
Kelompok Ketiga : Kaum muslimin yang mensyukuri nikmat Dinul Islam dengan mengamalkan semua yang wajib dan Sunnah diamalkan dengan sempurna dan meninggalkan semua yang haram dan makruh denga sempurna, Golongan ini adalah golongan yang tertinggi yang dinamakan : Saabiqun bil khoiroot biidznillah, yakni yang selalu terdepan berbuat kebaikan dengan izin Allah SWT. Firman Allah SWT :
“Kemudian kitab itu KAMI WARISKAN KEPADA ORANG ORANG YANG KAMI PILIH DIANTARA HAMBA HAMBA KAMI, lalu diantara mereka ADA YANG MENGANIAYA DIRI MEREKA SENDIRI DAN DI ANTARA MEREKA ADA YANG PERTENGAHAN DAN DIANTARA MEREKA ADAPULA YANG LEBIH DAHULU BERBUAT KEBAIKAN DENGAN IZIN ALLAH. Demikian itu adalah karunia yang amat besar.”(Fathir: 32)
Sabda Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya Allah SWT telah membagi diantara kamu sekalian akhlak kamu sekalian sebagimana Dia telah membagi diantara kamu rizki kamu. Dan sesungguhnya Allah telah memberi nikmat dunia kepada siapa yang dia sukai dan kepada siapa yang tidak Dia sukai. DIA TIDAK MEMBERI AD DIN (PETUNJUK AL QURAN DAN AS SUNNAH) KECUALI HANYA KEPADA SIAPA YANG DISUKAINYA. MAKA BARANG SIAPA YANG DIBERI AD DIN (ISLAM) OLEH ALLAH SWT MAKA SESUNGGUHNYA ALLAH TELAH MENYUKAINYA”(HR. Ahmad)
Ayat ayat dan Hadist diatas menunjukan bahwa Dinul Islam adalah nikmat tertinggi nilainya di sisi Allah dan sangat penting fungsinya dalam mengelola kehidupan hambanya di dunia. Nikmat inilah yang patut kita syukuri sebagai anugrah yang diberikan Allah SWT kepada hambanya yang benar benar ikhlas menjalankan Syari’at Allah SWT, serta patut bagi kita untuk bergembira dengan nikmat Dinul Islam karena nikmat Dinul Islam lebih baik dari nikmat nikmat yang lainya di dunia ini (harta dan yang lain lainya). Firman Allah SWT :
“Hai manusia, Sesungguhnya telah dating kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit penyakit (yang berada dalam Hati)dan petunjuk serta rahmat bagi orang orang yang beriman. KATAKANLAH: “DENGAN KARUNIA ALLAH DAN RAHMATNYA (AL QURAN DAN AS SUNNAH) HENDAKLAH DENGAN ITU MEREKA BERGEMBIRA. KARUNIA DAN RAHMATNYA ITU ADALAH LEBIH BAIK DARI APA YANG MEREKA KUMPULKAN” (Yunus: 57-58)”
Ayat tersebut menerangkan dengan jelas bahwa Allah SWT telah menurunkan nikmat, yakni Al Quran Karim SWT telah menurunkan nikmat, Yakni Al Quran Karim (Dinul Islam) yang berfungsi sebagai obat penyakit dalam dada yakni penyakit bathin kekafiran, kemusyrikan, kebodohan tentang Haq dan Bathil, Kerusakan akhlak dan kegelapan jiwa. Di samping itu juga berfungsi sebagai petunjuk kepada jalan yang benar dan menyelamatkan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat. Ini semua merupakn rahmat yang tertinggi nilainya dari Allah SWT.



No comments:
Post a Comment